Tips Menanam Mint Dari Batang

Urbanina.com – Membudidayakan tanaman mint tergolong mudah. Cukup menanam mint dari batang maka bibit baru pun dapat dikembangkan. Daun mint atau disebut juga Mentha cordifolia  dalam dunia tumbuh-tumbuhan adalah salah satu jenis tanaman yang mempunyai kerabat dekat dengan tanaman keluarga Lamiaceae. Daun mint memiliki aroma wangi dan cita rasa dingin namun menyegarkan.

Aroma wangi dan semriwing dari daun mint dikarenakan oleh kandungan minyak atsiri, yakni  minyak menthol. Daun ini memiliki kandungan potasium, kalsium, besi, fosfor, provitamin A, dan  vitamin C. Di dalam daun mint juga banyak terkandung fitonutrien, klorofil dan serat. Bahkan selama ini daun mint dipercaya bisa menjaga kesehatan mata, mencegah kanker, mencegah demam, meredakan sakit kepala dan mengembalikan stamina tubuh.

Menanam Mint Dari Batang

Saat menanam mint dari batang supaya daun mint-nya bisa tumbuh sempurna maka perhatikanlah jarak tanamnya dan jaga suplai airnya. Jangan lupa untuk membersihkan rumput-rumput di sekitar tanaman. Tanamanlah batang mint yang sebelumnya telah direndam di air dan keluar tunasnya dengan jarak tanam sedikitnya 20 cm.

Lahan yang ideal untuk menanam tanaman mint adalah lahan yang mempunyai curah hujan sedang. Lebih tepat lagi jika lahannya terletak di dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk. Pembudidayaan daun mint di dataran tinggi lebih cepat tumbuhnya daripada menanam mint di daerah dataran rendah. Semakin tinggi lahannya maka semakin cepat mint akan berkembang. Disamping itu daunnya semakin lebar dan warna hijaunya juga semakin menarik.

Tanah gembur atau tanah yang lazim untuk menanam tanaman jenis biji-bijian merupakan media tanam yang cocok untuk tanaman mint, misalnya tanah sawah. Yang mesti menjadi perhatian dalam menanam bibit mint yaitu jarak tanamnya. Sebaiknya Untuk 1 m2 lahan, cukup ditanami dengan 4 batang mint saja.

Sebaiknya lahan yang telahh disiapkan terletak di tempat yang terbuka supaya tanaman ini dapat memperoleh cukup sinar matahari. Disamping itu, tanaman mint memerlukan pupuk nitrogen yang dapat diberikan 1 kali seminggu. Yang penting diperhatikan dalam hal ini adalah menjaga suplai air. Ketika musim kemarau intensitas penyiraman air dapat diadakan 2-3 sehari.

Waktu musim penghujan sebaiknya tanaman disiram secukupnya saja. Biar daun mint berkembang cepat maka media tanah tempat dimana menanam mint harus dijaga dalam keadaan lembab. Tetapi harus teliti menyiram daun mint karena kebanyakan air dapat menyebabkan daun mudah busuk dan layu. Sementara itu dari sis daya tahan tanaman, tanaman mint tergolong kelompok tanaman yang tidak mempunyai banyak musuh sebab tanaman ini tahan terhadap hama.

Meski menanam mint dari batang tidak jauh berbeda perawatannya dengan merawat tanaman lain, menanam mint pun perlu perawatan yang sungguh-sungguh. Tanaman ini harus dijaga supaya lahannya tidak ditumbuhi tanaman lain, khususnya rumputan-rumputan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Rumput akan mencuri nutrisi yang terdapat di tanah bila berada dekat dengan daun mint menyebabkan daun mint berlubang dan tumbuh kecil. Keadaan lahan amat penting supaya mutu daun mint tetap sempurna.

Masa panen daun mint dapat dilakukan ketika usia tanamnya telah memasuki 6 bulan. Pemanenan daun mint dapat dilaksanakan hingga umur tanaman mint 2 tahun. Daun mint yang siap dipetik yaitu daun yang berumur 2 minggu sejak pupus. Umur daun ini telah mengeluarkan aroma wangi mint yang menyengat namun menyegarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *