Rahasia Untung Maksimal Ternak Lele Organik

Urbanina.com -┬áLele adalah salah suatu jenis ikan air tawar yang sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ikan ini tergolong ikan yang mudah sekali dibudidayakan, salah satunya dengan teknik ternak lele organik. Walaupun begitu, tidak semua orang sudah mengetahui rahasia untung maksimal ternak lele organik ini. Ikan lele sungguh telah banyak dibudidayakan orang seiring permintaan pasar akan ikan yang punya nama Latin Clarias batrachus ini termasuk tinggi. Akan tetapi banyak pembudidaya ikan lele yang bangkrut karena belum mengetahui rahasia untung maksimal ternak lele organik itu seperti apa cara atau tekniknya. rahasia untung maksimal ternak lele organik Rahasia untung maksimal ternak lele organik terletak pada teknik ternaknya yang menggunakan media kotoran sapi, seperti uraian di bawah ini.   Pembuatan Kolam Pembuatan kolam terpal menggunakan terpal plastik dengan ukuran 2 x 4 meter dan tinggi kolam sekitar 80-100 cm.   Pengolahan kolam
  • Semua permukaan kolam ditaburi pupuk kandang kering dari kotoran sapi dengan ketinggian 10-15 cm.
  • Aktivator (penumbuh bakteri baik) dan air dicampurkan sesuai dengan takarannya.
  • Campuran tersebut di atas dicampurkan dengan pupuk kandang sampai becek.
  • Kolam terpal ditutup dengan terpal plastik selama 7-10 hari supaya proses fermentasi terjadi.
  Pengisian air kolam
  • Melakukan pengecekan terhadap gas metan. Lakukan kembali fermentasi dengan menambahkan nutrisi ikan pada media jika gas metan masih aktif.
  • Tanda-tandanya ada gas metan, yaitu saat korek api dinyalakan di atas permukaan kolam atau media ada muncul api. Atau keluar gelembung udara saat media itu diinjak.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 30 cm. Biarkan saja dulu selama 3-5 hari. Tambahkan air setiap dua minggu sekali setinggi 10 cm sampai ketinggiannya nanti mencapai 60-70 cm.
  Pemilihan Bibit
  • Bibit yang dipilih harus diupayakan berukuran sama, misalnya 5-7 cm.
  • Bibit dimasukkan ke dalam kolam bila dirasa telah siap diternak, untuk kolam dengan ukuran 4 x 2 meter kepadatan bibitnya 2500 ekor.
  • Benih dimasukkan ke dalam kolam sekalian dengan wadahnya agar benih lele dapat beradaptasi dengan air kolam. Benih itu dibiarkan saja sampai keluar sendiri.
  Pemberian pakan Pemberian pancingan pakan dilakukan dua kali sehari sesudah 3 minggu benih/bibit dikasukkan ke kolam dengan menggunakan pur atau pelet sebanyak 1 genggaman tangan.   Penyehatan air kolam Penggantian air sampai masa panen tidak diperlukan dalam ternak lele organik menggunakan media kotoran sapi. Berikut ini rahasia untung maksimal ternak lele organik dengan menggunakan kotoran sapi sebagai medianya:
  • Pasca tebar bibit/benih tingkat kematiannya sangat rendah, yakni di bawah 1% atau nyaris tak ada yang mati.
  • Pemberian pakan dari awal hingga panen dapat dihemat sekitar 20 kg pelet.
  • Pemakaian pakan dari pemanfaatan limbah tanpa proses rumit.
  • Tidak memerlukan pergantian air kolam hingga panen.
  • Ramah terhadap lingkungan sekitar.
  • Ikan lelenya tak mengandung bau amis.
  • Lele terhindar dari serangan penyakit karena kualitas air selalu terjaga dengan adanya mikroorganisme.
  • Lele yang dihasilkan nampak segar dan rasanya lebih gurih.
  • Meminimalisir terjadinya kanibalisme karena mudah ketika dilakukan sortasi.
  • Air kolam bekas ternak ikan lele ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang baik sekali untuk tanaman.
  • Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi.
  • Tidak memerlukan perhatian khusus bila kolam tak terjadi kebocoran.
Dengan mengetahui rahasia untung maksimal ternak lele organik di atas, maka Anda tidak akan mengalami gulung tikar lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *