Mint Dapat Di Stek Untuk Menanamnya

Mint Dapat Di Stek Untuk Menanamnya

Urbanina.com – Daun mint atau sering juga disebut Mentha cordifolia adalah salah satu jenis tanaman yang digunakan untuk aromaterapi disebabkan sifatnya bisa menghasilkan aroma yang menenangkan dan khas. Aroma wangi yang berasal dari daun mint karena terdapat kandungan minyak atsiri berbentuk minyak menthol. Daun ini kaya akan potasium, kalsium, fosfor, provitamin A dan vitamin C. Selain dengan biji, mint dapat di stek untuk membudidayakannya.

Tidak bisa dimungkiri memang beragam tanaman yang tergolong ke dalam family mint sering dicirikan dengan adanya rasa dan bau yang lumayan unik. Jenis-jenis tanaman yang tergolong ke dalam kerabat mint antara lain spearmint, peppermint, rosemary dan lavender. Tetapi yang sangat terkenal ialah applemint, spearmint dan peppermint. Kebanyakan spesies mint bisa ditanam dari benih walaupun cukup sulit, namun pula mint dapat di stek jika ingin menanamnya.

Mint Dapat Di Stek

Nah, karena mint dapat di stek tentunya banyak orang yang ingin mengetahui cara menanam mint dengan menggunakan stek. Mari simak uraian berikut ini!

  • Ujung batang tanaman mint dipotong sekitar 10 cm dari ujung daunnya. Potong di bagian bawah ruas tanaman.
  • Sediakan media tanamnya, misalnya saja rockwool. Disamping praktis, rockwool dapat menyimpan air lebih lama dibandingkan dengan media tanam yang lainnya. Tetapi Anda dapat mencobanya dengan media tanam lain seperti sekam bakar atau cocopeat. Yang terpenting adalah jangan sampai kekeringan dalam proses stek.
  • Rockwool dipotong dengan ukuran maksimal 3 x 3 x 3 cm, boleh kurang dari ukuran itu namun jangan sampai kekecilan.
  • Ruas batang mint ditancapkan ke dalam rockwool sedalam sekitar 1 cm.
  • Rockwool dimasukkan ke dalam netpot dan rockwool diusahakan bisa menyentuh dasar netpot supaya dapat terkena air pada saat pembesaran.
  • Semua netpot yang telah diisi rockwool diletakkan ke dalam wadah pembesaran.
  • Tuangkan air nutrisi ke dalam wadah pembesaran hingga tingginya sekitar 0,5 cm, jaga supaya tetap tergenang air dan agar jangan kekeringan. Anda dapat mempergunakan air nutrisi dengan kepekatannya lebih dari 1000 ppm sebab stek mint ini dapat dianggap selaku tanaman yang telah dewasa.
  • Dalam jangka waktu 10-15 hari akan mulai timbul akar pada ruas batang mint. Bila telah mulai banyak dan panjang akarnya, maka mint telah siap dipindahkan ke dalam sistem hidroponik.
  • Pertumbuhan mint hidroponik cepat sekali, kadang-kadang mempergunakan netpot kecil tidaklah cukup dan mesti berkali-kali dipangkas. Demikian pula dengan akarnya mesti sering-sering dipotong supaya tidak menghambat saluran pengairan bila Anda memakai sistem NFT/DFT menggunakan pipa PVC.

Selanjutnya untuk merawat tanaman mint relatif mudah dilakukan, diantaranya:

  • Mencukupi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan ppm yang diperlukan mint.
  • Sering-seringlah memotong atau memangkas batangnya guna menghindari invasi ke tempat lainnya karena tanaman ini amat cepat pertumbuhannya.
  • Upayakan perkembangan mint itu mendatar dan tidak vertikal (menjulur keatas) guna menaikkan produksi daun mint.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *