Menanam Tanaman Kale dengan Sistem Hidroponik

Menanam Tanaman Kale dengan Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Masyarakat Indonesia mungkin masih asing dengan jenis sayuran yang satu ini. Ya, kale atau yang dikenal dengan nama ilmiah Brassica oleraceae var. adalah tanaman sayur yang berasal dari luar Indonesia. Sayuran ini biasa dikonsumsi oleh masyarakat Asia barat, timur, Eropa dan Amerika. Meski jarang ternyata menanam tanaman kale punya daya tarik tersendiri untuk dibudidayakan secara hidroponik. Tanaman kale dapat tumbuh besar daun dan batangnya. Tidak hanya itu, ternyata harga jual sayuran ini cukup tinggi dipasaran bahkan angkanya mencapai 100 ribu untuk per kilogram kale. Sayuran ini memang hanya tersedia di pasar swalayan saja saat ini dan belum bisa ditemui di banyak daerah di Indonesia.

menanam tanaman kale

Beberapa petani atau pembudidaya tanaman serta para penggemar hidroponik, beberapa diantara mereka telah mencoba menanam tanaman kale secara hidroponik dan hasilnya pun cukup memuaskan. Tanaman kale dapat ditanam pada sistem atau perangkat seperti yang digunakan untuk menanam selada. Memang saat menanam tanaman kale banyak hal yang perlu di perhatikan karena tanaman ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sayuran lain.

Kale memiliki banyak manfaatnya untuk kesehatan dan bahkan termasuk dalam salah satu superfood yang paling ampuh mencegah kanker. Kale kaya akan antioksidan, vitamin dan mineral yang sangat berguna untuk menjaga kebugaran tubuh. Adapun jika Anda ingin menanam sendiri tanaman ini dirumah, Anda dapat memulainya dari sekarang.

Penyemaian benih

Sebelum ditanam pada media hidroponik, sediakan benih kale terlebih dahulu. Benih kale dapat diperoleh dari supplier bibit tanaman langganan Anda atau bahkan di online store. Benih tanaman kale dapat disemai dalam Rockwool atau media tanam lain. Berdasarkan informasi, benih tanaman kale lebih lama tumbuhnya dibandingkan sayuran lain yang biasa dibudidayakan secara hidroponik seperti selada. Benih kale baru akan muncul dengan dua daun setelah dua Minggu, berbeda dengan bibit selada yang sudah muncul dan tumbuh daun dalam usia seminggu. Cara menyemai benih kale juga mudah dan sama seperti menyemai bibit tanaman lain. Rockwool dipotong dengan ukuran tertentu dan dilubangi bagian tengahnya kemudian masukkan benih ke dalam potongan Rockwool tersebut dan letakkan di ruang yang terlindung dari cahaya.

Perawatan tanaman kale

Setelah disemai dengan menggunakan Rockwool, bibit kale yang sudah tumbuh dapat ditransplantasikan pada perangkat hidroponik yang telah dipersiapkan lengkap dengan nutrisinya. Pastikan ph air dan nutrisi tanam sesuai yang dibutuhkan. Sebagai catatan, tanaman kale membutuhkan nutrisi lebih banyak dibandingkan sayuran jenis lainnya, oleh sebab itu sebaiknya beri suplemen yang lebih banyak pada perangkat. pH yang dibutuhkan oleh tanaman kale adalah 5,5 hingga 6. Untuk mengukur pH pada sistem, gunakan pH meter.

Jangan lupa untuk meletakkan perangkat hidroponik tempat menanam tanaman kale ditempat yang terkena cahaya matahari karena tanaman ini membutuhkan penyinaran yang lama.

Tanaman kale sangat sensitif terhadap kadar nitrogen yang berlebihan sehingga sebaiknya jangan menambahkan terlalu banyak nitrogen dalam sistem, sebagai gantinya Anda dapat menambahkan suplemen kalsium dan magnesium fosfat pada campuran nutrisi tanaman karena ternyata tanaman kale menyukai suplemen tersebut.

Jika tumbuh dengan baik, tanaman kale dapat dipanen setelah 20 hingga 30 hari sebagai baby kale, semen-tara jika menunggu sayuran matang, dibutuhkan waktu antara 3 hingga 4 bulan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba membudidayakan kale dihalaman rumah atau greenhouse Anda? Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *