Menanam Paprika Dengan Sistem Hidroponik

Menanam Paprika Dengan Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Paprika adalah salah satu jenis tanaman cabai yang saat ini cukup banyak digemari masyarakat Indonesia meskipun belum begitu familiar di beberapa kalangan. Biasanya paprika banyak dijual dan dapat diperoleh di pasar swalayan atau di kota-kota besar. Rasa pedas yang dimiliki paprika tidaklah sepedas cabai merah atau cabai rawit sehingga orang luar negri sangat menyukai jenis cabai ini dan banyak ditanam di luar sana. Tanaman paprika termasuk dalam family tanaman Solanaceae dan masih satu family dengan tanaman terong, kentang, tomat dan lainnya. Ciri khas tanaman ini adalah warnanya yang hijau saat masih muda dan berubah warna menjadi merah atau kuning saat sudah masak. Untuk menanam paprika, tanaman ini dapat hidup di daerah dengan iklim yang hangat dan sangat dianjurkan tanaman ini ditanam di dalam greenhouse.

menanam paprika

Di Indonesia sendiri, paprika belum banyak dibudidayakan oleh petani karena menanam paprika cukup sulit dan membutuhkan perlakuan yang khusus. Menanam paprika haruslah dengan memenuhi berbagai kondisi dan faktor, hal inilah yang menjadi alasan mengapa paprika sulit ditanam secara konvensional. Meskipun cukup sulit bukan berarti paprika tidak bisa dibudidayakan. Pada dasarnya paprika dapat tumbuh dalam lingkungan yang steril dengan pemenuhan beberapa faktor. Oleh sebab itu paprika lebih cocok jika dibudidayakan dengan menggunakan metode hidroponik yang tidak menggunakan tanah. Untuk menanam tanaman paprika ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemilihan benih

Sebelum menanam paprika sebaiknya pilih dahulu varietas tanaman paprika yang ingin anda budidayakan. Beberapa jenis tanaman paprika dapat tumbuh dengan baik di Indonesia termasuk jenis paprika merah, hijau dan kuning. Pilihlah benih dengan kualitas yang baik dan sebaiknya belilah benih dalam kemasan yang masih utuh atau tersegel.

Pemasangan perangkat hidroponik

Tanaman paprika dapat ditanam dengan beberapa model perangkat hidroponik sama halnya dengan tanaman tomat maupun cabai. Banyak sistem yang dapat diaplikasikan untuk menanam paprika dengan metode hidroponik diantaranya dengan menggunakan sistem NTF atau Nutrient Film Technique, sistem Dutch bucket, sistem Drip maupun dengan menggunakan sistem wick. Pemilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor pendukung diantaranya ketersediaan lahan, perangkat, maupun biaya yang dibutuhkan untuk membangun perangkat tersebut.

 

 

Penyemaian benih

Tahap pertama dalam proses penanaman paprika adalah penyemaian benih. Benih atau biji paprika dapat disemai pada campuran media cocopeat, pasir halus dan sekam bakar. Benih yang akan disemai harus terlebih dahulu direndam dalam air hangat semalaman. Benih tersebut kemudian dapat diletakkan dalam potongan rockwool yang telah dilubangi. Selanjutnya benih dapat disimpan dalam ruangan yang telindung dari cahaya. Benih akan tumbuh menjadi bibit yang siap ditransplantasi pada perangkat hidroponik setelah satu hingga dua minggu. Setelah bibit tumbuh letakkan pada ruang yang terkena cahaya matahari dan tunggu hingga bibit tanaman tumbuh lebih besar.

Penanaman dan perawatan tanaman

Setelah bibit tumbuh lima helai daun atau sekitar 3 minggu setelah penyemaian, tanaman dapat dipindahkan pada perangkat hidroponik yang telah dirancang sebelumnya. Pastikan tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup tetapi tidak berlebihan. Siram tanaman dengan menggunakan air yang telah dicampur nutrisi dua kali dalam sehari jika menggunakan model hidroponik sederhana. Jika ditanam pada perangkat NTF atau sistem lainnya dimana air mengalir otomatis maka sebaiknya tanaman mendapat aliran air tidak kurang dari enam jam setiap hari.

Tanaman paprika akan berbuah setelah usianya lebih dari satu bulan dan dapat dipanen setelah dua atau tiga bulan setelah waktu penanaman. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *