Menanam Melon Dengan Metode Hidroponik DBS

Menanam Melon Dengan Metode Hidroponik DBS

Urbanina.com – Metode hidroponik DBS atau Dutch Bucket system adalah salah satu metode hidroponik yang cukup populer di kalangan para petani dan sistem yang berasal dari negeri Belanda ini banyak dikembangkan di negara asalnya. Metode tanam hidroponik DBS sebenarnya hampir sama dengan metode hidroponik NTF dimana air dialirkan secara terus-menerus pada media tanam dan sealnjutnya dialirkan  kembali ke tandon nutrisi.  Metode hidroponik DBS banyak digunakan untuk menanam tanaman buah seperti melon dan semangka yang tumbuh merambat. Berikut ini dijelaskan Bagaimana cara menanam melon secara hidroponik metode DBS.

menanam melon

Alat dan bahan yang diperlukan

  • Bucket atau wadah media tanam. Bucket atau ember yang digunakan berukuran cukup besar dan cukup untuk nenampung media tanam yang digunakan. Bucket juga memliki lubang pada bagian bawah yang akan mengalirkan air kembali ke tandon.
  • Pipa pvc yang digunakan untuk mengalirkan air dari tandon nutrisi menuju bucket atau wadah media tanam.
  • Pipa inlet dan outlet. Pipa inlet adalah pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari pipa pvc yang berukuran lebih besar menuju masing masing wadah media tanam. Biasanya pada pipa inlet dipasang selang kecil berukuran 5 mm dan setiap selang akan mengaliri satu bucket tanamam.
  • Media tanam, yang dapat digunakan dalam menanam melon sistem DBS diantaranya adalah hidroton, kerikil, perlite, maupun zeolit.
  • Tiang yang digunakan untuk tempat merambat batang melon pada saat tanaman tumbuh membesar. Tiang atau tongkat ini ditancapkan pada bagian tengah bucket.
  • Nutrisi hidroponik yang dilarutkan dalam tandon air. Nutrisi yang digunakan biasanya adalah nutrisi pupuk hidroponik seperti nutrisi AB mix yang digunakan sesuai dengan takaran tertentu.

Langkah-langkah menanam melon dengan sistem hidroponik DBS

Tahap pertama dari metode penanaman ini adalah mempersiapkan segala alat dan bahan yang digunakan dalam membudidayakan tanaman melon sistem DBS. Perangkat dipersiapkan dan segala instalasi aliran air harus dipertimbangkan dengan baik dan Sebaiknya berangkat disusun oleh seseorang yang sudah ahli memasang perangkat tersebut khususnya jika budidaya bertujuan untuk menghasilkan tanaman komersial.

Setelah perangkap siap maka tahap selanjutnya adalah tahap pembibitan atau penyemaian benih melon. Benih melon sebelumnya harus disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke bucket yang berada dalam perangkat hidroponik tersebut. Sebaiknya benih direndam dahulu di dalam air hangat sebelum disemai dan biarkan benih tersebut pecah setelah 3 hingga 5 jam. Selanjutnya benih dapat di semai pada sekam yang telah dibasahi maupun media rockwool yang telah dipotong potong dengan ukuran tertentu yakni 2×2 cm

Simpan benih yang disemai pada tempat yang redup dan setelah benih tubuh menjadi bibit dengan empat daun tanaman melon sudah dapat dipindahkan pada perangkat atau bucket pada sistem hidroponik DBS.

Setelah bibit dipindahkan pada bucket atau perangkat sistem DBS maka tahap selanjutnya adalah perawatan tanaman. Jika tanaman mulai merambat maka sebaiknya ikatlah pada tiang yang telah disediakan sebelumnya dan sebaiknya potong beberapa tunas khususnya yang berada di bawah tunas ke-7. Tanaman melon tersebut harus dirawat dengan baik dan lakukan pemotongan tunas secara rutin.

Jangan lupa untuk selalu mengecek keadaan nutrisi pada tandon air dan setiap minggunya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman melon semakin meningkat. Saat mulai menanam pastikan nutrisinya mencapai 400 PPM dan tambahkan 400 PPM lagi setiap 2 minggu masa tumbuhnya hingga saat panen, nutrisi yang diperlukan mencapai 1800 ppm. Setelah menanam melon, melon dapat dipanen setelah usia 2 bulan jika pertumbuhannya baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *