Menanam Kentang Dengan Sistem Tanam Hidroponik

Menanam Kentang Dengan Sistem Tanam Hidroponik

Urbanina.com – Mungkin anda sering berpikir bahwa membudidayakan beberapa tanaman akan cukup sulit dengan menggunakan metode hidroponik atau sistem tanam tanpa menggunakan tanah. Begitu juga dengan membudidayakan tanaman kentang. Ya, kentang adalah salah satu jenis sayuran umbi yang sangat popular. Kentang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan pendamping dan bahkan diluar negri umbi kentang adalah salah satu makanan pokok pengganti nasi. Jika anda bertanya apakah umbi kentang dapat ditanam dengan metode hidroponik? Jawabannya adalah Ya, menanam kentang dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik.

menanam kentang

Tanaman kentang dapat ditanam dengan beberapa model hidroponik seperti model Dutch bucket atau sistem drip. Metode hidroponik seperti NTF atau sistem raft tentunya tidak dapat digunakan untuk menanm kentang karena aliran air yang digunakan dapat membuat media tanam basah dan menghambat pertumbuhan akar atau umbi kentang. Kentang dapat ditanam dengan menggunakan bibit kentang atau potongan umbi kentang yang memiliki mata atau tunas pada permukaan kentang. Jika ingin menanam kentang dengan metode hidroponik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemilihan Bibit

Bibit kentang yang akan ditanam dengan metode hidroponik dapat dibeli di toko yang menyediakan bibit tanaman dan pastikan memilih benih yang berkualitas baik. Benih kentang yang ditanam dalam media tanam hidroponik tidak perlu lagi disemai dan dapat ditanam atau diletakkan langsung pada media tanam tersebut. Bibit kentang yang akan ditanam dipotong terlebih dahulu dan potongan tersebut harus memiliki mata tunas. Pastikan potongan kentang dengan mata tunas tersebut tertutup media tanam dengan sempurna. Letakkan potongan bibit kentang sekitar 3 centimeter dalam media tanam yang telah disiapkan.

Pemilihan Media tanam

Penggunaan media tanam yang sesuai adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam membudidayakan kentang. Ada berbagai media tanam hidroponik yang dapat digunakan untuk membudidayakan kentang akan tetapi tanaman kentang cukup sulit dibudidayakan dengan beberapa media tanam hidroponik mengingat kentang merupakan umbi yang tumbuh pada akar. Berdasarkan literature dan pengalaman pembudidaya sebelumnya, media yang paling cocok untuk menanam kentang secara hidroponik adalah kombinasi antara media tanam vermiculite, perlite dan cocopeat. Kentang yang ditanam pada campuran media tersebut dapat tumbuh menyamai ukuran kentang yang ditanam dalam tanah. Kombinasi media tanam tersebut dapat menjaga kelembaban dan ketersediaan air dalam media hidroponik.

 

Perawatan tanaman

Sebelum tunas kentang muncul kepermukaan, simpanlah bibit kentang yang telah diletakkan dalam media tanam ditempat yang terlindung dari cahaya. Setelah bibit menumbuhkan tunas maka wadah media tanam dapat dipindahkan ke ruang yang memiliki cukup cahaya. Tanaman kentang dapat tumbuh baik dengan pemberian cahaya sekitar 10 hingga 12 jam atau setidaknya minimal 6 jam dalam sehari. pH nutrisi dan air yang digunakan untuk menyiram tanaman sebaiknya dicek terlebih dahulu. pH yang sesuai untuk menanam kentang adalah 5,8 hingga 6,2, jika pH terlalu tinggi maka anda dapat menambahkan sedikit cuka dan jika terlalu rendah, pH dapat dinaiikkan dengan menambahkan sodium hidroksida atau potassium hidroksida. Sementara suhu yang baik untuk menanam kentang adalah sekitar 18 hingga 22 derajat celcius.

Dalam menanam kentang sebaiknya perhatikan segala hal atau faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kentang. Berikan nutrisi seminggu sekali setelah tunas muncul pada media tanam. Jika dirawat dengan baik tanaman kentang dapat dipanen setalah dua hingga tiga bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *