Cara Merangsang Pembuahan Pada Cabai

Urbanina.com – Budidaya cabai sudah cukup lama dilakukan di Indonesia sebab menjadi salah satu komoditi tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Disamping untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, cabai sering dipergunakan untuk bahan utama industri farmasi dan pangan. Tingginya permintaan terhadap cabai hingga pemerintah Indonesia mesti mengimpor adalah kesempatan besar bagi petani/pembudidaya untuk melakukan budidaya cabai secara berkesinambungan. Sayang sekali masih ada sebagian petani yang belum mengetahui cara merangsang pembuahan pada cabai agar tanamannya cepat berbuah.

Sebetulnya telah banyak cara merangsang pembuahan pada cabai yang dilakukan oleh kalangan petani supaya mudah menghasilkan buah (panen). Masalah yang paling penting dalam cara merangsang pembuahan pada cabai supaya mudah mengeluarkan buah dan buahnya banyak/lebat yaitu tahap pemupukan. Dalam tahapan pemupukan ini Anda mesti melihat kandungan-kandungan pupuk yang digunakan untuk pemupukan.

Cara Merangsang Pembuahan Pada Cabai

Berikut ini adalah tahap-tahap pemupukan cabai untuk memacu pembuahan:

Kurangi Penggunaan Pupuk Yang Mengandung Nitrogen

Ketika tanaman mulai belajar mengeluarkan bunga, biasanya saat umur tanaman 5-6 minggu setelah ditanam, sebaiknya kurangi pemberian pupuk yang berisi unsur nitrogen (N) dengan cara bertahap, tidak boleh serentak. Nitrogen menyebabkan tanaman hanya rajin mengeluarkan daun sehingga enggan menghasilkan buah.

Perbanyak Fosfor

Pada tahap pembentukan bunga dan buah Anda harus memperbanyak asupan fosfor. Fosfor (P) berfungsi mengantarkan air kepada sel-sel supaya buah bisa berkembang sehingga fosfor penting dalam suksesnya pembentukan buah cabai. Fosfor pun penting buat melakukan sintesa protein, respirasi, dan fotosintesis. Kurangnya fosfor pada tanaman cabai umumnya menyebabkan daunnya berukuran kecil, warnanya hijau gelap, kaku dan seperti mengkerut. Kekurangan unsur fosfor kerap terjadi sebab ketidakbenaran pada pola pemupukan yang Anda lakukan, baik pada waktu mengolah lahan (pupuk dasar) dan khususnya pada waktu pemupukan lanjutan.

Perbanyak Potassium/Kalium

Pada waktu buah cabai tengah membesar tanaman ini lumayan rakus menyantap Kalium (K).  Gejala kekurangan unsur K bisa dicirikan pada daunnya yang berwarna lebih tua dan melaju ke daun muda. Daun terlihat kayak terbakar pada bagian tepinya dan mengelinting. Kurangnya kalium bisa mengakibatkan tidak merata kematangan yang terjadi pada buah cabai. Pertumbuhan tanaman pun terganggu dan produksi buah juga ikut berkurang.

Beri Rangsangan Hormon/ZPT

Terdapat demikian banyak zat pengatur tumbuh (ZPT) atau hormon untuk tumbuhan, entah yang diprodukai alami oleh tumbuhan sendiri atau yang diproduksi oleh organisme bukan tumbuhan maupun yang dengan cara sintetis oleh manusia. Sebagian dari hormon tertsebut ada yang berfungsi membantu produksi bunga sekaligus buah, seperti giberelin.

Beri Mikroba Penyubur

Di alam ada beberapa jenis mikroorganisme penyubur tanah, seperti Bacillus, Penicillium, Rhizobium, Azotobacter sp, dan lain sebagainya. Berbagai mahluk super renik tersebut menyuburkan tanah dengan cara menghidupkan potensi-potensi mineral tanah yang terpendam dan tidak digunakan. Mereka bergerak menurut caranya sendiri dan luar biasanya dapat memulihkan keadaan tanah dalam waktu yang cukup singkat.

Demikianlah cara merangsang pembuahan pada cabai agar cepat berbuah dengan mendayagunakan pupuk tertentu pada saat pemupukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *