Cara Menyemai Daun Mint Untuk Budidaya

Cara Menyemai Daun Mint Untuk Budidaya

Urbanina.com – Tanaman mint atau ┬ádaun mint (Mentha cordifolia) merupakan tanaman yang tergolong ke dalam family Lamiaceae. Mint asal-usulnya dari Mediterania dan Eropa. Orang Romawi mempergunakan mint untuk menjamu tamu-tamu mereka dan dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Menanam daun mint bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara menyemai daun mint harus Anda ketahui jika ingin membudidayakannya melalui biji.

Daun mint menghasilkan aroma wangi dan menyegarkan yang disebabkan oleh terdapatnya kandungan minyak atsiri, yakni minyak menthol. Kegunaan daun mint diantaranya digunakan untuk mengurangi sakit kepala, gangguan percernan, mengurangi nyeri haid, permen karet, dan dalam pembuatan pasta gigi. Tetapi terlalu banyak dan sering menggunakan daun mint dapat mengakibatkan efek samping, seperti mulas, iritasi selaput lendir, sakit kepala, kulit kemerahan, dan iritasi kulit.

Cara Menyemai Daun Mint 2

Daunt mint adalah salah satu jenis pohon herbal yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dari sejak dulu. Disamping memiliki minyak atsiri dan beragam bentuk dari turunan menthol, tanaman atau daun mint inipun memiliki kandungan beragam macam vitamin serta mineral, diantaranya zat besi, mangan, potasium, magnesium, folat,serat, lemak, protein, karbohidrat, vitamin A dan vitamin C yang berguna untuk kesehatan tubuh.

Menanam daun mint itu lebih mudah jika dilakukan dengan cara stek, terutama untuk varietas peppermint. Sementara itu untuk jenis spearmint akan lebih mudah jika ditanam melalui biji setelah sebelumnya dilakukan persemaian.

Berikut ini cara menyemai daun mint hingga masa panen tiba.

Bahan Dan Alat :

  • Pot/polybag
  • Air
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Sekam bakar
  • Biji mints, dapat dibeli di toko-toko pertanian atau toko tanaman hias
  • Tanah

Langkah-langkah Persemaian, Penanaman, Perawatan Hingga Panen:

  • Kita buat terlebih dulu media tanamnya berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan rasio 2:1, kemudian masukkanlah kedalam pot atau polibag. Atau sediakan media tanam berupa paduan pupuk kompos dan sekam bakar dengan rasio 1:1. Kukuslah media tanam itu atau jika perlu berikan nematisida dengan takaran 1 jumput jari atau 5 butir. Letakkan di permukaan media sesudah media tanam dimasukan ke pot semai guna menjaga benih dari serangan serangga di awal penyemaian. Siramilah dengan sedikit air supaya tidak lembab dan biarkanlah selama 1 malam.
  • Telitilah saat menyiram benih/bibit mint yang baru mulai tumbuh sebab tunasnya kecil sekali dan amat peka dengan tetesan air. Bila sembrono maka benih akan berubah cokelat dan jadi busuk.
  • Taburkan benih mint tersebut di atas permukaan sebab biji mint amat kecil.
  • Tutupi biji mint tipis-tipis dengan sedikit media kemudian sirami dengan sprayer (cukup hingga terlihat basah permukaannya) untuk membasahi biji yang sudah kita taburkan.
  • Letakkan di luar ruangan, lahan yang teduh, tidak boleh terkena langsung sinar matahari langsung.
  • Kontrol tiap-tiap pagi, bila telah tumbuh kecambah baru diletakkan di lahan yang terang dan tidak usah ditutupi lagi. Umumnya 3-5 hari akan mulai timbul kecambah.
  • Mint suka dengan sinar matahari dan cukup air. Bila airnya berlebihan akan mengakibatkan batangnya busuk.
  • Daun mint dapat dipindahkan ke polibag/pot yang berukuran lebih besar ketika tanaman mulai terlihat besar dan tahan untuk dipindahkan.
  • Penyiraman tetap dilakukan secara rutin samapi daun mint siap dipanen.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *