Cara Inovatif Menghemat Air Dalam Sistem Hidroponik

Cara Inovatif Menghemat Air Dalam Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Sesuai namanya hidroponik adalah salah satu metode tanam yang tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan air sebagai sumber nutrisi terlaut. Mungkin beberapa kalangan masih belum begitu mengerti mengapa metode ini dianggap sebagai metode yang dapat emnghemat penggunaan air. Faktanya, metode hidroponik dapat menghemat air hingga sepuluh kali lebih hemat dibandingkan dengan budidaya tanaman atau pertanian konvensional. Hal ini bisa dipahami dengan jelas bahwa air yang digunakan dalam sistem tanam atau pertanian konvensional akan masuk kedalam tanah dan tidak bisa digunakan lagi, sementara dalam sistem hidroponik, air dialirkan pada tanaman dan akan kembali mengalir masuk dalam tangki reservoir sehingga air bisa dialirkan kembali dan tidak pergi kemana-mana. Tidak hanya itu, tanaman yang dibudidayakan dengan metode tanam hidroponik juga dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

menghemat air

Sistem hidroponik bisa dikatakan sebagai suatu sistem tertutup dimana air akan mengalir hanya dalam perangkat dan tidak dibuang atau mengalir keluar. Meskipun demikian ada beberapa cara inovatif yang bisa dipraktekkan untuk lebih menghemat air dalam metode hidroponik diantaranya sebagai berikut

  1. Menangkap uap air

Agar kondisi udara sekitarnya tetap sejuk, tanaman akan melakukan proses transpirasi atau penguapan dan melepaskan uap air ke udara. Kadar uap air yang terkandung diudara terutama dalam indoor garden dapat mempengaruhi kelembaban udara dalam ruang tersebut. Uap air ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengairi tanaman itu sendiri yakni dengan menangkapnya atau mengubahnya menjadi air menggunakan alat kondensor. Kondensor tersebut dapat mendinginkan suhu udara sehingga penguaoan air juga bisa dikurangi.

  1. Menggunakan air sisa atau daur ulang

Mendaur ulang air dan menggunakannya kembali adalah salah satu cara menghemat air. Air sisa penggunaan rumah tangga sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali untuk mengairi tanaman budidaya. Banyak metode yang bisa digunakan untuk mendaur ulang air dan tentu saja air buangan ini bisa digunakan dalam metode hidroponik dan mengurangi penggunaan air. Dengan cara ini, air bersih yang ada dapat digunakan untuk tujuan lainnya dimana dibutuhkan air bersih misalnya untuk konsumsi sehari-hari.

  1. Mengumpulkan air hujan

Mengumpulkan air hujan dan menggunakannya untuk megaliri tanaman bisa jadi suatu ide yang baik untuk mengairi tanaman dan menghemat air. Secara alami, air hujan sangat bermaanfaat bagi tanaman sehingga air hujan juga bisa dimanfaatkan untuk pengairan. Sebuah sistem hidroponik yang baik terutama untuk tujuan komersil sebaiknya memiliki perangkat untuk mendaur ulang air dan juga mengumpulkan air hujan yang bisa digunakan dalam proses penanaman. Air hujan yang terkumpul mungkin mengandung zat-zat tertentu dengan pH atau kondisi keasaman tertentu. Sebelum digunakan pastikan air dalam keadaan bersih atau dimurnikan terlebih dahulu. Mengecek pH air hujan juga akan sangat membantu dalam pemanfaatan air hujan bagi kebun hidroponik anda.

Pentingnya Air Dalam Sistem Hidroponik

Tanpa adanya air maka suatu sistem hidroponik tidak bisa dijalankan tentunya karena air adalah media pelarut nutrisi terbaik dan menyusun bagian tubuh tumbuhan itu sendiri. Menghasilkan panen sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan metode hidroponik tentunya bergantung bagaimana cara petani atau pembudidaya tanaman menggunakan air, nutrisi dan faktor-faktor lainnya dengan baik. Banyak cara bisa digunakan untuk memaksimalkan penggunaan air dan hal ini bisa dipelajari dengan baik oleh para pembudidaya tanaman sebelum mulai membangun perangkat hidroponik yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *