Cara Menanam WheatGrass Hydroponik

Cara Menanam WheatGrass Hydroponik

Urbanina.com – Wheatgrass atau yang di Indonesia dikenal sebagai tanaman rumput gandum adalah salah satu tanaman yang sedang popular akhir-akhir ini meskipun sebenarnya tanaman ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1930an. Tanaman wheat grass atau rumput gandum ini menjadi popular setelah tren gaya hidup sehat makin diminati. Wheat grass sebenarnya adalah kecambah atau kotiledon tanaman Triticum aestivum yang termasuk dalam family Poaceae. Tanaman ini kaya akan zat gizi, antioksidan, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh sehingga mengkonsumsi wheatgrass amat baik untuk kesehatan. Memang kita bisa menemukan jus atau the berbahan dasar wheatgrass dipasaran dengan mudah tapi tidak ada salahnya jika kita menanamnya sendiri dirumah dengan metode hidroponik. Berikut ini dipaparkan bagaimana cara menanam wheatgrass atau rumput gandum ini dirumah.

menanam wheatgrass

Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk menanam wheatgrass :

  • Benih wheatgrass atau rumput gandum, bisa diperoleh ditoko yang menyediakan benih pertanian atau online store langganan Anda. Pastikan Anda membeli benih berkualitas dari seller yang terpercaya.
  • Media tanam hidroponik bisa berupa pasir murni atau rockwool
  • Wadah media semai seperti baskom atau baki plastic
  • Air untuk menyiram media tanam
  • Koran atau kain untuk menutup wadah media semai

Cara menanam wheatgrass :

  1. Langkah pertama menanam wheatgrass adalah mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Letakkan media tanam berupa pasir atau potongan rockwool pada wadah media semai yang telah disediakan. Jika menggunakan rockwool sebaiknya bagian atasnya juga dilapisi dengan cocopeat atau sekam agar permukaannya halus.
  2. Setelah semua bahan dan alat siap, proses selanjutnya adalah penyemaian benih rumput gandum. Tebar benih rumput gandum tersebut pada media semai dengan jarak yang berdekatan dan sebarlah secara merata agar wheatgrass bisa tumbuh pada seluruh permukaan media tanam. Perlu diketahui sebelum disemai benih wheatgrass tidak perlu direndam dalam air terlebih dahulu karena bisa menyebabkan benih menjadi rusak.
  3. Siram benih yang telah ditebar pada media tanam tersebut dengan air secara teratur yakni dua kali dalam sehari. Pastikan media basah tapi jangan sampai air yang disiramkan pada media justru menggenang dan membuat benih mengapung diair. Pastikan air diberikan secukupnya dan tidak berlebihan. Terlalu banyak air yang diberikan pada benih yang sedang disemai bisa membuat benih rusak dan busuk serta merangsang pertumbuhan jamur yang dapat merusak benih tersebut.
  4. Tutup wadah benih tersebut hingga 3 hari lamanya dengan menggunakan kertas Koran maupun kain untuk menghindari paparan cahaya dan sebaiknya simpan wadah benih tersebut didaerah yang terlindung cahaya atau teduh.
  5. Setelah tiga hari berlalu, pada hari keempat tutup Koran atau kain tersebut sudah bisa dibuka dan benih wheatgrass yang Anda tanam harusnya sudah menjadi bibit wheat grass yang masih kecil. Jika terjadi kesalahan pada saat penyemaian benih wheatgrass akan lebih lama berkecambah. Setelah tutupya dibuka maka biarkan wadah tersebut tetap terbuka tapi jangan langsung diletakkan ditempat dengan intensitas cahaya tinggi seperti diluar ruangan.
  6. Biarkan bibit wheatgrass tersebut tumbuh membesar dan cukup tinggi sekitar 4 hari hingga 7 hari setelah wadahnya dibuka. Tanaman wheatgrass yang sudah tumbuh cukup tinggi setelah seminggu lebih disemai bisa dipotong dan diolah sesuai dengan selera.

Benih wheatgrass dapat tumbuh dengan baik dilingkungan yang sejuk sehingga agar dapat tumbuh maksimal benih yang disemai bisa diletakkan dalam ruangan berpendingin. Ingatlah bahwa benih rumput gandum bisa rusak karena cahaya yang panas oleh sebab itu meletakkan benih ditempat yang teduh adalah mutlak. Selamat mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *