Cara Menanam Sayuran Kangkung Secara Organik

Urbanina.com – Sebelum membincang tentang cara menanam sayuran kangkung secara organik ada baiknya kita mengenal sedikit tentang kangkung itu sendiri. Kangkung atau Ipomoea  Spp dalam bahasa Latin-nya adalah salah satu jenis sayuran yang dapat tumbuh subur di daerah tropis. Disamping rasanya yang memang enak, kangkung mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi seperti bahan-bahan mineral khusunya zat besi yang bermanfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan badan, vitamin A, B dan vitamin C. Ada dua jenis kangkung yang sering dibudidayakan di Indonesia yakni kangkung air (Ipomea aquatica) dan kangkung darat (Ipomoea reptans). Perbedaannya terletak pada bentuk daun dan warna  bunganya .

cara menanam sayuran kangkung secara organik

Kangkung air memiliki ciri daun berwarna gelah dengan bentuk tumpul atau membulat  pada bagian ujung dan bunganya berwarna keunguan. Sementara itu, kangkung darat daunnya berbentuk runcing berwarna hijau terang dan bunganya berwarna putih. Menurut penelitian, kangkung darat banyak disukai orang dan harganya di pasaran relatif cukup tinggi, terutama kangkung darat yang ditanam secara organik. Menyikapi kondisi pasar seperti itu tak sedikit masyarakat yang ingin membudidayakan kangkung secara organik, namun banyak juga masyarakat yang belum mengetahui cara menanam sayuran kangkung secara organik. Selama ini mereka tahunya menanam kangkung itu dari bijinya atau distek.

Apabila Anda tertarik ingin menanamnya, berikut ini cara menanam sayuran kangkung secara organik.

Penyiapan Benih

Gunakan benih kangkung yang baik dengan ciri-cirinya antara lain berusia 8 minggu, tumbuhnya tegak dan tumbuhnya lebih dari 95%. Dianjurkan untuk tidak mengunakan benih yang telah lama tersimpan lebih dari 1 tahun.

Benih kangkung bisa didapat di toko-toko pertanian terdekat atau toko online dan membuat benih sendiri. Pembenihan sendiri bisa dilakukan dengan cara membiarkan tanaman kangkung hidup sampai tua dan berbiji. Sesudah tua bijinya, biji dicuci bersih. Sebelum dijemur dan diayak, pisahkan biji dari cangkangnya.

Pengelolahan Lahan dan Pemupukan Tanah

Lahan dicangkul, tanahnya dicampur dengan kompos dan kapur sebelum ditanami. Cangkul dan buat bedengan setelah didiamkan selama sekitar 2 hari. Biasanya bedengan dibuat berukuran 1×10 m dengan jarak 30-40 cm. Hal ini bertujuan untuk mempermudah melakukan perawatan dan penanamannya.

Karena menggunakan cara menanam sayuran kangkung secara organik maka pupuknya tentu saja harus memakai pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk kandang yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dengan cepat.

Penanaman

Penanaman kangkung bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan cara benih ditebar langsung pada bedengg menggunakan tangan dan  cara tunggal dimana benih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang di bedengan dengan jarak tertentu.

Pemeliharaan

Lakukan penyiraman secara intensif dan tepat. Usahakan tanaman kangkung mendapatkan air yang cukup, jangan kurang dan tidak boleh berlebihan karena akan berpengaruh pada daunnya. Jarak tanam harus diatur dan perlu juga untuk melakukan rotasi tanaman. Bersihkan bedengan dengan cara melakukan penyiangan terhadap gulma dan tanaman liar. Kendalikan juga hama tanaman dari hewan serangga seperti ulat, belalang, dll dengan memakai pestisida nabati seperti gadung, sirih wangi dan daun nimbah.

Pemanenan

Sekitar 30-45 hari setelah penanaman awal bisa dilakukan pemanenan dengan cara dicabut atau dipotong. Khusus untuk kangkung organik sebaiknya dipanen dengan cara dipotong.

Semoga ulasan singkat mengenai cara menanam sayuran kangkung secara organik ini bermanfaat bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *