Cara Menanam Sayuran Kailan Secara Organik

Urbanina.com – Kailan atau dalam dunia tumbuhan disebut Brassica oleracea adalah sejenis sayuran yang berdaun tebal dengan warna hijau, batangnya tebal dan kepala bunganya memiliki ukuran kecil seperti pada bunga brokoli. Kailan mempunyai sejumlah manfaat untuk kesehatan sehingga tidak sedikit orang yang menyukai sayuran ini dengan menanamnya secara organik. Pasalnya kalian mempunyai banyak kandungan mineral dan gizi seperti asam askorbat, pro vitamin A, mineral zat besi, vitamin B, serat, vitamin C, antioksidan dan yang lainnya. Hanya saja, bagaimana cara menanam sayuran kailan secara organik?

cara menanam sayuran kailan secara organik

Sayur kailan ini bisa digunakan Dalam masakan Tionghoa, khususnya masakan Kanton, orang biasa menggunakan sayuran kailan. Pada umumnya sayuran ini dimasak secara tumis dengan tambahan bawang putih dan bumbu jahe. Bisa juga dimasak secara direbus lantas disiram pakai saus tiram.  Dengan cara menanam sayuran kailan secara organik, maka hal ini dapat dijadikan sebuah bisnis yang prospektif.

Berikut ini cara menanam sayuran kailan secara organik yang perlu Anda ketahui jika ingin menjadikannya sebuah agribisnis.

Syarat Tumbuh

Kailan bisa tumbuh di tanah yang banyak mengandung zat organik dengan pH kira-kira 5 – 6,5 pada suhu kira-kira 23°C – 35°C serta kelembaban udaranya tinggi.

Persiapan Lahan

Tanah digemburkan sebanyak dua kali dengan cara dibajak dengan kedalaman tanah kira-kira 15-20 cm. Pada pembajakan yang pertama kedalaman tanahnya kira-kira 20 cm. Lantas selama 1 minggu lahan didiamkan dilanjutkan dengan pembajakan kedua sambil membersihkan lahan dari gangguan gulma dana tanaman liar. Kemudian pemupukan dasar dilakukan dengan memakai pupuk kandang. Berikutnya, pembuatan bedengan berukuran selebar 120 cm dengan panjang 3-5 meter dimana jarak antar bedengnya kira-kira 50 cm untuk saluran air.

Persiapan Bibit

Dua minggu sebelum ditanam biji benih disemaikan terlebih dulu dengan jarak kira-kira 5 cm. Bibit bisa dipindahkan ke bedengan di lahan tanam sesudah berumur kira-kira satu bulan. Jarak tanamnya kira-kira 50×60 cm. Oya, untuk 1 Ha lahan dibutuhkan biji benih kira-kira 150-300 gram.

Penanaman

Bibit yang sudah umurnya 3-4 minggu setelah disemai ditanamakan ke bedeng tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya dengan jarak 40×30. Sebaiknya pada sore hari di akhir musim hujan dilakukan penanaman bibit.

Perawatan Tanaman

Pemupukan. Dilaksanakan setelah tanaman umurnya dua minggu setelah ditanam dengan memakai pupuk organik kering atau pupuk organik cair. Pupuk ditabur mengelilingi tanaman pada jarak kira-kira 5-7 cm dari tanaman atau disemprot pakai handsprayer.

Penyiraman. Dilakukan penyiraman secukupnya dengan cara digembor secara teratur pada pagi dan sore hari.

Penyiangan. Dilakukan penyiangan di sekeliling tanaman terhadap tanaman pengganggu dan gulma supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hama dan Penyakit. Hama seperti kumbang, serangga, kutu daun, dan ulat bisa diatasi dengan menyemprotkan pestisida organik dan sanitasi lahan.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan setelah tanaman umurnya kira-kira 7-8 minggu setelah ditanam dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya. Letakkan di tempat sejuk setelah dibersihkan sebelumnya supaya kailan tetap segar.

Demikian cara menanam sayuran kailan secara organik yang singkat dan jelas. Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *