Cara Menanam Sayuran Brokoli Secara Organik

Urbanina.com -┬áBrokoli atau Brassica olerecea cv sudah dikenal sebagian besar orang. Jenis sayuran satu ini populer karena manfaatnya dan khasiatnya yang sangat baik bagi kesehatan. Hanya saja brokoli yang dijual di pasar-pasar terkadang masih teracuni pestisida kimia yang bila masuk ke dalam tubuh bisa mengancam kesehatan. Mengkonsumsi brokoli organik merupakan langkah tepat karena sejak mulai tahap penanaman sampai panen tidak memakai bahan kimia, baik pupuk maupun pestisida kimia. Brokoli organik diproduksi dengan cara menanam sayuran brokoli secara organik. cara menanam sayuran brokoli secara organik Sayangnya di pasar sangat sulit untuk mendapatkan brokoli organik. Harganya akan lebih mahal dari brokoli biasa jikalau ada di pasar. Untuk Anda yang gemar bercocok tanam merupakan hal yang amat menyenangkan bila menanamnya secara organik di dalam pot atau polybag di halaman rumah. Namun bagaimana sih cara menanam sayuran brokoli secara organik?   Media Tanam Media tanam yang digunakan dalam cara menanam sayuran brokoli secara organik adalah pot dan campuran tanah dengan pupuk organik memakai perbandingan 1:1. Pupuk organik dan tanah yang sudah tercampur rata lantas dimasukkan ke dalam pot/polybag dan disiram air supaya lembab. Sekitar dua minggu media tanam didiamkan supaya pupuk bisa terfermentasi dengan bakteri.   Pemilihan dan Penanaman Benih Benih brokoli bisa diperoleh di toko pertanian atau toko online. Pilihlah bibit yang benar-benar berkualitas supaya hasil panennya bagus. Bibit direndam selama 10 menit dengan air hangat pada suhu sekitar 50oC supaya benih terbebas dari penyakit dan hama. Pilihlah benih yang tenggelam saat direndam karena itulah bibit yang baik. Masukkan benih ke dalam lubang yang telah dilubangi pada tanah dalam pot sedalam sekitar 2 cm lalu timbun bersama tanah dan disiram dengan air. Tiap-tiap lubang berisi satu bibit brokoli, sedangkan untuk pot berukuran sedang dan besar bisa ditanami lebih dari satu benih brokoli.   Pemupukan Susulan Satu minggu setelah penanaman, saat benih berusia tiga minggu, dan lima minggu setelah ditanam harus dilakukan pemupukan. Pemupukan bisa dilakukan dengan memasukkan pupuk organik kering (pupuk kandang dan pupuk kompos) ke dalam lubang sedalam 2 cm di sekitar benih. Lalu timbun dengan tanah dan sirami dengan air. Atau dengan pupuk cair organik yang disiramkan ke dalam lubang-lubang kecil yang telah dibuat sebelumnya di sekitar tanaman.   Penyiraman Penyiraman dilakukan agar tanah tetap lembab dan tidak kering. Pada musim hujan, penyiraman dilakukan sekali sehari pada pagi atau sore. Pada musim kemarau, penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Air yang digunakan haruslah air bersih, bebas dari zat kimia berbahaya.   Penyulaman Penyulaman dilakukan Dua minggu setelah penanaman dilakukan penyulaman untuk mengganti benih yang mati atau terserang hama dan penyakit agar hama dan penyakit tersebut tidak menyebar ke tanaman lainnya.   Penyiangan Melakukan penyiangan seminggu sekali terhadap tanaman liar yang tumbuh di sekeliling pot/polybag agar benih bisa tumbuh secara maksimal.   Panen Setelah 8 minggu dari masa tanam dapat dilakukan pemanenan dengan cara memotong pangkal bunga brokoli memakai pisau pada waktu pagi atau sore hari.   Pengolahan Hasil Panen Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk sup brokoli, sayur cap cay, dan dibuat jus sebagai minuman kesehatan atau dijual ke pasaran. Demikianlah 8 cara menanam sayuran brokoli secara organik telah disajikan ke hadapa Anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *