Cara Menanam Sawi Putih Hidroponik Dalam Botol Bekas

Urbanina.com – Tanaman sawi memilki banyak varietas atau jenis diantaranya tanaman sawi hijau, pokcoy, sawi putih dan lainnya. Sawi putih sendiri adalah jenis sayuran yang banyak digemari dan biasa diolah menjadi tumisan. Selain enak, sayuran sawi putih juga mengandung berbagai zat gizi yang memilki banyak manfaat bagi tubuh diantaranya melancarkan pencernaan, mencegah kanker, mengatasi insomnia, memperkuat daya ingat dan lain sebagainya. Menanam sawi putih bisa dilakukan dengan mudah menggunakan sistem hidroponik dan memanfaatkan barang yang sudah tidak bermanfaat seperti botol bekas air mineral. Hasil yang didapat nantinya tidak kalah dengan sayuran sawi yang biasa dibeli di pasar atau di swalayan. Untuk mengetahui cara menanam sawi putih hidroponik yang sederhana, simak ulasannya beriku ini.

menanam sawi putih hidroponik

Alat Dan Bahan Yang Diperlukan

Untuk menanam sawi putih hidroponik yang sederhana, alat dan bahan yang diperlukan antara lain

  • Benih tanaman sawi putih yang masih berada dalam kemasan utuh atau terbungkus alumunium. Pilih benih sawi putih berkualitas yang telah terbukti bisa menghasilkan tanaman sawi putih berkualitas.
  • Botol bekas air mineral yang digunakan sebagai wadah nutrisi dan wadah tanaman.
  • Nutrisi khusus hidroponik seperti nutrisi AB Mix atau nutrisi hidroponik buatan sendiri.
  • Media tanam berupa arang sekam. Media tanam ini dipilih karena dapat menyimpan dan menyerap air dengan lebih baik.
  • Wadah atau tray semai lengkap dengan media semai berupa potongan rockwoll berukuran 2x2x2 cm. Media semai rockwoll dinilai lebih praktis untuk digunakan dan tanaman akan lebih mudah disemai.
  • Kain flannel atau jenis kain lain yang bisa digunakan sebagai sumbu.
  • Cutter dan solder maupun paku untuk melubangi botol bekas air mineral.

Proses Menanam Sawi Putih Hidroponik Dalam Botol

Setelah alat dan bahan telah siap maka proses menanam sawi putih hidroponik yang sederhana dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Tahap pertama dalam menanam sawi putih hidroponik adalah penyemaian benih. Benih tanaman sawi putih direndam dengan air hangat selama semalaman sebelum disemai. Buang biji yang terapung karena biji sawi yang mengapung tidak dapat tumbuh menjadi tanaman nantinya. Semai benih dengan cara memasukkan benih pada setiap potongan rockwoll yang telah dilubangi dan diletakkan pada wadah atau tray semai kemudian letakkan wadah tersebut diruang yang terlindung dari cahaya matahari. Jangan lupa untuk membasahi media semai setiap hari dan saat tunas mulai tumbuh pindahkan tray semai ke ruang yang memiliki cukup cahaya tapi jangan terkena cahaya matahari langsung. Setelah bibit memiliki empat buah daun, tanaman dapat dipindahkan ke media tanam hidroponik yang telah disiapkan.
  2. Setelah tanaman siap dipindahkan, potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian dengan bagian bawah lebih panjang dibanding bagian atas. Potong botol bagian bawah agar tidak terlalu panjang atau ukurannya sekitar 20 cm an bagian atas 10 cm. Bagian bawah botol diisi dengan larutan nutrisi yang telah dicampur dengan air sesuai takaran pada kemasan atau 5 ml larutan A dan 5 ml larutan B dalam 1 liter air. Bagian atas botol dilubangi seukuran paku dengan diameter yang tidak erlalu besar, ikatkan kain pada bagian bawah botol dan sambungkan pada nutrisi pada bagian bawah botol.
  3. Pindahkan tanaman dari media semai dengan mencabutnya secara perlahan agar tidak rusak lalu letakkan pada media tanam sekam yang telah dituang pada botol air mineral bagian atas. Biarkan tanaman tumbuh dan gantilah larutan nutrisi jika mulai berbau. Saat tanaman mulai tumbuh membesar, tingkatkan pemberian nutrisi dan buang bagian tanaman yang mongering atau terkena penyakit.
  4. Tanaman sawi putih yang dirawat dengan baik dapat dipanen setelah dua hingga tiga bulan.

Demikian cara menanam sawi putih hidroponik dalam botol bekas air mineral secara sederhana. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *