Cara Menanam Sawi Dengan Hidroponik Rakit Apung

Urbanina.com – Tanaman sawi cukup populer di negara Asia khususnya di Indonesia. Kita bisa menemukan berbagai jenis sawi dalam bermacam-macam masakan seperti  tumisan, pelengkap bakso, mie ayam dan lain sebagainya. Sayuran sawi yang kaya serat, vitamin dan mineral memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Antioksidan yang terkandung dalam sayuran sawi mampu menangkal efek radikal bebas yang merupakan penyebab penyakit kanker. Untuk mendapatkan manfaat sawi setiap hari dan memenuhi kebutuhan serat secara lebih sehat dan teratur, kita bisa menanam sawi sendiri dirumah dengan menggunakan metode hidroponik rakit apung dalam bak atau baskom plastik. Cara menanamnya juga cukup mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga bisa ditanam didalam ruangan sekalipun. Untuk mengetahui lebih jelas cara menanam sawi dengan hidroponik rakit apung sederhana atau floating raft, ikuti penjelasannya berikut ini.

menanam sawi dengan hidroponik rakit apung

Alat dan Bahan Yang Diperlukan

Metode rakit apung atau floating raft adalah metode tanam hidroponik yang menggunakan prinsip tanam terapung. Prinsip ini sebenarnya telah ada sejak zaman suku Aztec kuno di Amerika Selatan namun saat ini kita  bisa memodifikasinya agar lebih sederhana. Untuk menanam sawi dengan hidroponik rakit apung, diperlukan alat dan bahan sebagai berikut.

  • Benih tanaman sawi yang bisa diperoleh ditoko pertanian atau toko yang menyediakan benih dan peralatan hidroponik. Pilih benih dalam kemasan dan perhatikan tanggal kadaluarsanya.
  • Baskom plastik dengan ukuran tertentu misalnya 30×20 cm. Baskom digunakan untuk menampung larutan nutrisi hidroponik yang dibutuhkan tanaman.
  • Wadah media tanam berupa netpot atau jika tidak ada bisa menggunakan gelas plastik bekas air mineral yang dilubangi bagian bawahnya.
  • Media tanam berupa rockwoll yang digunakan juga sebagai media semai. Rockwoll dipotong dengan ukuran 3×3 cm atau seukuran dengan netpot, agar bisa dimasukkan kedalamnya.
  • Sterofoam yang dipotong dengan ukuran sesuai ukuran baskom. Pastikan sterofoam dapat diletakkan dibagian atas baskom dengan pas. Sterofoam dilubangi dengan menggunakan cutter
  • Nutrisi khusus hidroponik seperti nutrisi AB Mix yang bisa diperoleh ditoko pertanian atau nutrisi hidroponik yang dibuat sendiri. Nutrisi dilarutkan dalam air dengan takaran sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
  • Wadah atau tray semai.
  • Cutter atau pisau untuk melubangi sterofoam.

Proses Menanam Sawi Dengan Hidroponik Rakit Apung Sederhana

Setelah alat dan bahan telah siap, kita bisa mulai menanam sawi dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Tahap pertama dalam menanam sawi dengan mhidroponik rakit apung adalah menyemai benihnya pada potongan rockwoll yang diletakkan pada wadah atau tray semai. Potongan rockwoll dilubangi bagian tengahnya dan setiap lubang dimasukkan satu hingga dua benih. Basahi potongan rockwoll tersebut dengan air dan tutup dengan menggunakan plastik gelap. Simpan diruangan yang tidak terpapar cahaya langsung dan biarkan tunasnya tumbuh. Setelah beberapa hari tunas akan muncul dan plastik penutup wadah semai bisa dibuka. Letakkan wadah semai ditempat yang terkena cahaya dan semprotkan air menggunakan spray setiap pagi dan sore.
  2. Setelah tanaman memiliki empat buah daun atau setelah tiga minggu masa semai, tanaman dapat dipindahkan pada netpot beserta potongan rockwoll. Letakkan netpot berisi bibit tanaman sawi pada sterofoam yang telah dilubangi dan biarkan bagian bawah netpot terendam larutan nutrisi.
  3. Tanaman sawi yang ditanam dengan metode hidroponik rakit apung sebaiknya diperhatikan dengan lebih baik karena akarnya rentan mengalami pembusukan. Gantilah larutan nutrisi jika berbau dan tingkatkan kadar nutrisi jika tanaman sawi mulai tumbuh membesar.
  4. Setelah 40 hingga 60 hari, tanaman sawi yang dirawat dengan baik dapat diambil daunnya atau dicabut hingga akarnya untuk dikonsumsi.

Demikian cara menanam sawi dengan hidroponik rakit apung sederhana yang bisa dipraktekkan dirumah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *