Cara Menanam Sawi Aquaponik metode NFT

Cara Menanam Sawi Aquaponik metode NFT

Urbanina.com – Tanaman sawi biasa dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Sayuran ini dapat dibudidayakan dengan berbagai metode termasuk dengan sistem hidroponik maupun aquaponik. Saat ini tanaman sawi banyak ditanam dengan sistem aquaponik yang menggabungkan sistem tanam hidroponik dengan budidaya ikan, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana menanam sawi dengan metode aquaponik yang dikombinasikan dengan budidaya ikan lele.

sawi hidroponik

Prinsip kerja sistem NFT atau Nutrient Film Technique adalah dengan mengalirkan lapisan tipis air dan nutrisi yang berasal dari kolam ikan. Nutrisi tanaman diperoleh dari kotoran dan sisa makanan ikan yang telah diubah menjadi zat yang lebih bermanfaat bagi ikan dan tanaman. dalam membangun sistem ini diperlukan alat dan bahan berikut ;

  • Kolam ikan yang telah dipersiapkan dengan ukuran tertentu. Ukuran kolam ikan bisa bervariasi tergantung luas lahan yang dimiliki. Kolam ikan yang terbuat dari terpal dengan ukuran 2×4 m mampu menampung hingga 1500 ekor ikan lele.
  • Wadah tanaman dapat menggunakan netpot maupun gelas bekas air mineral yang diberi lubang
  • Media tanam, beberapa media yang dapat digunakan termasuk sekam, gravel, kerikil maupun rockwool.
  • Benih tanaman sawi. Pilih benih berkualitas dan sebaiknya hindari menggunakan bibit repackage kecuali yang diperoleh dari penjual atau seller terpercaya.
  • Pipa PVC yang dipasang dan dirakit diatas kolam ikan. Pipa dilubangi sesuai ukuran wadah media tanam netpot atau wadah gelas plastik.
  • Pompa untuk mengalirkan air pada pipa PVC.
  • Timer yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan pompa secara otomatis.

Langkah penanaman sawi

Setelah semua alat dan bahan siap maka dapat dilakukan langkah-langkah berikut ini

  1. Penyemaian benih

Sebelum ditanam pada media hidroponik atau aquaponik maka benih atau biji sawi harus disemai terlebih dahulu. Proses penyemaian dapat dilakukan pada beberapa jenis media tanam seperti sekam maupun rockwool. Letakkan benih pada potongan rockwool maupun sekam dengan jarak tertentu, basahi media kemudian simpan ditempat yang terhindar dari cahaya atau tutupi dengan plastik hitam. Setelah biji berkecambah bibit tanaman dapat dipindahkan keruangan yang mendapat cukup cahaya. Bibit dapat dipindahkan setelah tanaman memiliki dua hingga empat daun sejati.

 

  1. Proses transplantasi

Proses selanjutnya adalah proses transplantasi atau pemindahan bibit tanaman pada media tanam hidroponik. Setelah bibit dipindahkan dengan hati-hati, letakkan netpot atau wadah tanaman tersebut pada lubang tanaman yang telah dibuat sebelumnya pada perangkat pipa PVC.

  1. Proses perawatan

Setelah tanaman tertransplantasi pada media hidroponik maka tahap selanjutnya adalah merawat tanaman tersebut hingga tanaman dapat dipanen. Pompa yang digunakan untuk mengalirkan air harus tetap menyala selama minimal 8 jam sehari. Anda dapat mengatur kapan pompa harus menyala dan kapan pompa harus mati dengan menggunakan timer maupun anda lakukan secara manual. Pengaturan pompa dapat diatur sedemikian rupa misalnya setiap hari pompa air dinyalakan pada pukul 7 pagi dan dimatikan pada pukuk 5 sore.

 

Meskipun perawatan sawi yang ditanam dengan metode ini cukup mudah, perhatikan selalu tumbuh kembangnya dan pastikan pemberian makan ikan dilakukan secara teratur. Jika banyak kotoran yang mengendap di dasar kolam sebaiknya segera dibersihkan karena kotoran tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan ikan. Tanaman sawi yang tumbuh dengan baik dapat dipanen setelah dua hingga tiga bulan. Jadi tunggu apa lagi jika anda bisa menanam sawi sendiri di halaman rumah, anda dapat mempraktekkan cara tersebut. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *