Cara Menanam Bibit Durian Bawor yang Tepat

Urbanina.com – Dalam kesempatan kali ini urbanina akan mencoba sedikit mengupas mengenai bagaimana cara menanam bibit durian bawor yang tepat. Pasalnya jika penanamannya kurang tepat malahan dapat menimbulkan kematian pada tanaman itu sendiri. Di sinilah kita perlunya mengetahui cara menanam bibit durian bawor yang tepat agar hasilnya sesuai harapan.

Semua orang yang menanam dan membudidayakan tanaman durian pastinya menginginkan tanamannya tersebut dapat cepat tumbuh dengan optimal. Namun terkadang dalam prakteknya tidak sesuai dengan harapan. Misalnya saja lantaran ingin tanaman durian bawornya dapat cepat tumbuh besar sehingga ketika menanamnya memberikan pupuk kandang sebanyak mungkin dan pupuk kandangnya juga masih baru. Akhirnya bukan tanamannya tumbuh subur malahan mati yang ada.

Cara Menanam Bibit Durian Bawor yang Tepat

Mengapa hal ini bisa terjadi? Pasalnya pupuk kandang yang telah diberikannya pada tanaman tersebut terlampau banyak dan masih baru (belum diangin-anginkan selama 2-3 hari) sehingga menimbulkan panas dan merusak bibit tanaman yang lama kelamaan membuat tanaman kering dan akhirnya mati.

Berikut ini adalah cara menanam bibit durian bawor yang tepat:

  1. Galilah lubang tanam berukuran panjang, lebar, dan dalamnya masing-masing 50 cm/1 m. Sesuaikanlah dengan besarnya bibit tanaman durian yang akan dibudidayakan.
  2. Bekas galian tanah itu dicampurkan dengan pupuk kandang yang sudah matang (15 kg), dolomit (5 genggam), biobost (2 tutup botol), insektisida/furadan (2 sendok).
  3. Bahan-bahan tersebut di atas dicampurkan menjadi satu. Kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam. Lubang itu bisa langsung ditanami bibit durian atau didiamkan terlebih dulu selama 1 – 2 minggu.
  4. Bukalah Polybag yang berisi bibit tanaman durian lalu diletakkan pada lubang tanam yang telah disediakan dan benamkan sedalam 5 cm lantas ditimbun. Ingat, batang bibit tanaman jangan sampai ikut tertanam sebab dapat membusuk hingga tanaman pun dapat mati mendadak.
  5. Siramlah bibit tanaman durian bawor yang telah ditanam tadi dengan air secukupnya saja. Jangan sampai kebanyakan, yang terpenting bagian akarnya basah.
  6. Lebih baik lagi jika air yang digunakan untuk menyiram bibit tanaman itu telah diberi tambahan pupuk cair organik atau NPK organik. Adapun cara penerapannya adalah 5 tutup botol pupuk cair organik dicampur dengan 15 liter air lantas disiramkan atau dikucurkan ke media tanam yang terdapata bibit tanaman durian bawor.
  7. Berilah jarak tanam. Jarak tanam yang paling ideal untuk bibit durian bawor adalah 10 x 10 m atau minimal 8 x 8 m sebab bila terlalu dekat jarak tanamnya nanti tajuknya akan saling beradu.
  8. Naungi dengan tanaman pelindung. Tanaman pelindung ini dapat berupa tanaman tumpang sari seperti tanaman terong, cabai, jambu madu deli, pepaya, jambu kristal, pisang, dll. Tanaman-tanaman ini hanya bersifat sementara sambil menunggu panen durian.
  9. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas dan cabang atau ranting yang dianggap kurang berguna.
  10. Pemupukan dilakukan 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk kandang yang matang atau telah terfermentasi dimana bentuknya biasanya mirip tanah. Rabuklah juga dengan pupuk NPK Mutiara Biru 1/4 sendok setiap 2 minggu sekali. Gunakan juga pupuk cair organik dengan Gandasil D setiap 1 bulan sekali. Selain itu sirami pula dengan biobost setiap 1-2 bulan sekali.

Demikianlah tata cara menanam bibit durian bawor yang tepat dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat Urbanina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *