Cara Budidaya Timun Suri Secara Organik

Cara Budidaya Timun Suri Secara Organik

Urbanina.com – Timun suri atau Cucumis melo L dalam bahasa ilmiahnya jika dilihat dari sisi nama dan bentuknya membuat orang banyak mengaitkan tanaman ini dengan jenis-jenis mentimun. Tetapi sebenarnya timun suri lebih dekat dengan tanaman blewah, semangka, dan melon ketimbang mentimun. Banyak petani yang telah menanam tanaman ini, namun tahukah Anda cara budidaya timun suri secara organik yang hasilnya panennya sangat menarik?

Secara fisik memang ada beberapa perbedaan antara timun suri dan mentimun. Bentuk daun yang dimiliki timun suri lebih membulat seperti melon, sedangkan pada mentimun bentuknya malah meruncing. Demikian juga bijinya, biji yang terdapat pada timun suri lebih pendek seperti halnya melon.

Cara Budidaya Timun Suri Secara Organik [ ]

Petani mengetahui timun suri merupakan tanaman yang mempunyai hama seperti halnya mentimun sehingga langkah pengendaliannya pun umumnya sama. Namun timun suri lebih bandel dalam melawan hama-hama itu. Hal ini salah satu diantaranya karena keserempakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batang pada timun suri yang cukup kokoh dan banyak.

Timun suri yang menjadi tema bahasan dalam Cara Budidaya Timun Suri Secara Organik ini banyak mengandung provitamin A yang memiliki fungsi selaku antioksidan alami pencegah rusaknya sel-sel tubuh. Disamping itu, mempunyai kandungan Vitamin C yang relatif tinggi. Kecuali vitamin buah inipun banyak mengandung  mineral esensial seperti zat besi, fosfor dan kalsium.

Berikut urbanina beberkan cara budidaya timun suri secara organik sebagai panduan Anda.

Pengolahan Lahan

Tanah yang akan digunakan untuk lahan budidaya timun suri dicangkul halus. Sebaiknya timun suri ditanam di tanah datar dan tidak dibuatkan bedengan. Kemudian membuat lubang tanam yang memiliki ukuran 1 x 1 meter, lalu pupuk kandang atau pupuk kompos dimasukkan ke dalam tiap-tiap lubang tersebut masing-masing sebanyak kira-kira 1 kg dan biarkan selama dua hari.

Penanaman Benih

Penanaman baru bisa dilakukan sesudah tanah yang diberi pupuk didiamkan selama 2 hari. Benih sebanyak 2 biji dimasukkan ke dalam tiap-tiap lubang tanam lantas ditutup  dan disiram secara rutin hingga tanaman tumbuh. Umumnya tanaman tumbuh dengan serempak pada 7 hari sesudah tanam. Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang belum tumbuh hingga usia tersebut.

Benih umumnya digunakan sedikitnya 1 tahun setelah dibuat, kekuatannya berhubungan erat dengan perawatan dan penyimpanan benihnya. Umumnya benih dapat digunakan sampai 1,5 tahun.

Perawatan

Pada usia 7 hari sesudah tanam dilakukan penyiangan. Tanaman yang telah dewasa biasanya sanggup melawan gulma. Malahan bila telah berbuah, gulma ini berguna sebab menjadi alas diantara buah dan tanah sehingga buah tidak kontak langsung dengan tanah dan terlepas dari gangguan cacing dan hewan-hewan yang datang dari dalam tanah.

Timun suri atau bonteng suri adalah tanaman yang termasuk bandel dan tahan terhadap kekeringan sehingga perawatannya pun tidaklah begitu sukar dan tidak usah secara teratur dilakukan penyiraman. Lakukan pemupukan secukupnya dengan pupuk organik. Jika terserang hama dan penyakit, lakukan pengendalian secara manual atau menggunakan pestisida nabati/hayati.

Pemanenan

Panen pertama bisa dilakukan sesudah usia tanaman timun suri sekitar 60-75 hari setelah tanam, tergantung juga pada varietas benihnya. Panen dilaksanakan dengan cara bertahap sampai sepuluh kali pengambilan.

Buah yang telah layak dipanen dapat dilihat dengan cara memeriksa buah yang telah terlepas dari tangkainya. Sesudah buah dipetik, lalu dicuci, disortir dan penggolongan kemudian pengemasan untuk dipasarkan ke pasar-pasar maupun ke rumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaan pada setiap bulan Ramadhan (bulan puasa) sebagai menu utama sajian untuk berbuka puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *