Cara Budidaya Semangka Tanpa Biji Dalam Polybag

Urbanina.com - Buah semangka adalah buah yang sangat banyak disukai oleh masyarakat, kecuali rasanya yang nikmat dan segar, buah semangka inipun dapat dijadikan sebagai suplemen vitamin di dalam tubuh kita. Buah semangka mudah didapatkan dimana saja lantaran buah ini harganya amat murah. Pada umumnya buah semangka dikenal dengan bijinya yang kecil-kecil dan banyak, namun sekarang telah terdapat buah semangka tanpa biji. Bahkan ada cara budidaya semangka tanpa biji dalam polybag. Sekarang masyarakat lebih banyak memburu semangka tanpa biji sebab semangka jenis ini mudah sekali mengonsumsinya ketimbang semangka mengandung biji. Terlebih lagi bila dikomsumsi oleh anak-anak, tentunya kita tidak cemas sebab buah semangka ini tidak berbiji sehingga aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekalipun. Pembudidayaan semangka tanpa biji ini telah banyak ada di Indonesia. Disamping itu bila kita membudidayakan semangka tak berbiji ini kita dapat memperoleh keuntungan yang berlipat ganda ketimbang bila kita menanam semangka yang mengandung biji. Sebelum menanamnya, sebaiknya mengetahui cara budidaya semangka tanpa biji dalam polybag terlebih dulu. Cara Budidaya Semangka Tanpa Biji Baiklah sekarang akan urbanina ulas cara budidaya semangka tanpa biji dalam polybag agar Anda dapat mencobanya sendiri. Dalam membudidayakan buah semangka ini kita mesti mengikuti ketentuan syarat-syarat tumbuh tanaman ini agar hasilnya optimal. Tanaman buah semangka tertentu bisa tumbuh hanya dengan curah hujan sekitar 30-45 mm  per bulan. Tanaman buah ini cuma membutuhkan cahaya matahari yang tidak terlampau panas. Apabila cahaya matahari terlampau menyinari buah semangka, maka buah itu tidak akan dapat dibentuk menurut selera/kehendak kita. Pemilihan Bibit Tanaman Hal pertama yang mesti dilakukan adalah pemilihan bibit tanaman yang bermutu, kecuali itu kita pun harus mempersiapkan media semai yang tepat untuk tanaman semangka. Media semai untuk tanaman semangka harus disirami dengan memakai air bersih. Penyemaian bisa dikerjakan di dalam polybag maupun di dalam pot. Mengenai masalah penyiraman, Anda dapat melakukannya dua kali sehari. Lebih banyak dilakukan penyiraman lebih baik juga bagi tanaman. Pengolahan Media Tanam Persiapkan lahan untuk ditanami bibit. Lahan itu tentu saja mesti bebas dari hama maupun bakteri yang lainnya yang bisa menghambat proses penanaman kelak. Pembuatan bedengan mesti disesuaikan dengan bentuk buah semangka yang akan ditanam nanti. Bila buah yang akan ditanam berbentuk besar maka bedengan yang kita buat mesti besar juga. Media tanam itu mesti mengalami masa pemupukan dasar dan pengapuran. Hal itu dikerjakan untuk meningkatkan kesuburan media tanam tanaman buah semangka tersebut. Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman amat dibutuhkan lantaran hal ini berguna untuk menunjang hidup tanaman buah semangka. Bila pengairan dan penyiramannya berkurang, maka akan berpengaruh jelek pada buah semangka kelak sehingga buah tidak terasa manis. Penyiangan Lakukan penyiangan seminggu sekali secara manual, jangan mempergunakan alat bantu yang lainnya, untuk menghindari adanya gangguan penyakit atau hama pada tanaman buah semangka. Pemupukan Lakukan pemupukan kira-kira sebulan sekali dengan menggunakan pupuk kandang sebab pupuk ini adalah jenis pupuk yang alamiah hingga aman dipergunakan untuk tanaman semangka. Penyulaman dan Perempalan Lakukan penyulaman pada 2 minggu sesudah dilakukan penanaman untuk meningkatkan kesuburan tanaman semangka. Sedangkan perempalan dilakukan pada bidang tunas-tunas muda yang terdapat pada batang tanaman yang berguna untuk pemeliharaan pada tanaman semangka dan merubah rasa buah semangka. Pemanenan Panen dilakukan sesudah tanaman semangka berumur 70-100 hari setelah tanam dengan ciri-ciri terjadi pergantian warna buahnya dan batang buahnya mengecil maka buah itu dapat dipanen. Masa panen dipengaruhi oleh cuaca dan jenis bibitnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *