Cara Budidaya Melon di Pekarangan Rumah

Urbanina.com – Pekarangan atau halaman rumah Anda masih tidak terawat? Ada baiknya jika dilakukan “penghijauan” supaya lahan-lahan itu menyajikan kesegaran untuk penghuninya dan orang-orang di sekelilingnya. Bertanam melon di pekarangan rumah tentunya merupakan ide menarik. Namun bagaimana cara budidaya melon di pekarangan rumah agar menjadi lahan produktif yang menghasilkan buah dan menyejukkan jiwa raga.

Melon atau dalam bahasa ilmiah disebut Cucumis melo adalah jenis tanaman yang masih satu keluarga dengan timun, berkerabat pula dengan timun suri, blewah dan semangka. Melon idealnya ditanam di lahan dengan ketinggian 250-700 mdpl pada suhu sekitar 25-30oC dan kelembaban udaranya 50-70%. Ada 3 jenis melon yang terkenal dan telah berhasil dibudidayakan di Indonesia, yakni Cantalupensis, Inodorus dan Reticalatus.

Cara Budidaya Melon Di Pekarangan Rumah []

Cara Budidaya Melon di Pekarangan Rumah

Berikut kami uraikan cara budidaya melon di pekarangan rumah dengan sistem hidroponik yang dimulai dari tahap pembibitan hingga pemanenan.

Pembibitan

Tanaman melon umumnya diperbanyak dengan cara generatif dari benih atau biji. Anda dapat membeli benihnya di toko pertanian. Adapun cara pembibitannya yakni:

  • Benih direndam dalam air hangat sekitar 6-8 jam.
  • Dinginkan di atas kertas koran yang sudah dibasahi air atau kain basah.
  • Diamkan selama 1-2 hari sampai benih mengeluarkan kecambah.
  • Jagalah kelembabannya dan percikan air secukupnya jika kelihatan kering.
  • Siapkanlah media tanam berbentuk campuran tanah dan kompos (pupuk kandang) dengan proporsi 2:1.
  • Ke dalam media tanam itu benamkan biji melon sedalam sekitar 1-2 cm.
  • Tempat semai dilindungi dengan sungkup atau atap plastik transparan.
  • Siramlah media tanam secara rutin supaya selalu lembab, tapi tidak boleh terlampau basah
  • Jalannya penyemaian umumnya terjadi antara 10-14 hari.
  • Bibit telah siap dipindahkan ke lahan/tempat penanaman sesudah bibit memiliki daun 2-3 helai.

Persiapan Lahan dan Penanaman

Lahan untuk menanam melon ada baiknya dibajak terlebih dulu agar bongkahan tanah halus. Lalu buat bedengan berukuran panjang 10-15 m, lebarnya 100-120 cm, dan tingginya 30-50 cm serta jarak antarbedengan kira-kira 50-60 cm.

Kemudian berikanlah pupuk dasar berbentuk pupuk kandang (pupuk kompos) sebanyak 15-20 ton/ha. Berikan pula pupuk ZA 375 kg, KCl 375 kg dan SP-36 250 kg untuk tiap-tiap hektarnya. Campurkanlah pupuk itu di atas bedengan serta aduk-aduk sampai merata dengan tanah di bedengan. Biarkanlah lahan itu selama kira-kira 2-4 hari.

Jika pH tanah yang akan dipergunakan untuk menanam melon ternyata kurang dari 5, berikanlah kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2 ton/ha. Minimal 2-3 hari sebelum pemupukan dadar dilakukan, campurkan dolomit atau kapur pertanian itu dengan tanah bedengan.

Selanjutnya bibit yang sudah disiapkan segera bisa ditanamkan. Setiap lubang tanam diisi dengan satu bibit. Lalu disiram supaya tidak layu sebab kekeringan. Alangkah baiknya penanaman dilakukan pada waktu sore hari ketika matahari tidak terlampau terik sinarnya.

Pemberian Ajir

Tanaman mesti disokong dengan ajir (tongkat bilah bambu) supaya memproduksi buah yang bagus. Ajir sepanjang 1,5 meter dipasang sebelum tanamannya tumbuh membesar. Umumnya sebelum tanaman berusia 3 hari sejak pertamakali ditanam. Ajir ditancapkan secara menyerong pada lubang tanam membentuk huruf X. Siapkanlah juga bilah bambu berukuran panjang yang diletakkan diantara silangan ajir-ajir itu secara horisontal lalu diikat pakai tali rafia.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secara teratur setiap sore sampai tanaman berumur 1 minggu. Seterusnya dilakukan penyiraman tiap 2 hari sekali. Saat musim hujan tidak boleh dibiarkan lahan tergenangi air.

Pemupukan

Pemupukan susulan dibutuhkan mulai tanaman berusia 1 minggu dengan cara disiramkan pada tanaman. Sebaiknya pupuk yang diberikan bentuknya cair, baik pupuk cair organik maupun pupuk kimia buatan. Jika pupuknya padat dapat dilarutkan terlebih dulu. Bila menggunakan pupuk kimia buatan maka diberikannya sebanyak 6 kali. Dosis pemupukannya adalah 200-250 ml/tanaman.

Penyerbukan Buatan

Saat musim hujan lakukanlah penyerbukan buatan pada waktu pagi hari (sebelum pkl 10) karena jika terlampau siang maka kuncup bunganya telah menutup atau sedikit layu. Penyerbukan buatan dilakukan pada bunga betina, khususnya bunga yang terdapat pada cabang ke-9  sampai ke-13. Minimal dapat ditumbuhkan 3-4 calon buah dalam satu pohon lalu dipilih kembali sehingga cukup 1-2 per pohon untuk dipelihara sampai panen.

Hama dan penyakit

Hama yang lazim mengganggu tanaman melon diantaranya tungau, ulat daun, lalat buah dan kutu daun. Sementara itu penyakit yang menyerangnya, seperti mosaik, busuk batang, busuk buah dan antraknosa.

Lakukan sanitassi kebun, pemupukan berimbang dan rotasi tanaman untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Jika terlanjur telah terkena hama dan penyakit maka semprot saja menggunakan pestisida yang cocok, baik pestisida organik atau sintetis.

Pemanenan

Melon siap dilakukan pemanenan sesudah berusia tiga bulan dengan ciri-ciri seperti sudah mengeluarkan aroma, warna kulitnya hijau kekuningan, permukaan kulit di sekitar tangkainya klihatan retak-retak, serat jala di permukaan kulitnya terlihat kasar dan jelas.

Sebaiknya buah melon dipetik pada taraf kematangan sekitar 90% atau kira-kira 3-7 hari sebelum benar-benar matang dengan cara memotong tangkai buahnya menggunakan gunting atau pisau. Tangkai dipotong menyerupai huruf T dimana bagian yang dipotong itu ialah yang menuju pada daun, bukannya pada buah. Sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi hari kira-kira jam 8-11. Lakukanlah pemanenan secara bertahap.

Demikianlah cara budidaya melon di pekarangan rumah. Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *