Cara Budidaya Mangga Mahatir di Kebun

Cara Budidaya Mangga Mahatir di Kebun

Urbanina.com – Mangga mahatir adalah jenis mangga asal Malaysia yang populer keistimewaannya. Mangga mahatir tergolong tanaman genjah jadi mudah berbuah. Yang sangat menonjol dari mangga mahatir ini yakni ukuran buahnya yang super jumbo, bijinya kecil dan daging buahnya tebal sekali. Daging buahnya terasa manis segar bikin kecanduan untuk mengkonsumsinya. Bobot mangga ini dapat mencapai 3 kg setiap buahnya. Lalu bagaimana cara budidaya mangga mahatir di kebun kita?

Mangga mahatir ini amat cocok dibudidayakan di kebun Anda. Disamping untuk dinikmati buahnya sekeluarga pula dapat dijual dengan harga yang relatif tinggi ketimbang buah lainnya. Menanam mangga ini memang amat dianjurkan karena di Indonesia termasuk umayan jarang, padahal tanaman mangga ini bisa produktif di tanah air kita. Seperti apa cara budidaya mangga mahatir di kebun kita?

Cara Budidaya Mangga Mahatir di Kebun []

Berikut ini cara budidaya mangga mahatir di kebun yang baik dan benar:

Pemilihan Bibit

Anda sebaiknya memilih bibit mangga dari hasil okulasi agar cepat berbuah. Jangan lupa untuk memilih bibit berkualitas unggul, sehat, berdaun hijau segar (tidak kering), batangnya kokoh, dan memiliki daun yang lebat.

Persiapan Penanaman

Tempat ideal untuk menanam mangga mahatir adalah pada daerah berketinggian 0-300 meter dpl yang memiliki curah hujan berkisar 750-2.250 mm/tahun dan bersuhu 240-270oC. Tetapi, tanaman ini pun masih dapat tumbuh hingga ketinggian 1.300 meter dpl. Selain itu lahan harus bebas dari rumput dan sampah, tanahnya gembur dengan banyak mengandung unsur hara, lahan terkena langsung sinar matahari.

Persiapan Lahan

Anda harus membuat lubang tanam dengan menggunakan alat seperti cangkul. Lubang yang digali/dibuat memiliki ukuran 50 x 50 x 50 cm. Tanah hasil galian dicampurkan dengan pupuk kandang/kompos dan sekam agar tanaman banyak mengandung nutrisi serta dimanfaatkan untuk menutup lubang tanam.

Sesudah lubang tanam dibuat lalu dibiarkan terlebih dahulu kira-kira 2-3 hari supaya terkena sinar matahari sehingga bakteri jahat yang terdapat pada lubang tanam tersebut bisa mati.

Penanaman

Bibit mangga yang telah siap, lalu dipindahtanamkan ke tempat/lahan penanaman. Pangkal bibit diletakkan pada lubang tanam. Bibit mangga mesti diletakan tegak lurus supaya posisinya tidak miring.

Bila pangkal bibit telah diletakkan pada lubang tanam sebaiknya segera tutup dengan campuran tanah, kompos, dan sekam yang telah disiapkan sebelumnya. Tutupi hingga rata dan padatkan sedikit pada penutup lubang tanamnya agar bibit tidak gampang roboh.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secukupnya sehabis menanam secara menyeluruh ke semua bagian tanaman dan media tanam sampai meresap. Beri ajir dari belahan bambu sepanjang 1,5 meter pada tanaman baru untuk menahan tanaman baru supaya tidak gampang roboh dan posisinya berubah.

Pemupukan

Lakukan pemupukan yang rutin dan teratur 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK buah (20 butir), pupuk kandang/kompos (1 kg), dan 1 sdt POC BMW.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Hama yang kerap mengganggu tanaman mangga adalah codot, thrips, tungau, kepik mangga, lalat buah, bisul daun, penggerek buah, ulat philotroctis, penggerek pucuk, dan wereng. Hama-hama tersebut dapat diatasi dengan pemakaian insektisida hayati ANTILAT sebanyak 4-5 hari sekali dan dosisnya 4 tutup botol/17 liter air.

Sedangkan penyakit yang kerap mengganggu tanaman mangga adalah penyakit blendok, penyakit antraknose, kudis buah, bercak karat merah, cendawan jelaga, penyakit diplodia  kargleosporium, Penanggulangannya kita dapat menyemperotkan fungisida hayati NOPATEK sebanyak 4 hari sekali, dosisnya tutup btl per/17 ltr air.

Pemanenan

Tanaman mangga mahatir dari hasil okulasi/sambungan dapat berbuah kira-kira pada usia 1,5 tahunan, sedangkan dari biji kira-kira 3 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *