Cara Budidaya Mangga Kelapa yang Berprospek Baik

Urbanina.com - Mangga kelapa bobotnya bisa mencapai 1 kg. Mangga yang memiliki ukuran spesial ini diperkirakan asalnya dari daerah Medan (Sumatera Utara). Buahnya mempunyai bentuk bulat mirip apel dan warnanya hijau. Daging buahnya cukup tebal, teksturnya empuk tidak ada seratnya, dan mengandung banyak air. Rasa buahnya manis sekaligus segar. Bijinya cukup kecil ketimbang ukuran buahnya. Mangga ini sanggup menghasilkan buah sepanjang tahun. Varietas mangga ini memiliki prospek relatif baik untuk bahan utama industri produksi sari buah atau produk olahan lainnya sebab daging buahnya cukup banyak. Sayangnya, mangga jenis ini kurang terkenal sebab tergolong langka dan belum banyak yang tahu cara budidaya mangga kelapa yang berprospek cerah ini. Cara budidaya mangga kelapa termasuk mudah. Tanaman mangga biasanya diperbanyak dengan cara okulasi, meskipun bisa juga dengan cara sambung pucuk dan dicangkok. Untuk batang bawahnya dipergunakan semai mangga bapang, cengkir, dan madu. Pemakaian bibit tanaman dari biji tidak diperbolehkan, selain untuk batang bawah. Cara Budidaya Mangga Kelapa [ ] Pembuatan bibit tanaman mangga (semaian dan okulasi) umumnya langsung diadakan di kebun. Lantas dipindahkan ke dalam polybag sesudah tinggi tunasnya kira-kira 20 cm. Bibit tanaman mangga ditanam di dalam lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm dan jarak tanamnya 8 - 12 meter. Tiap-tiap lubang diisi pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 1-2 blek bekas minyak tanah sekitar 20 kg. Bibit tanaman dari hasil okulasi tersebut ditanam pada lahan setelah tinggi bibit mencapai 75 cm. Pupuk buatan yang diberikan berbentuk campuran KCl (150 gr), TSP (500 gr), dan urea (200 gr) setiap tanaman. Dalam cara budidaya mangga kelapa ini pemberian pupuk dilakukan sebanyak 4 kali dengan jeda 3 bulan. Jumlahnya bertambah disesuaikan dengan usia tanaman. Sesudah tinggi bibit mencapai 1 meter, bibit dipotong pada perbatasan bidang pertumbuhan supaya bisa memiliki cabang banyak. Cabang yang disisakan sebanyak 2-3 tunas setiap cabangnya. Pemangkasan diulang sesudah cabang baru panjangnya mencapai 1 meter, begitu seterusnya sampai didapat susunan 1-3-9 cabang. Pada cara budidaya mangga kelapa, hama yang sering meresahkan petani/pembudidaya adalah kumbang cicade (Idiocerus niueosparsus) dan penggerek batang (Cryptorrhynchus sp). Hama ini amat merusak bunga mangga sampai berjatuhan. Selain itu ada juga hama wereng yang menimbulkan produksi mangga sedikit. Hama-hama ini bisa ditanggulangi dengan semprotan insektisida melalui infus untuk mencegah dampak buruk pada kumbang penyerbuknya. Sementara itu penyakit yang sering mengganggu tanaman mangga kelapa antara lain mati pucuk, penyakit blendok dan penyakit Botryodiplodia yang membuat buah mangga mudah membusuk pada daerah pangkalnya. Serangan penyakit-penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan larutan lisol (sebanyak 20-50%) atau benlate (sebanyak 0,3%) pada luka yang sebelumnya sudah dibersihkan terlebih dahulu. Pada umumnya mangga kelapa dipanen sesudah buahnya benar-benar tua yang ditandai dengan warna kulit buahnya mulai menjadi kuning dan bagian pangkal buahnya sudah melembung secara merata. Panen dilakukan sekitar 4-5 bulan setelah bunganya mekar. Panen biasanya dilakukan pada bulan September - Desember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *