Cara Budidaya Kecipir di Dalam Polybag

Cara Budidaya Kecipir di Dalam Polybag

Urbanina.com – Kecipir merupakan tanaman merambat dari family polong-polongan atau fabaceae/leguminosae. Daun muda dan buah dari tanaman yang dalam bahasa ilmiah disebut Psophocarpus tetragonolobus ini dimanfaatkan untuk bahan olahan masakan. Pasalnya daun dan buahnya itu kaya akan serat dan vitamin. Tanaman ini tidak sulit untuk dibudidayakan, baik di lahan sawah yang luas atau di pekarangan rumah yang sempit. Bagaimana dengan cara budidaya kecipir di dalam polybag, mudah ataukah sulit?

Cara budidaya kecipir di dalam polybag ini dapat dilakukan di halaman atau pekarangan rumah dengan menanamkan bibit kecipir di dalam polybag lalu diatur sedemikian rupa supaya nampak indah. Di samping berfungsi sebagai tumbuhan hijau atau hiasan, budidaya kecipir di dalam polybag dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga akan bahan sayuran atau bahkan dijual untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Cara Budidaya Kecipir di Dalam Polybag [ ]

Berikut ini urbanina sajikan cara budidaya kecipir di dalam polybag untuk Anda jadikan referensi.

Bahan dan Alat

Bahan dan alat-alat yang perlu dipersiapkan, diantaranya:

  • Polybag dengan tinggi 30 cm dan diameter minimal 20 cm.
  • Pupuk kompos yang sudah matang/bokashi.
  • Bibit kecipir yang berasal dari buah kecipir tua di pohon dan dikeringkan atau membelinya di toko pertanian. Sebaiknya pilihlah bibit dari varietas yang genjah dan bagus.
  • Ajir/lanjaran untuk sarana merambat supaya tumbuh ke atas dan mempermudah perawatan.
  • Bahan dan alat yang lainnya yaitu obat antihama, gembor, sekop kecil, air, dan selang.

Penanaman

  • Campurkan kompos/bokashi dan tanah dengan komposisi 2:1 lalu berikan Furadan guna mencegah hama yang berasal dari tanah. Semuanya diaduk hingga merata. Kemudian dimasukan ke dalam polybag.
  • Media tanam berupa campuran kompos/bokashi dan tanah disiram hingga basah merata. Kemudian biji kecipir dibenamkan sedalam 3 cm. Setiap polybag diisi dengan 3 biji menyebar dan tutupi dengn tanah.

Perawatan

  • Lakukan penyiraman secukupnya setiap hari pada pagi ataupun sore hari.
  • Lakukan penyiraman menjadi 2 hari sekali setelah tumbuh tanaman dari biji semai dengan jumlah air yang lebih banyak, sesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
  • Lakukan penyiraman setiap sehabis dilakukan pemupukan supaya pupuknya mudah larut dan meresap ke pori-pori atau akar tanaman.
  • Lakukan penyiangan sebanyak 10 hari sekali atau jika rumput/tanaman liar pengganggu (gulma) sudah tumbuh. Caranya dengan mencabutnya hingga ke akar-akarnya supaya tidak menghambat pertumbuhan tanaman.
  • Lakukan pemupukan pertama pada umur dua minggu, lalu 4 minggu.
  • Lakukan pemupukan 10-14 hari sekali jika sudah menghasilkan buah dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 1 sdm buat tanaman yang kecil. Jika sudah tumbuh dan berkembang ditambahkan lagi pupuknya sesuai keperluan dan juga bokashi.
  • Gunakanlah pupuk organik cair, namun waktu pemupukannya menjadi 1 minggu sekali.
  • Lakukan penyiraman hingga pupuk larut sesudah pemupukan dilakukan.
  • Lakukan pemasangan ajir/lanjaran yang kokoh pada umur 2 minggu supaya tanaman tumbuh ke atas dan rapi teratur..

Penanggulangan  Hama dan Penyakit

  • Lakukan pemetikan daun yang terkena hama dan penyakit dan pembuangan telur dan ulat daun supaya tak menyebar.
  • Gunakanlah pestisida organik/hayati ramah lingkungan supaya daun dan buahnya sehat dikonsumsi.

Panen

  • Buah kecipir muda bisa dipetik/dipanen sejak berumur 2,5-3 bulan (bergantung pada varietas dan perawatannya).
  • Lakukan pemetikan 3-4 hari sekali dan dapat hidup hingga 12 bulan.
  • Jika buah kecipir yang tertinggal di pohon dibiarkan hingga tua dan kering bisa digunakan untuk bibit tanaman.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *