Cara Budidaya Katuk Di Pekarangan Rumah

Cara Budidaya Katuk Di Pekarangan Rumah

Urbanina.com – Tidak selalu pekarangan rumah ditanami dengan tanaman hias yang telah terkenal. Kadangkala yang dipilih untuk menjadi penghuninya justru malahan tanaman yang terkesan biasa-biasa saja dan asing seperti tanaman katuk. Pasalnya tanaman katuk mempunyai banyak potensi dan manfaat. Lalu, bagaimana cara budidaya katuk di pekarangan rumah agar hasilnya maksimal?

Siapa sih yang tidak kenal dengan tanaman katuk? Tanaman yang mempunyai nama ilmiah  Sauropus androgynus ini memang mempunyai banyak kegunaan dan nyaris setiap bagiannya bisa digunakan, diantaranya untuk pewarna alami, menyembuhkan luka, mengatasi sembelit, mengobati frambusia dan pelancar ASI. Saat ini diketahui ada dua macam tanaman katuk, yaitu katuk merah yang masih banyak ditemui di hutan-hutan dan katuk hijau yang sekarang dibudidayakan banyak orang di pekarangan rumah sehingga Anda pun wajib mengetahui cara budidaya katuk di pekarangan rumah jika berencana suatu saat ingin mencoba membudidayakannya.

Cara Budidaya Katuk di Pekarangan Rumah [ ]

Berikut urbanina bagikan cara budidaya katuk di pekarangan rumah secara vegetatif.

Pemilihan Bibit

  • Bibit/tunas katuk dipilih dari tanaman katuk yang tidak cacat, segar, bebas hama, dan sehat. Umur induk bibit/tunas katuk kira-kira 6-12 bulan.
  • Siapkanlah polybag. Campurkan pupuk kompos/pupuk kandang dan tanah dengan proporsi 1 : 1 untuk media tanam.
  • Media tanam dimasukkan ke dalam polybag. Sesuaikan dengan kebutuhan.
  • 1 – 2 batang bibit/tunas kantuk ditancapkan pada media tanam di polybag.
  • Bibit itu disiram dua kali sehari (pagi dan siang hari) sampai media tanam terlihat lembab (cukup air).

Penanaman

  • Siapkanlah lahan, bersihkan lahan dari rumput/gulma lainnya dan gemburkan dengan memakai cangkul.
  • Buatlah lubang persegi berukuran 30 x 30 x 30 cm.
  • Lubang itu diberi pupuk kandang kering hingga sepertiga lubang tanam.
  • Bibit tanaman katuk dimasukkan pada lubang dan tutup dengan tanah.
  • Tanaman disiram dengan rutin selama dua bulan.
  • Penyiraman pada tanaman katuk mulai dikurangi sejak tanaman katuk berumur lebih dari dua bulan sebab tanaman katuk dapat tumbuh dimana saja asalkan unsur haranya terpenuhi.

Penyulaman

Lakukan penyulaman saat tanaman katuk berumur 3-4 minggu setelah tanam, gantilah tanaman katuk yang tumbuhnya tak sesuai harapan dengan bibit katuk yang baru.

Penyiangan

Penyiangan mesti dilakukan saat kelihatan terdapat gulma tumbuh di sekeliling tanaman ataupun  di bagian lahan.

Penggemburan Tanah

Penggemburan dilakukan di bagian sekeliling akar, namun hati-hati supaya tidak mengenai akar tanaman katuk.  Penggemburan tanah dilakukan guna mempermudah sistem aerasi dan sirkulassi oksigen di dalam tanah sehingga tanaman jadi lebih sehat.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan cara teratur mempergunakan air yang bersih.

Pemupukan

Pemupukan mempergunakan dua jenis pupuk, yakni pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair yang digunakan adalah dari hasil fermentasi air kencing/kotoran ternak. Caranya dengan menyemprotkan pada akar-akar kantuk supaya meningkat kualitas panennya. Sementara itu pupuk padat yang digunakan boleh dari pupuk kandang, seperti kotoran entok/ayam/itik, sebab berisi unsur hara kalium (K) dan nitrogen (N) yang tinggi sehingga menjadikan tanaman lebih lebat dan hijau.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Biasanya hama dan penyakit yang sering mengganggu tanaman katuk adalah wereng hitam, jamur, dan ulat hijau. Apabila yang menyerang tanaman katuk tersebut berupa ulat hijau maka Anda dapat mengatasinya dengan cara mengambil dan mematikannya secara manual dengan menggunakan tangan.

Pemanenan

Panen daun katuk bisa dilakukan sesudah berumur 8-15 bulan setelah tanam, tergantung kualitas bibit, pH tanah, suhu dan sinar matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *