Cara Budidaya Jeruk Purut Dalam Pot (Tabulampot)

Cara Budidaya Jeruk Purut Dalam Pot (Tabulampot)

Urbanina.com – Jeruk purut banyak tersebar di pelbagai penjuru Indonesia. Tidak cuma petani jeruk saja yang membudidayakannya, namun sangat banyak ditemui di halaman-halaman rumah untuk memenuhi kebutuhan dapur, penyejuk rumah maupun hiasan. Pasalnya tanaman jeruk purut  ini gampang tumbuh dan dibudidayakan oleh siapapun. Cara budidaya jeruk purut dalam pot juga terbilang mudah dilakukan.

Sesungguhnya peluang bisnis budidaya jeruk purut bisa menjadi peluang usaha yang relatif menjanjikan. Tetapi cara budidaya jeruk purut dalam pot yang belum diketahui banyak orang membuat peluang ini tidak terbaca secara baik oleh masyarakat. Padahal banyak perusahaan yang bahan baku produksinya membutuhkan bahan utama jeruk purut.

Cara Budidaya Jeruk Purut Dalam Pot [ ]

Beberapa bahan yang dibutuhkan dalam cara budidaya jeruk purut dalam pot yaitu :

  • Sediakan pot yang berukuran sedang berdiameter kira-kira 25 cm dan tinggi 30 cm atau mempergunakan kaleng/ember plastik bekas cata dimana di bagian bawahnya mesti diberi lubang untuk drainase.
  • Persiapkan kompos. Kompos memiliki kandungan unsur-unsur (zat) lebih lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman sehingga tanaman akan mudah tumbuh.
  • Bibit jeruk purut. Pilihlah bibit dengan tinggi sedikitnya 30 cm, terlihat sehat, batangnya kokoh dan bakal cabangnya baik. Bibit dapat dibeli di tempat-tempat pembibitan atau toko pertanian.
  • Sekop kecil, selang, furadan, air.

Penanaman

Tanah dan kompos dicampur dengan proporsi 1:1. Kemudian tambahkan furadan sebanyak 2-3 sendok makan, sesuaikanlah dengan besar-kecilnya pot. Setelah itu diaduk-aduk dengan cangkul /sekop kecil hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam pot dan disiram dengan air hingga basah merata.

Selanjutnya buat lubang pada tanah di pot atau polibag untuk penanaman jeruk Purut, sebelumnya siram dengan air sampai basah merata ,masukkan bibit jeruk purut dan buang plastik polibag usahakan agar tanah tidak terlepas caranya : balikkan bibit jeruk purut kemudian tarik perlahan plastik polibag keatas ,kemudian balik dengan cepat saat memasukkan ke lubang penanaman.kemudian tutup dengan tanah dan rapatkan ,bila perlu pasang ajir atau tajuk agar jeruk Purut tidak bergeser.

Perawatan

  • Lakukan penyiraman setiap hari pada waktu pagi hari atau sore hari bila tanamannya masih baru. Berikutnya jika tanaman sudah tumbuh maka penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali atau jika dibutuhkan saja dan sesudah dilakukan pemupukan.
  • Tiga minggu sesudah tanam lakukan pemupukan pertama dengan menggunakan pupk NPK atau pupuk organik cair. Bisa juga menggunakan vetsin sebanyak 1 sendok makan lantas disiramkan sampai masuk ke dalam tanah.
  • Pemupukan berikutnya sekitar 1-1,5 bulan kemudian dengan menggunakan pupuk yang sama, namun tambahkan takarannya jika tanaman jeruk purutnya sedang tumbuh berkembang.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada umumnya hama yang suka menyerang tanaman jeruk purut ialah cabuk (kutu hitam), kutu putih, dan ulat. Cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan memetik dan membuang daun yang terserang kutu hitam, kutu putih dan ulat atau mempergunakan insektisida hayati.

Sementara itu penyakit-penyakit yang menyerang tanaman jeruk purut diantaranya  busuk buah, layu dan bercak daun. Beberapa penyakit ini dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida hayati supaya buah/daun tidak membahayakan ketika di konsumsi.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *