Cara Budidaya Jamur Tiram Skala Rumahan

Cara Budidaya Jamur Tiram Skala Rumahan

Urbanina.com – Jamur kayu adalah salah satu jenis jamur yang bisa dimakan yang sering dikonsumsi masyarakat luas. Jamur ini mempunyai rasa khas dan mengandung nutrisi yang tinggi. Jamur bisa disantap sebagai sayuran dan bisa pula diolah jadi penganan, seperti kerupuk dan keripik. Jamur tiram atau disebut Pleurotus sp dalam bahasa Latinnya merupakan salah satu jenis jamur kayu yang banyak digemari masyarakat sehingga mereka pun membudidayakannya. Seperti apa cara budidaya jamur tiram yang dapat kita lakukan?

Budidaya jamur tiram mempunyai sejumlah keuntungan. Jamur ini memiliki kandungan protein sebanyak 31%, termasuk asam amino esensial yang diperlukan oleh manusia. Limbah pertanian dari budidaya jamur tiram pun bisa diolah sebagai pupuk penggembur tanah. Berbagai cara budidaya jamur tiram telah dikembangkan di Indonesia, salah satunya mungkin cocok untuk Anda praktekkan.

Cara Budidaya Jamur Tiram Skala Rumahan [ ]

Berikut ini tahapan cara budidaya jamur tiram yang sudah banyak dilakukan masyarakat.

Persiapan

Sebelum melakukan budidaya jamur tiram Anda perlu mempersiapkan rumah jamur dan media bibit induknya terlebih dulu.

Pembuatan Rumah Jamur

Ukuran rumah jamur (kumbung) dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya disesuaikan dengan banyaknya log/substrat tanam yang akan ditanam nanti. Sebagai patokan, untuk budidaya kira-kira 500-1000 buah log/substrat tanam dibutuhkan luas bangunan berukuran 6 x 4 x 4 meter. Bangunan kumbung bisa dibuat dari bambu atau kayu. Lantainya dari batako (bata merah) dan beratap genting serta dindingnya terbuat dari bilik.

Pembuatan Media Bibit Induk

  • Sediakan biji-bijian atau campuran serbuk kayu gergaji albasia dan biji millet dengan proporsi l:l.
  • Cuci dan rebus bahan-bahan tersebut selama 30 menit dengan panci (pressure cooker).
  • Sesudah bahan itu ditiriskan lalu tambahkan bekatul (vitamin B kompleks) 15%, gypsum (CaSO4) 1% dan kapur (CaC03) 1%. Tambahkan air sampai pH 7 dan mencapai kadar airnya 45-60%.
  • Masukkan bahan itu ke dalam botol susu atau baglog polipropilen sebanyak 50-60% lalu disumbat pakai kapas/kapuk dan ditutup dengan alumunium foil (kertas koran).
  • Lakukan sterilisasi dengan autoclave (suhu 121°C, tekanan 1 lb) selama dua jam atau pasteurisasi pada suhu 95°C selama 8 jam.
  • Lakukan inokulasi menggunakan bibit sebanyak 2-3 koloni miselium setiap botol bibit sesudah suhu di media bibit turun hingga suhu kamar yang dilakukan di dalam laminar.
  • Masukkan ke dalam ruang inkubasi selama 15-21 hari dengan suhu 22-28°C.
  • Kocoklah baglog/botol berisi bibit (spawn) setiap 3 hari supaya miselium bibit jamur bisa tumbuh cepat dan merata, tidak mengeras dan menggumpal.
  • Sesudah miselium jamur tumbuh merata dan seragam hingga menutupi media bisa dipergunakan sebagai bibit induk serta bisa diletakkan dalam lemari pendingin dengan suhu 4°C. Simpanlah selama 1 tahun jika tidak akan langsung digunakan.

Penanaman Jamur Tiram

  • Rendam serbuk kayu gergaji albasia sekitar 12 jam lamanya.
  • Tiriskan serbuk gergaji hingga airnya tidak ada dengan ayakan besar (saringan kawat).
  • Tambahkan air bersih, gypsum (CaSO4) 2%, dan kapur (CaCO3) 2%, lalu diaduk sampai kadar air substratnya ber-pH 7 dan mencapai 65%.
  • Masukkan subtrat itu ke dalam baglog lalu dipadatkan serta dilubangi dan pada bagian tengahnya diberi cincin dari paralon. Kemudian ditutupi dengan kapas (kertas minyak).
  • Lakukanlah langkah 1-3 di hari yang sama.
  • Media itu disterilisasi/dipasteurisasi 1 hari kemudian dengan cara menyimpannya di dalam kamar uap (drum) selama 8 jam pada suhu media 95°C.
  • Lakukanlah inokulasi substrat di dalam laminar sesudah suhu baglog turun hingga suhu kamar. Gunakan bibit sebanyak 10-15 g/kg.
  • Baglog yang sudah diinokulasi menggunakan spawn diinkubasi di dalam rumah jamur. Jagalah ruang inkubasi supaya selalu bersih dan kering dengan suhu 22-28°C minus cahaya. Inkubasi dilakukan selama 15-30 hari.
  • Setelah 7-15 hari Cincin dan baglog dibuka sesudah 7-15 hari.
  • Lakukan penyiraman pada rumah jamur dengan air bersih sesudah timbul bakal tubuh buah supaya jamur bisa tumbuh.
  • Jaga suhu rumah jamur pada 16-22°C dan kelembabannya pda 80-90%.

Pemanenan

Panen jamur tiram bisa dilakukan 2 hingga 3 kali dalam seminggu atau dalam waktu 3 bulan lebih dari 9 kali, bergantung pada cara pemeliharaan/penyiraman jamurnya juga kebersihan kumbungnya.

Jamur tiram sebaiknya disimpan pada suhu 1-5°C dan disemprot dengan larutan Na-bisulfat 0,1 – 0,2% supaya kesegarannya bisa dipertahankan atau diawetkan dengan pemberian senyawa kimia, seperti  K-bikarbonat dan K-meta-bisulfida, K-bikarbonat, sulfida, asam nitrat, dan garam dapur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *