Cara Budidaya Jambu Mutiara Hasil Optimal

Cara Budidaya Jambu Mutiara Hasil Optimal

Urbanina.com – Jambu mutiara termasuk jenis jambu yang baru sehingga masih sedikit petani yang membudidayakan jambu unggulan ini dengan cara besar-besaran. Sementara itu permintaan pasar terhadap jambu yang memiliki rasa seperti buah apel ini telah lumayan besar. Menilik keistimewaan yang dimiliki jambu mutiara ini  menjadi peluang usaha di bidang pertanian yang relatif menguntungkan untuk Anda jalani. Tapi, bagaimana cara budidaya jambu mutiara agar hasilnya sesuai harapan?

Buah yang kaya akan vitamin C ini bisa dibudidayakan, baik di daerah berdataran rendah maupun dataran tinggi. Tetapi tidak cocok jika ditanam di tepi laut sebab tanaman ini tidak tahan terhadap rasapan air asin. Alangkah baiknya tanaman ini ditanam pada daerah dengan ketinggian antara 500-1200 meter dpl. Tetapi bila ditanam di daerah dengan suhu yang relatif dingin dapat mengganggu perkembangan buah. Suhu ideal untuk jambu ini kira-kira 23-28 derajat dengan taraf curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun.

Cara Budidaya Jambu Mutiara

Jarak tanam yang ideal untuk jambu mutiara ini yaitu pada jarak 2-3 meter antartanaman. Jadi bila ditanam pada lahan seluas 1 ha dapat ditanami antara 800-1100 pohon. Melakukan budidaya jambu mutiara dapat menggunakan bibit dari hasil cangkok ataupun okulasi. Bibit dari hasil cangkok umumnya lebih cepat berbuah tetapi tanaman akan lebih mudah mati dan kurang kuat sebab akarnya serabut sehingga harus ditopang dengan kayu. Lain halnya dengan bibit hasil dari okulasi, walau memerlukan waktu lebih lama untuk menghasilkan buah, tetapi umur tanamannya dapat lebih lama dan lebih kuat sebab memiliki akar tunggang. Lalu, cara budidaya jambu mutiara itu seperti apa?

Berikut ini uraian singkat cara budidaya jambu mutiara sebagai bahan rujukan.

Lahan diberikan pupuk kandang sebanyak 2 ton per hektar sebelum ditanami bibit. Kemudian bibit ditanam pada jarak 3 × 3 meter. Pada bulan keempat diberi pupuk KCL atau probiotik guna memicu pembungaan dan pembuahan. Tanaman jambu mutiara dapat tumbuh sampai mencapai tinggi 6 meter. Pada tiap-tiap 2-3 bulan dilakukan pemangkasan tajuk atas supaya tanaman tumbuhnya ke samping.

Sementara itu hama yang umum mengganggu tanaman ini  diantaranya semut, ulat daun bulu, dan belalang. Untuk menanganinya dapat diberikan insektisida, seperti Curacron sebanyak 10 ml ( 1 tutup botol) yang diencerkan di dalam 4 liter air. Untuk belalang umumnya akan menghilang saat dilakukan penyemprotan. Adapun penyakit yang mengganggu umumnya terjadi saat musim penghujan berbentuk jamur yang menimbulkan karat batang. Hal ini dapat ditangani dengan pemakaian fungsida, seperti Decis atau Antracol. Dalam lahan perkebunan lebih baik dilakukan penyemprotan 1 bulan sekali atau disemprot 1 minggu sekali dengan cara bergantian saat terserang.

Jambu  mutiara telah dapat dipanen sesudah 7 bulan  setelah tanam dengan ukuran jambunya 300-800 gram. Ukuran jambu yang sangat disukai ialah 500 gram per buah. Pada tahun pertama panen satu tanaman dapat menghasilkan buah sampai 50 kg per tahun dan bertambah pada tahun kedua sampai 100 kg per pohon per tahun.

Melihat dari sisi pemasaran, 1 kg jambu mutiara dijual dengan harga Rp.12.000 di tingkat pembudidaya/petani, dan Rp.15.000 di toko (swalayan). Permintaan pasar terhadap  jambu mutiara ini sangatlah tinggi. Dari satu toko buah saja dapat meminta sekitar  50 kg buah per hari. Selama ini pemasarannya memang masih terbatas di sekitar pulau Jawa saja sehingga masih terbuka peluang untuk daerah-daerah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *