Cara Budidaya Buah Tin Agar Hasilnya Maksimal

Urbanina.com - Buah paling sehat di muka bumi memang gelar yang sangat tepat disandang oleh buah tin. Pasalnya buah tin mengandung vitamin dan mineral yang hampir mendekati sempurna sehingga buah surga ini amat baik dikonsumi menjadi makanan sehat yang dapat menambah kesehatan tubuh. Saat ini buah tin dapat ditanam di Indonesia. Akan tetapi, bagaimana cara budidaya buah tin yang tepat agar hasilnya maksimal? Cara budidaya buah tin terbilang relatif mudah dan waktu yang dibutuhkannya pun tidak terlalu lama. Dalam tempo 2-3 bulan Anda telah bisa memanen bagian daunnya untuk dibuat menjadi teh. Dalam hitungan 6 bulan tanaman tin telah mulai mengeluarkan buah dan pada bulan yang ke-8 Anda telah benar-benar dapat memanen buah tin ini. Cara Budidaya Buah Tin Agar Hasilnya Maksimal [] Pemilihan Bibit Bila Anda memang seorang pemula disarankan supaya Anda membeli bibit tanaman tin dengan ciri-ciri seperti berikut:
  • Pilih bibit tanaman tin yang telah full sun full rain supaya lebih tahan dan tingkat kelangsungan hidupnya di atas 90%.
  • Tidak boleh membeli bibit tanaman tin berbentuk potongan kayu (cutting) sebab risiko tumbuh dan matinya tinggi. Demikian juga dengan bibit yang baru selesai diturunkan dari hasil percangkokan.
  • Pilihlah bibit yang sehat yang dicirikan dengan warna daunnya yang hijau dan jarak antarmata tunasnya bertumpuk dan tidak rapat.
  • Pilihlah jenis tanaman tin yang telah terbukti genjah dan adaptif di Indonesia, seperti Tena, Brown Turkey, dan Green Yordan.
Sesudah Anda mendapatkan bibit yang baik, langkah selanjutnya dalam cara budidaya buah tin ialah menanam bibit tersebut di lahan atau tanah, baik di pekarangan rumah atau kebun. Bila bibitnya adalah bibit FSFR dapat ditanam secara langsung di lahan terbuka sesudah 3 hari disegarkan di rumah terlebih dulu. Media Tanam dan Pemupukan Media tanam yang digunakan dapat berupa campuran kotoran kambing, sekam bakar dan kompos dengan rasio perbandingannya 1:1:2. Anda juga dapat melakukan percobaan dengan memakai perbandingan media tanam yang lainnya. Perawatan Sesudah bibit ditanam tinggal melakukan perawatan secara teratur yang sebetulnya tidak demikian rumit. Diantaranya, penyiraman tidak boleh dilakukan terlalu sering karena media tanamnya akan terlampau basah akibatnya jamur dan bermacam-macam penyakit lebih gampang berkembang biak sehingga tanaman tin dapat terkena penyakit busuk akar dan akhirnya mati. Untuk pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Jika kebunnya tidak demikian luas sebaiknya dilakukan pemupukan secara manual saja dengan menggunakan pupuk organik, NPK atau AB Mix. Anda telah dapat melakukan pemanenan daun pada bulan kedua. Pada bagian tanaman yang tidak diperlukan, seperti cabang dan daun dilakukan pemangkasan atau pruning. Daun tersebut janganlah dibuang karena dapat dibuat teh. Tanaman umumnya telah tumbuh melebihi 2 meter sesudah tanaman tin berusia 3 bulan dengan timbulnya banyak cabang. Alangkah baiknya Anda fokus pada buah dan jangan tergoda untuk mencangkok pada cabangnya. Pasalnya jika tanaman tin dicangkok untuk membuat bibit maka hormon untuk menghasilkan buah akan tertekan oleh hormon untuk membuat akar. Demikian tadi bahasan tentang cara budidaya buah tin agar hasilnya maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *