Cara Budidaya Alpukat dengan Generatif dan Vegetatif

Urbanina.com – Alpukat atau avocado yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Persea americana merupakan salah satu jenis buah yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Rasa buahnya yang nikmat dan kandungan nutrisinya yang relatif tinggi menjadikan buah ini digemari dan dibudidayakan banyak orang. Tahukah Anda cara budidaya alpukat secara generatif dan vegetatif?

Pembibitan

Cara budidaya alpukat bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok/okulasi).

Cara Budidaya Alpukat Secara Generatif dan Vegetatif []

Cara Generatif

Buah alpukat dibelah dan bijinya diambil lalu biji alpukat dijemur kira-kira 3 jam. Setelah itu diangkat dan diletakkan di tempat yang teduh. Biji itu disemai di dalam polibag semaian hingga bibit memiliki tinggi kira-kira 1 meter. Bibit alpukat tersebut bisa segera dipindahkan ke lahan tanam yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Cara Vegetatif

Pohon alpukat yang dipergunakan untuk bibit cangkokan sebaiknya diambil dari pohon yang benar-benar mempunyai asal-usul yang baik, seeprti ukurannya, rasanya, ketahanan pada hama dan penyakit, dll. Pencangkokan yang dilakukan secara baik dan benar akan menghasilkan perakaran serta bibit yang baik. Untuk itu pilih cabang pohon alpukat yang kelihatan subur, jumlahh cabang-cabang barunya cukup, dan umurnya pun cukup.

Bagian pangkal cabang (kira-kira 3 cm dari cangkokan) dipotong sesudah cangkokan berakar dan dimasukkan ke dalam polibag untuk disemaikan dengan terlebih dulu melepaskan penutup cangkokan. Bibit diletakkan di tempat yang terlindung dan lakukanlah penyiraman. Bibit hasil cangkokan dibiarkan untuk melakukan adaptasi dan membuat bayak akar sebelum dipindahkan ke lahan tanam yang tetap.

Apabila Anda ingin pohon alpukat dari hasil persemaian biji bisa cepat berbuah, maka lakukanlah sambung pucuk (okulasi) dengan memilih tunas dari pohon alpukat yang telah menghasilkan buah untuk batang atasnya dan batang bawah memakai pohon alpukat hasil  dari persemaian biji.

Lubang Tanam

  • Lubang tanam alpukat dibuat seluas 60 x 60 cm dan dalamnya 60-80 cm.
  • Bila menanam bibitnya dari hasil cangkok sebaiknya membuat lubang tanam yang cukup lebar, tetapi bila bibitnya dari biji lebih baik membuat lubang yang dalam.
  • Lubang tanam yang sama dibuat dengan jarak antar lubang 6 x 6 m supaya menyediakan ruang tumbuh yang cukup untuk pohon alpukat.
  • Lubang diisi dengan pupuk kandang hingga 2/3 bagian terisi.
  • Sebelum ditanami lubang dibiarkan selama 3-4 minggu supaya pupuk kandang masuk ke dalam tanah.

Penanaman

Bibit dipindahkan ke lubang tanam tetap yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Plastik polibag dibuka pelan-pelan supaya tanah yang ada di polibag semaian tidak rusak. Bibit dimasukkan ke lubang tanam dan ditutup dengan tanah sisa yang terdapat di sekeliling lubang tanam. Sesudah semua bibit ditanamkan pada lubang-lubang yang sudah disediakan, maka dilakukan penyiraman.

Perawatan

Perawatan yang perlu dilakukan dalam cara budidaya alpukat antara lain pemangkasan, pemupukan, penyulaman, dan penyiangan. Penyiangan terhadap rumput-rumput atau gulma-gulma di sekitar tanaman harus dilakukan, khususnya ketika pohon alpukat baru saja ditanam (masih kecil) karena bila tanaman telah besar biasanya rumput liar akan sedikit yang tumbuhnya lantaran terlindungi oleh rindangnya pohon alpukat itu sendiri.

Pemanenan

Pada umur 10-15 tahun umumnya pohon/tanaman alpukat akan mulai mengeluarkan buah bila ditanamnya dengan biji. Namun bila ditanamnya secara vegetatif umumnya akan menghasilkan buah pada usia 5-8 tahun, bergantung pada perawatan yang dilakukannya. Alpukat dipanen dengan cara memotong tangkai buahnya memakai gunting atau pisau tajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *