Jenis Tanaman Aquaponik untuk dibudidayakan

Jenis Tanaman Aquaponik untuk dibudidayakan

urbanina.com – Sistem akuaponik merupakan solusi bagi mereka yang ada didaerah yang minim lahan atau tidak memiliki lahan yang luas untuk budidaya ikan maupun tanaman. Sistem akuaponik ( kombinasi sistem hidroponik dengan akuakulture )yang saat ini banyak dietrapkan oleh para petani memiliki banyak keuntungan dan kelebihan yang menjadi alasan penggunaan sistem ini. Tidak hanya berfokus pada budidaya ikan, sistem akuaponik yang merupakan gabungan antara aquakultur dan hidroponik, juga memfokuskan budidaya pada tanaman yang dapat digunakan untuk konsumsi sendiri maupun tuhuan komersil dalam skala besar. Sebelum menggunakan sistem ini, seseorang atau petani harus memilih terlebih dahulu jenis tanaman apa yang akan ditanam pada media aquponik tersebut. Jenis tanaman yang dipilih nantinya akan berpengaruh pada jumlah tanaman dan jenis sekaligus jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Pemilihan jenis tanaman aquponik juga dapat didasarkan pada nilai ekonomisnya sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih meskipun dengan modal yang minim.

jenis tanaman aquaponik

Berbagai jenis tanaman dapat dibudidayakan dengan akuaponik. Tanaman yang ditanam dengan sistem ini sama halnya dengan jenis tanaman yang digunakan dalam sistem tanam hidroponik. Jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk dibudidayakan diantaranya adalah tanaman sayur dan buah. Secara umum jenis tanaman pada akuaponik dapat dikategorikan berdasarkan cara penanaman yakni yang dapat ditanam langsung maupun yang melalui proses persemaian.

Jenis Tanaman Aquaponik Persemaian

Jenis tanaman ini harus disemai dulu dari bibitnya sebelum ditanam. Benih yang digunakan dalam persemaian sebaiknya berkualitas baik dan telah teruji. Benih tersebut dapat disemai pada media tanam seperti sekam, pasir, tanah halus, rockwool dan sebagainya. Tunggu tanaman hingga menjadi bibit dan barulah bibit tanaman dapat dipindahkan pada media hidroponik. Tanaman tersebut antara lain

  • Bawang daun, tanaman ini tergolong sayuran yang digunakan sebagai penyedap, dapat dipanen setelah 2 bulan masa penanaman.
  • Salah satu jenis tanaman yang biasa dibudidayakan dengan metode hidroponik. Dapat dipanen setelah usia tanaman mencapai 3 bulan.
  • Buah yang tergolong sayuran ini menjadi favorit bagi sebagian petani hidroponik dan dapat dipanen setelah 3 hingga 4 bulan.
  • Cabai merah. Memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, tanaman cabai dapat dipanen setelah 3 hingga 4 bulan.
  • Sayuran yang nilai ekonomisnya tinggi dan banyak digemari. Dapat dipanen setelah tanaman berusia 3 bulan.
  • Meskipun jarang dibudidayakan secara akuaponik maupun hidroponik tanaman ini dapat dijadikan alternatif. Dapat dipanen setelah usia 4 bulan.
  • Tanaman sayur berdaun hijau ini banyak ditanam dengan metode hidroponik dan akuaponik. Dapat dipanen setelah 2,5 bulan.
  • Sayuran penyedap yang biasa ditanam dengan metode hidroponik ini dapat dipanen setelah 3 bulan.

Jenis Tanaman Aquaponik Tanam Langsung

Jenis tanaman ini adalah jenis tanaman yang dapat ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian terlebih dahulu yang artinya bibit atau benih dapat langsung diletakkan pada media hidroponik yang telah dirancang pada perangkat akuaponik. Jenis tanaman yang dapat ditanam secara langsung antara lain :

  • Bayam, sayuran berdaun hijau yang sangat digemari. Masa tumbuhnya singkat dan dapat dipanen setelah 2 bulan.
  • Tanaman ini dapat dipanen setelah 2 hingga 2-5 bulan.
  • masih satu family dengan pokcoy. Tanaman ini tumbuh cepat dan dapat dipanen setelah 1,5 bulan.
  • Tanaman favorit yang banyak dibudidayakan dengan metode akuaponik. Dapat dipanen setelah 1,5 hingga 2 bulan.
  • Kacang panjang, salah satu tanaman kacang-kacangan yang dapat ditanam dengan metode akuaponik dan dapat dipanen setelah 2,5 hingga 3 bulan.
  • Labu siam. Meski jarang ditemukan, tanaman labu siam dapat dibudidayakan dengan sistem akuaponik dan hasilnya memuaskan, tanaman ini dapat dipanen buahnya setelah 2 hingga 3 bulan.
  • Buah atau sayuran dengan rasa pahit ini dapat bertahan dengan sistem tanam akuaponik dan dapat dipanen setelah 3 bulan.

Sebenarnya masih banyak jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan metode ini dan setiap pembudidaya atau petani sebaiknya memilih jenis tanaman yang akan ditanam secara bijak dengan memandang segi ekonomis dan kualitasnya.

Peralatan Akuaponik apa saja yang dibutuhkan untuk memulai

Peralatan Akuaponik apa saja yang dibutuhkan untuk memulai berkebun sayuran hidroponik organik

Urbanina.com – Sistem akuaponik dikenal sebagai tanam yang menggabungkan sistem akuakultur atau budidaya ikan dengan sistem hidroponik yang digunakan untuk membudidayakan tanaman. Sistem ini memiliki berbagai manfaat dan kelebihan sehingga banyak menarik perhatian para petani. Selain mudah diaplikasikan oleh para petani, sistem ini juga efisien dalam menghemat lahan dan air yang digunakan. Tidak hanya itu, petani atau pembudidaya ikan dan tanaman tidak perlu membeli nutrisi yang digunakan untuk menanam tanaman secara hidroponik karena tanaman yang ditanam dalam sistem ini dapat memperoleh nutrisi dari air yang mengandung kotoran atau sisa makanan ikan yang ada pada kolam. Kotoran tersebut dapat meracuni dan mencemari air tempat tumbuh ikan sehingga tanaman yang ditanam pada bagian atasnya akan berfungsi sebagai filter atau penyaring racun sisa kotoran tersebut. Tentu anda memerlukan Peralatan akuaponik jika anda mau memulai.

peralatan akuaponik

Sebelum mulai menrangkai dan menggunakan sistem ini sebaiknya ketahui terlebuh dahulu peralatan dan bahan akuaponik yang biasa digunakan dalam sistem akuaponik. Adapun peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan sistem tersebut antara lain :

  1. Peralatan akuaponik : Bibit Ikan

Pada sistem akuaponik bibit ikan adalah salah satu bahan yang dibutuhkan karena nantinya ikan ini dibudidayakan sebagai sumber protein hewani yang kotoran atau sisanya akan dimanfaatkan oleh tanaman. Bibit ikan yang dipilih haruslah bermutu baik dan disesuaikan dengan kondisi air dan lingkungan tempat budidaya. Perhatikan dengan baik dan pelajari bagaimana cara memilih bibit ikan dengan kualitas yang unggul.

  1. Peralatan akuaponik : Bibit tanaman

Bibit tanaman pada sistem akuaponik tidak berbeda jauh dari bibit tanaman yang digunakan dalam sistem hidroponik. Sistem ini menggunakan bibit yang terlebih dahulu disemai pada suatu wadah dan dipindahkan ke perangkat atau sistem akuaponik setelah bibit tanaman tumbuh dan memiliki akar serta daun sejati. Pilihlah bibit tanaman dengan kualitas baik dan perhatikan cara penyemaiannya.

  1. Peralatan akuaponik : Media tanam dan wadah Tanam

Pada sistem akuaponik dibutuhkan perangkat yang terseusun secara baik. Biasanya tanaman akan ditanam diatas kolam atau wadah penampung air. Wadah tanaman yang biasa digunakan dalam sistem akuaponik adalah netpot atau bisa juga diganti dengan botol atau gelas bekas air mineral yang sudah dilubangi. Wadah tanaman tersebut nantinya akan diletakkan pada pipa PVC yang sebelumnya sudah dirancang diatas kolam ikan dan dilubangi. Sedangkan media tanam yang dapat digunakan untuk menyangga tanaman pada metode akuaponik ini sama dengan media tanam hidroponik antara lain rockwool, kerikil, hydroton dan lain sebagainya.

  1. Peralatan akuaponik : Wadah pemeliharaan ikan

Wadah pemeliharaan ikan atau kolam ikan adalah satu hal yang penting dalam sistem akuaponik. Kolam ini digunakan untuk menampung ikan sekaligus air yang nantinya akan dialirkan pada tanaman. Kolam atau wadah pemeliharaan ikan dapat dibangun sesuai dengan luas lahan dan kondisi lingkungan. Kolam ini juga akan mempengaruhi panjang pipa PVC atau wadah tanaman yang akan digunakan untuk budidaya hidroponik.

  1. Suplemen ikan dan kolam

Meskipun tanaman yang tumbuh dalam metode atau sistem tanam akuaponik ini tidak memerlukan pupuk atau nutrisi seperti pada sistem atau metode tanam hidroponik, suplemen ikan dapat diberikan untuk menambah nutrisinya dan juga untuk meningkatkan kualitas ikan yang dibudidayakan. dan suplemen kolam untuk meningkatkan kualitas air pada kolam agar pertumbuhan ikan maksimal.

  1. Aerator dan Pompa

Untuk mengalirkan air dan nutrisi terlarut pada kolam ikan dibutuhkan pompa jet pump. Air yang dipompa ke pipa bagian atas kolam akan mengaliri pipa dan menyentuh akar tanaman sehingga tanaman dapat memperoleh nutrisi dan sekaligus menyaring kotoran pada air sehingga air dapat dikembalikan ke lkolam dengan keadaan bersih. Sementara itu aerator berfungsi untuk menambah kadar oksigen dalam air yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan.

  1. Peralatan akuaponik : Timer

Untuk mengatur sirkulasi air pada tanaman dan kolam ikan, petani biasanya akan membutuhkan timer yang mengontrol kapan air akan dialirkan untuk disaring dan memberikan nutrisi pada tanaman.

Demikian alat dan bahan yang biasa digunakan dalam sistem akuaponik, sistem itu dapat dengan mudah dirakit dan tentunya alat dan bahan tersebut tidaklah sulit untuk diperoleh.

 

Sistem akuaponik dan manfaatnya yang wajib anda tahu

Urbanina.com – Mungkin anda pernah mendengar istilah akuaponik yang digunakan dalam pertanian atau cara menanam tanaman. Sistem aquapionik yang sering anda dengar adalah suatu kombinasi yang menggabungkan sistem budidaya ikan atau Akuakultur dengan sistem tanam Hidroponik yang menggunakan air dan mampu mendaur ulang nutrisi sehingga dalam sistem ini anda dapat membudidayakan ikan dan tanaman sekaligus. Sistim ini juga dikenal dengan sebutan sistem tumpang sari yang sudah banyak digunakan oleh para petani di Indonesia khususnya petani di pulau jawa sejak tahun 1990an. Bahkan beberapa petani menanam padi sekaligus membudidayakan ikan di sawah mereka. Meskipun demikian tanaman yang ditanam dalam sistem akuaponik ini tidak tumbuh diatas atau atau pada media tanah melainkan pada media tanam lain seperti media tanam hidroponik pada umumnya yang bisa berupa grows bed yang dipenuhi kerikil dan lain sebagainya.

sistem akuaponik
mau paket sistem akuaponik tinggal pake? order ke 081215773352 atau 082300015354

Prinsip Dasar Akuaponik

Prinsip dasar dalam sistem tanam akuaponik adalah sistem resirkulasi atau pemanfaatan lembali aliran air yang sebelumnya digunakan dalam pemeliharaan ikan dan tanaman yang dibudidayakan di bagian atasnya berperan sebagai filter atau penyaring air. Tanaman tersebut akan menggunakan zat sisa yang dihasilkan oleh ikan sebagai nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkannya sehingga penggunaan nutrisi dalam media ini sangat minim dan tanaman tidak memerlukan pupuk kimia lagi. Air yang kotor dan tercampur kotoran ikan tidak baik bagi pertumbuhan ikan sehingga kotoran tersebut dialirkan pada tanaman. Sebenarnya kotoran tersebut meskipun mengandung racun bagi ikan, ternyata sangat bermanfaat bagi tanaman dan dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhannya.

Manfaat sistem Akuaponik

Sistem tanam sekaligus budidaya ikan akuaponik memeliki beberapa manfaat bagi petani, masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Adapun manfaat dari sistem tanam akuaponik ini antara lain

  • Mampu menghasilkan sayuran, buah atau ikan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersil yang menghasilkan keuntungan. Sistem akuaponik dinilai efisien untuk menghasilkan sumber protein yang berasal dari ikan dan sumber vitamin serta mineral yang terkandung dalam sayuran.
  • Sayuran dan ikan yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan bebas dari bahan kimia atau residu pupuk anorganik maupun pestisida kimia. Sehingga media tanam atau budidaya akuaponik ini dapat disebut sebagai media tanam organik.
  • Sangat cocok diaplikasikan pada daerah yang minim lahan atau daerah dengan lahan sempit seperti perkotaan. Sistem ini dapat menghemat lahan secara efisien dan tidak memerlukan banyak tempat karena sayuran dan ikan yang dibudidaya dapat disatukan pada satu tempat atau lokasi.
  • Sistem akuaponik juga bermanfaat dalam mengenalkan sistem tanam organik pada masyarakat yang tentunya lebih ramah lingkungan. Sistem ini mensirkulasi kotoran ikan dan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat mencemari tanah atau lingkungan sekitar.
  • Dapat menghemat air yang digunakan dalam menanam sayur dan membudidayakan ikan. Sistem akuaponik diklaim lebih hemat air dan ramah lingkungan daripada sistem tanam lainnya karena sistem ini hanya menggunakan 1/10 air yang digunakan pada metode tanam konvensional.

Setelah mengetahui manfaat sistem akuaponik tersebut, jika anda ingin memulai budidaya suatu tanaman atau ikan sekaligus maka tidak ada salahnya anda mempelajari lebih lanjut tentang metode atau sistem akuaponik ini. Beberapa jenis tanaman seperti kangkung air, bayam, sawi dan sayuran lainnya dapat ditanam diatas kolam ikan yang dibudidayakan seperti lele, nila dan lain sebagainya. Memang sedikit lebih rumit tapi sistem ini menjanjikan hasil yang optimal dan efisisien.

jika bermanfaat silahkan bantu share yah..

Akuaponik sistem Kelebihan dan kelemahan

Akuaponik Kelebihan dan kelemahan yang sebaiknya anda tahu sebelum anda mulai menanam dengan sistem akuaponik.

Urbanina.com – Sistem akuaponik yang banyak diadaptasi oleh para petani saat ini memang memiliki keunggulan atau kelebihan dari sistem tanam lainnya.  Pada sistem akuaponik, aliran air yang kaya akan zat atau unsur hara yang berasal dari media pemeliharan ikan digunakan untuk mengaliri dan memberikan nutrisi pada tanaman hidroponik. Hal ini berdampak baik bagi kedua aspek yakni ikan dan tanaman arena tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan sementara air yang nantinya mengalir kembali ke wadah penampungan ikan menjadi lebih bersih. Kotoran yang berasal dari feses, urin dan sisa pakan ikan  merupakan zat sisa yang dapat meracuni ikan dan dapat mengakibatkan kontaminasi jika tidak dihilangkan.

Jadi pada dasarnya, sistem akuaponik menyediakan pupuk cair yang berasal dari kotoran ikan untuk tumbuh kembang tanaman secara hidroponik dan sebaliknya tanaman serta media hidroponik yang diletakkan pada area kolam juga berfungsi sebagai penyaring alami atau biofilter  yang dapat membersihkan air dari kotoran Peran biofiltrasi atau penyaringan secara alami air kotoran tersebut dilakukan oleh bakteri nitrifikasi yang terdapat pada akar tanaman dan media hidroponik yang digunakan. Tanpa adanya bakteri tersebut maka nitrogen dan ammonia yang bersifat racun bagi ikan tidak dapat tersaring dan akibatnya tidak baik bagi pertumbuhan ikan.

akuaponik

Adapun kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik ini dapat diketahui dari penjelasan berikut :

Kelebihan sistem akuaponik

  1. Dapat menghemat lahan dan memaksimalkan hasil yang didapat meskipun dilakukan pada lahan yang sempit. Sistem ini dapat dilakukan melalui perencanaan yang matang terlebih dahulu dan menentukan luas lahan yang digunakan.
  2. Pembudidaya dapat menghasilkan dua produk sekaligus yakni ikan yang merupakan sumber protein dan sayuran atau buahan-buahan yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Waktu yang digunakan serta lahan pada media aquaponik membuat sistem ini layak untuk diaplikasikan dan dipertimbangkan bagi para petani.
  3. Mengenalkan produk hasil pertanian organik pada masyarakat yang tentunya lebih sehat dan berkualitas karena sistem ini tidak menggunakan bahan kimia sehingga hasil yang diperoleh aman untuk dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kualitas dan sisa residu kimia yang sering terkandung dalam tanaman maupun ikan, karena sistem aquaponik sangat aman untuk digunakan dan tidak tercemar pestisida, pupuk, dan herbisida buatan.
  4. Sistem ini lebih hemat air dibandingkan jenis metode tanam lainnya yakni hanya 30% dari 100% air yang digunakan pada metode tanam konvensional.
  5. Mudah diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan serta luas lahan yang dimiliki. Semua itu dapat dirancang dan diatur dengan baik bagi produksi skala rumah tangga maupun skala besar.

Sedangkan kelemahan sistem akuaponik ini antara lain :

  1. Biaya yang digunakan untuk membangun sistem dan perangkat pada awalnya memang cukup besar dan tidak ekonomis namun hasil yang didapat mungkin akan dapat membayar modal tersebut di lain hari. Biaya yang dikeluarkan biasanya digunakan untuk membeli segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem aquaponik tersebut.
  2. Membutuhkan listrik dan perawatan yang lebih optimal. Jenis metode ini kurang cocok digunakan pada daerah yang sering mengalami pemadaman listrik terutama jika menggunakan sistem Hidroponik NFT. Semakin sering atau lama daya listrik yang dipakai biaya yang dikeluarkan juga akan semakin besar.
  3. Instalasi yang dibangun bergantung pada energi atau kontrol dari manusia. pH dan kadar oksigen harus selalu dijaga dan aerator harus selalu menyala karena jika dalam 30 menit ikan tidak mendapatkan oksigen maka ikan bisa mati dan tentunya hal ini akan merugikan petani.

Itulah kelebihan dan kekurangan sistem akuaponik yang dapat diketahui. Sebaiknya kenali dan timbang dulu segala kelebihan dan kekurangan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.