Cara Beternak Kelinci Lokal Menguntungkan

Cara Beternak Kelinci Lokal Menguntungkan

Urbanina.com – Beternak kelinci  atau terwelu dalam bahasa Jawa-nya adalah bisnis yang amat menggoda seperti halnya budidaya entok lantaran memberi harapan keuntungan yang cukup besar. Disamping permintaan terhadap kelinci yang terus bertambah, modal yang dikeluarkan juga tidak terlampau banyak. Selain itu perawatan kelinci juga amat mudah sehingga tidak demikian menyita waktu kegiatan lainnya yang sering kita lakukan. Namun seperti apakah cara beternak kelinci lokal?

Tempat yang tepat untuk beternak kelinci lokal ialah lokasi yang dekat dengan sumber air, bebas dari suara bising kendaraan bermotor, bau-bauan dan gangguan asap. Yang terpenting aman dari pemangsa seperti anjing atau kucing. Cara beternak kelinci lokal tidak jauh berbeda dengan kelinci impor. Hal pertama yang penting dipersiapkan dan  diperhatikan dalam budidaya kelinci diantaranya lokasi yang tepat, kandang kelinci, penyediaan bibit dan pakannya.

Cara Beternak Kelinci Lokal

Persiapan Kandang

Fungsi kandang adalah tempat untuk berkembang biak dengan suhu idealnya sekitar 21°C dan lancar sirkulasi udaranya. Kandang dengan ukuran 200 x 70 x 70 cm dan tinggi alasnya 50 cm cukup untuk memelihara 12 ekor betina atau 10 ekor jantan. Sedangkan kandang untuk anak kelinci atau disebut kotak beranak memiliki ukuran dimensi 50 x 30 x 45 cm.

Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit kelinci unggul yang memiliki ciri-ciri atau sifat sebagai berikut:

  • Sehat tanpa cacat dan berasal dari keturunan kelinci yang besar.
  • Kepalanya lumayan besar, lubang hidungnya lebar kering, matanya terang.
  • Bulunya halus, bersih dan berwarna mengkilap.
  • Memiliki puting susu sekitar 10 – 12 buah.
  • Gerak-geriknya terlihat lincah dan cekatan.

Perkawinan

Kelinci betina biasanya segera dikawinkan saat umurnya mencapai 5 bulan, baik jantan maupun betina. Jika terlalu muda kawin maka kesehatannya terganggu dan tinggi angka kematiannya. Jika pejantan mengawini betina untuk pertama kalinya sebaiknya dikawinkan dengan betina yang telah pernah punya anak. Waktu kawin yang ideal adalah pada waktu pagi atau sore hari di kandang si pejantan. Biarkanlah sampai terjadi dua kali perkawinan dan setelahnya dipisahkan.

Sesudah perkawinan umumnya kelinci akan bunting selama 30-32 hari yang bisa ditandai dengan adanya bola-bola kecil. Anak kelinci yang dilahirkan jumlahnya bervariasi antara 6-10 ekor.

Perawatan

Usahakan tempat pemeliharaan selalu dalam keadaan kering supaya tidak menjadi sarang penyakit karena jika tempatnya lembab dan basah membuat kelinci mudah terkena penyakit kulit dan pilek.

Kelinci yang terkena penyakit sebaiknya segera dikarantinakan dan biasanya memiliki gejala mata sayu, suhu badan naik, kurang nafsu makan dan lesu.

Anak kelinci disapih sesudah berumur 7-8 minggu yang ditempatkan pada kandang khusus berisi 2-3 ekor per kandang. Sediakanlah pakan yang cukup dan berkualitas.

Peralatan dan perlengkapan kandang, termasuk sisa makanan dan kotoran kelinci harus dibersihkan setiap hari untuk mencegah munculnya penyakit.

Upayakan sinar matahari pagi mesti masuk ke dalam kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang diberi cat kapur atau ter. Adapun kandang bekas kelinci yang sakit harus dibersihkan dengan lysol atau kreolin.

Bahan pakan kelinci sangatlah sederhana yakni rerumputan, dedaunan (daun lamtoro, turi), dan sayuran (wortel, bayam, kangkung).

Penyakit

Rawat kelinci sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit kudis (scabies), eksim, penyakit radang paru-paru ( pneumonia), penyakit perut kembung, dan penyakit berak darah (coccidiosis).

Demikianlah bahasan kita kali ini mengenai cara beternak kelinci lokal. Semoga bermanfaat bagi Anda.