Budidaya Kelengkeng Dataran Rendah

Budidaya Kelengkeng Dataran Rendah

Urbanina.com – Kelengkeng dataran rendah dijuluki sebagai buah fenomenal. Keberadaannya beberapa tahun lalu mematahkan anggapan bahwa kelengkeng hanya dapat memproduksi buah di daerah berdataran tinggi dengan udara sejuk. Para pembudidaya tanaman pun mulai melakukan budidaya kelengkeng dataran rendah di seluruh penjuru tanah air.

Keunggulan dari budidaya kelengkeng dataran rendah adalah sifat tanamannya yang genjah(cepat berbuah). Pada usia 16-20 bulan bibit kelengkeng dataran rendah ini sudah mulai belajar mengeluarkan buah. Lalu, bagaimana cara budidaya kelengkeng dataran rendah?

Budidaya Kelengkeng Dataran Rendah [ ]

Berikut ini akan urbanina paparkan cara budidaya kelengkeng dataran rendah dengan mudah.

Persiapan dan Penanaman Bibit

Kelengkeng diperbanyak dengan cara okulasi dan cangkok. Pembibitan melalui biji tidak disarankan sebab cukup lama umur berbuahnya, bisa lebih dari 7 tahun). Disamping itu, bibit dari perbanyakan dengan biji seringkali tumbuh jadi lengkeng jantan yang tak dapat menghasilkan buah. Sementara itu, bibit cangkokan/okulasi mulai mengeluarkan buah pada usia 4 tahun.

Budidaya kelengkeng dataran rendah ditanam dengan jarak tanam 8 x 10 m atau 10 x 10 m dan lubang tanamnya memiliki ukuran 60 x 60 x 50 cm. Tiap-tiap lubang diisi dengan 20 kg pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk buatan yang dapat Anda berikan diantaranya KCl (100-300), SP-36 (400-1000 kg), TSP (300-800 gr), urea (l00-300 gr) untuk tiap-tiap tanaman. Pemberian pupuk dilakukan 3 kali dalam jarak waktu 3 bulan. Pasca panen, pemupukan cukup 1 kali dengan dosis KCl (300 gr), TSP (800 g), dan urea (300 gr) setiap pohon.

Pemeliharaan

Pemeliharaan penting dalam budidaya kelengkeng dataran rendah ialah pemangkasan pada cabang-cabang yang tak produktif dan ranting-ranting yang menaungi kanopi. Dengan begitu, cahaya matahari bisa masuk merata ke semua bagian cabang. Tanaman parasit (benalu) mesti segera dibuang. Tanaman lengkeng tergolong cepat tumbuh, namun sulit menghasilkan bunga. Maka dari itu dibutuhkan perangsangan dengan cara mengikat kencang batang yang terletak 1 meter di atas permukaan tanah. Tanaman mulai mengeluarkan bunga pada usia 4-6 tahun. Pada umumnya, tanaman ini mengeluarkan bunga pada bulan Juli hingga Oktober. Buah matang sekitar 5 bulan sesudah bunganya mekar.

Hama dan Penyakit

Hama yang umumnya menyerang kelengkeng ialah Tessaratoma javanica (serangga penghisap buah). Kelelawar adalah binatang hama yang kerap merusak buah yang matang. Penyakit yang kerap menyerang ketika musim hujan ialah mildu yang juga menyerang pohon rambutan. Guna menghindari serangan kelelawar sebaiknya pentil buah diberi brongsong yang dibuat tersendiri.

Panen dan Pasca Panen

Dalam budidaya kelengkeng dataran rendah, musim panen biasanya terjadi pada bulan Januari-Februari yang memproduksi 300–600 kg setiap pohon. Kelengkeng tergolong buah nonklimakterik sehingga mesti dipanen matang di pohonnya sebab tidak bisa diperam. Panen dilakukan dengan menggunakan alat yang bisa memangkas rangkaian tangkai buah. Ciri-ciri buah sudah matang ialah warna kulit buahnya menjadi cokelat gelap, licin, dan menghasilkan aroma. Rasa buahnya manis harum, sementara itu buah yang belum matang terasa belum manis.

Jenis-jenis Durian Unggul yang Layak Dibudidayakan

Jenis-jenis Durian Unggul yang Layak Dibudidayakan

Urbanina.com – Durian atau Durio zibethinus adalah tumbuhan daerah tropis asli dari wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia ada puluhan jenis durian yang menyebar di hampir seluruh daerah. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai ragam jenis durian terbanyak di dunia. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand sudah melahirkan jenis-jenis durian unggul yang layak dibudidayakan dan dinikmati karena sejumlah keistimewaan.

Anda suka makan buah durian? Sebaiknya sekarang Anda mengenali jenis-jenis durian unggul yang layak dibudidayakan karena berbagai kelebihannya. Ada 2 kelompok durian yang dijual di pasaran yakni durian impor dan durian lokal. Barangkali Anda kerap makan durian lokal seperti durian bawor, durian matahari, dan durian petruk, namun belum pernah menikmati durian impor seperti durian monthong dan musangking.

Jenis-jenis Durian Unggul yang Layak Dibudidayakan

Jenis-Jenis Durian Unggul yang Layak Didudidayakan

Berikut ini jenis-jenis durian unggul yang layak dibudidayakan di halaman rumah atau kebun Anda.

Durian Bawor

Durian bawor tergolong ke dalam kelas durian unggul sebab mempunyai beberapa kelebihan antara lain mudah menghasilkan buah karena bisa dipetik/dipanen setelah berumur kira-kira 3-4 tahun. Durian ini mempunyai daging buah yang tebal dengan bijinya yang kecil. Untuk urusan rasa sih telah tidak disangsikan lagi legit dan manisnya.

Durian Musangking

Buah durian musangking ini mempunyai tekstur seperti halnya durian monthong, yakni mempunyai aroma yang harum, lembut, rasanya legit dan manis. Durian musangking ini dibanderol dengan harga amat mahal di Malaysia dan Singapura. Itulah alasannya mengapa durian musangking ini menjadi salah satu pilihan utama dari jenis-jenis durian unggul yang layak dibudidayakan di Indonesia.

Durian Monthong

Kelebihan durian khas Thailand ini diantaranya buahnya lebat, adaptif pada lingkungan dan cepat berbuah/genjah (bisa dipetik setelah berumur 4-5 tahun sejak ditanam). Ciri khas dari durian monthong yaitu beraroma harum, daging buahnya manis, dan ukuran buahnya besar bisa mencapai berat 13 kg. Bentuk buah durian monthong agak lonjong tak beraturan. Sebetulnya bibit asli durian yang dibanderol mahal hingga jutaan ini asalnya dari Indonesia yang kemudian dibudidayakan di Thailand.

Durian Petruk

Durian ini asalnya dari Jepara, Jawa Tengah. Daging buah durian petruk manis rasanya sedikit pahit, bentuk buahnya bulat telur terbalik, daging buahnya agak keras dan tebal serta bijinya kecil. Durian petruk terkenal dengan rasanya yang amat legit ketimbang jenis durian lainnya. Durian ini adalah salah satu dari jenis-jenis durian unggul yang banyak disukai orang, baik oleh para pembudidaya tanaman buah ataupun pecinta durian. Durian yang namanya diambil dari nama penemunya yakni Pak Petruk, warga Dukuh Randusari Kabupaten Jepara ini mempunyai kulit yang tipis berwarna hijau kekuningan. Daging buahnya berserat halus, berwarna kuning, dan aromanya tidak terlalu menyengat.

Durian Matahari

Durian matahari adalah salah satu dari deretan durian unggul lokal dengan rasa pulen, legit, manis, dan daging buahnya tebal memiliki warna kuning cerah mirip pancaran sinar matahari sehingga disebut durian matahari . Keunggulan durian matahari antara lain beraroma tidak tajam, rasanya manis, daging buah tebal dan tanpa biji.  Jenis durian matahari ini asalnya dari Cimanggu, Bogor, Jawa Barat kemudian dikembangkan lagi di Lebak, Banten. Buah durian ini berbentuk bulat panjang, tidak berair, bertekstur halus, berlemak, kulit buahnya tipis dengan warna hijau kecoklatan dan tebal kulitnya kira-kira 0,5 – 1 cm.

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Cabe rawit adalah suatu jenis cabe yang amat terkenal untuk dibudidayakan. Cabe rawit atau dalam dunia tumbuh-tumbuhan disebut Capsicum frutescens ini tepat sekali ditanam di daerah tropis. Cabe rawit bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-500 mdpl. Dalam menanam cabe rawit Anda mesti mengetahui sifat dan karakternya. Pada umumnya jenis cabe apa saja nyaris sama dalam pembudidayaannya. Bagaimana dengan cabe rawit aquaponik dan adakah perbedaan cara budidayanya?

Tanaman ini amat unik sebab banyak sekali manfaat yang didapat oleh para pengkonsumsinya. Menurut beberapa hasil penelitian para ahli, buah cabe rawit dipercaya bisa mengatasi nyeri pada sendi, merawat jantung, mengatasi stroke, memperlambat penuaan dini, menambah nafsu makan, dan mencegah kanker.

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Apabila Anda ingin menanam cabe rawit, sebetulnya cukup mudah bila Anda telah mengetahui syarat-syarat tumbuhnya ketimbang cabe besar yang cenderung sangat banyak risikonya. Apalagi saat ini telah hadir budidaya cabe rawit aquaponik yang diminati banyak orang. Namun masih ada sebagain orang yang belum mengetahui caranya.

Pada budiddaya cabe rawit aquaponik ini penanaman bibit/benih dilakukan pada gelas plastik bekas air mineral (netpot) yang telah dilubangi. Media tanamnya menggunakan pecahan genteng atau pecahan tegel rumah yang sudah dijadikan potongan-potongan kecil. Media tanam yang berada di dalamnya terbilang amat terbatas karena gelas plastik yang dipakai ukurannya kecil. Untuk sumber nutrisi bagi tanaman cabe rawait, air dari kolam ikan yang berada di bawahnya dipompa ke atas dan dialirkan melalui jaringan pipa paralon/PVC dengan diameter 3 inci yang diletakkan di atas kolam ikan.

Penanaman

Bibit cabe rawit disemai terlebih dulu di atas media tanah. Bijinya dapat diambil  dari sisa cabe rawit sewaktu masak di dapur. Bibit cabe rawit yang sudah berusia kira-kira 1 mingu dan mulai tumbuh daun lalu dipindahkan ke media berisi pecahan genteng.

Ketika pemindahan berlangsung akar tanaman cabe rawit bersih dari media tanah. Maka dari itu awal pertumbuhannya relatif lambat lantaran mesti banyak melakukan adaptasi dengan media pecahan genteng. Untuk itu Anda bisa mencobanya dengan menyertakan media tanah yang lebih banyak masih menempel pada akarnya agar tanaman cabe rawit muda ini dapat tumbuh lebih cepat.

Perawatan

Penambahan pupuk bisa diterapkan pada tanaman cabe rawit yang ditempatkan pada pot dari gelas plastik bekas air mineral ini sebab tumbuh di media dengan kandungan unsur haranya yang terbatas. Sisa lumpur kolam dan pupuk kompos atau pupuk organik jadi pupuk tambahan yang diisikan pada sisa ruang yang masih tersisa diatas pecahan genteng. Hujan yang relatif deras bisa melarutkan pupuk tambahan ini. Dengan demikian pupuk kompos bisa ditambahkan ulang secara berkala.

Aneka jenis tanaman cabe memang cukup lebih sulit dalam perawatannya sebab banyak hama, khususnya daun yang keriting dibandingkan dengan tanaman lain. Cabe rawit yang berdaun keriting akan terhambat pertumbuhannya sehingga sulit besar (kerdil).

Pemanenan

Panen bisa dilakukan pada usia 2,5-3 bulan dihitung sejak tanam. Pemanenan dapat dilakukan sampai tanaman cabe berumur 6 bulan dan fase panennya sampai 15-18 kali dalam 1 kali tanam. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari dengan cara memetik buah dan tangkainya. Buah yang baik berbentuk padat berisi dan ramping serta rasanya biasanya  pedas dan di pasar dihargai lebih mahal.

Budidaya Lobster Batu Sangat Prospektif

Budidaya Lobster Batu Sangat Prospektif

Urbanina.com –  Panulirus Penicillatus merupakan salah satu jenis lobster yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan lobster batu. Bentuk lobster ini nyaris sama dengan spesies lobster lainnya, tetapi ukurannya lebih besar dari udang biasa. Bila lobster air tawar ini dipelihara sesuai dengan cara budidaya lobster batu yang tepat dapat menjadi sebuah usaha yang cukup prospektif. Terlebih permintaan pasarnya semakin luas, baik di dalam negeri terutama untuk kebutuhan industri, catering, restoran, ataupun diekspor ke berbagai negara.

Sebelum memulai usaha budidaya lobster batu sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri dan karakteristik dari lobster yang juga sering disebut Spiny Lobster atau Rock Lobster ini. Bentuknya seperti pada umumnya lobster lainnya, tetapi mempunyai warna yang berbeda. Berikut ini sekilas gambaran mengenai Lobster Batu :

Budidaya Lobster Batu []

Tampilan fisik :

Kepala: bentuknya biasa dilapisi dengan cangkang luar yang bersatu dengan tubuh, mempunyai antena.

Warna: tubuhnya berwarna kemerahan atau kehijauan, seperti hijau kekuningan, hijau coklat kebiruhitaman, atau gelap berwarna, yaitu coklat kemerahan.

Penyebaran :

Lobster Batu telah hidup menyebar di beberapa belahan dunia antara lain pantai benua Meksiko (Guerrero, Nayarit, Sinaloa), pulau-pulau lepas pantai barat Amerika (Kepulauan Galapagos, Cocos Island, Clipperton Island), Samoa, Hawaii, Jepang, Laut Merah, Pasifik Timur dan Indo-Pasifik Barat.

Habitat :

Pada tempat hidup asalnya Lobster Batu tinggal di daerah berbatu pada kedalaman berkisar 1- 4 meter. Ditemui di pantai yang berombak, tidak dipengaruhi oleh sungai, dan air yang jernih. Maka dari itu seringkali ditemukan di pulau-pulau kecil dan dekat pantai. Lobster Batu ini hidup tidak bergerombol (menyendiri) dan nokturnal (aktif pada malam hari), bersembunyi di siang hari di celah-celah karang dan batu.

Ukuran :

Panjang tubuh Lobster Batu maksimal kira-kira 40 cm. Lobster dewasa memiliki panjang rata-rata lebih kurang 30 cm dimana lobster jantan umumnya jauh lebih besar daripada betina.

Metode penangkapan :

Pada habitat aslinya kebanyakan Lobster Batu ditangkap dengan menggunakan tangan atau dengan ditombak ketika menyelam pada siang hari atau menggunakan sinar obor di dekat permukaan air laut/pantai di malam hari. Untuk jenis ini penggunaan perangkap tidaklah efektif. Akan tetapi untuk penggunaan jaring kiranya menawarkan hasil yang lebih baik. Biasanya lobster-lobster tersebut dijual segar untuk dikonsumsi lokal, terutama ekor lobsternya.

Untuk keberhasilan budidaya lobster batu dan kelangsungan hidupnya  perlu diperhatikan kondisi kolam budidaya. Misalnya, ketinggian air kolamnya kira-kira 40 cm – 2 m. Kadar garam dalam airnya berkisar 1.028 – 1.032, kadar garamnya dapat diperiksa dengan mempergunakan digital salt meter. Kemudian sebarkan kerang atau pecahan kerikil di dasar kolam supaya lobster nyaman layaknya di habitat aslinya, yakni senang bersembunyi di karang.

Kolam budidaya juga perlu dipertahankan pemenuhan oksigennya di dalam air dengan menggunakan aerator. Jika perlu siapkanlah cadangan generator (genset) jika pasokan aliran listrik dari PLN padam.  Makanan yang perlu diberikan pada lobster batu  berupa  ikan kecil dari laut, seperti kece, kerang atau ikan akhiran dari pelelangan. Berilah pakan sehari 2 kali dengan takaran yang tepat atau pas, tidak boleh kekurangan dan kelebihan untuk menjaga keadaan air tetap segar.

Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Urbanina.com – Belut merupakan jenis ikan yang nikmat rasanya. Rasa khas sekali dan mengandung banyak gizi yang di dalamnya. Saat ini belut adalah salah satu sumber protein hewani yang amat digemari banyak orang. Kini tidak sedikit orang yang membudidayakan belut ini sehingga belut dengan mudah bisa ditemui di pasar. Budidaya belut ternyata cukup mudah dan tidak memerlukan lahan yang begitu luas. Selain dengan media tong/drum belut juga bisa dibudidayakan di kolam semen dalam jumlah yang besar.

Budidaya belut lebih mudah dilakukan ketimbang ikan, entah hanya sekedar ikan peliharaan atau sebagai ikan ternak. Umumnya kolam budidaya ikan ini dibedakan atas kolam permanen dan semi permanen. Tidak ada yang lebih baik diantara satu dengan yang lainnya. Apapun yang Anda pilih lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya.

Budidaya Belut Di Kolam Semen

Karena ukurannya mudah disesuaikan dengan luas lahan, Kolam semen, kolam bambu, kolam knock down, kolam terpal atau drum/tong cocok dipergunakan untuk budidaya belut di lahan sempit sebab ukurannya mudah sekali disesuaikan dengan luas lahannya.

Kolam semen tentunya terbuat dari bahan besi, batu kali, pasir, semen dan batu bata. Biasanya dibuat dengan bentuk persegi. Bentuknya seperti bak di atas permukaan tanah atau yang ditanam di tanah. Tak ada ukuran kolam yang baku karena sepenuhnya tergantung pada banyaknya belut yang akan dibudidayakan. Semakin banyak jumlah belutnya maka memerlukan kolam lebih luas lagi.

Sebagai patokan, setiap 2 kg benih memerlukan kolam seluas 1 m2. Kemudian seiring dengan pertumbuhan ikan belut itu sendiri mesti dilakukan penjarangan agar populasi belut jangan sampai berlebihan. Kedalaman kolamnya cukup 1 m saja. Nantinya dapat diisi dengan media dan air setinggi 60-80 cm.

Kolam semen umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lain, tetapi sekaligus lebih banyak tetek bengeknya. Kolam semen mesti dibersihkan berulang kali hingga bau semennya hilang sebelum digunakan. Kemudian direndam beberapa hari dengan diberi pelepah batang pisang untuk menetralkan racun yang tersisa.

Paling sibuk pada waktu panen, khususnya untuk kolam semen yang ditanam. Dibutuhkan kesabaran lebih untuk menguras lumpur serta mengeluarkan seluruh belut. Sebaiknya tidak mempergunakan kolam tanam,  buat saja kolam di atas permukaan tanah. Pada salah satu dari dinding kolam dibuat saluran keluar dari paralon/pipa PVC berdiameter 4 inci. Ketika panen tiba tinggal melepas penyumbatnya sehingga lumpur dan belut bisa dengan sendirinya langsung keluar.

Pada bawah bibir kolam diberikan lubang pelimpah dari pipa paralon berukuran 1/2 inci agar air tidak luber, khususnya saat musim hujan. Sementara itu pada sisi dalamnya dipasang penyaring, agar belut tidak bisa keluar. Ketinggian lubang pelimpah sebaiknya disesuaikan dengan ukuran  ketinggian media.

Kemudian berilah saluran untuk air masuk pada sisi yang bersebelahan dengan lubang pelimpah air. Alirkan air pada debit yang kecil agar air kolam terusa mengalir sehingga menghindari air kolam menjadi jenuh karena zat-zat yang mengandung racun hasil metabolisme belut dan sisa-sisa pakannya.

Cara Menyemai Daun Mint Untuk Budidaya

Cara Menyemai Daun Mint Untuk Budidaya

Urbanina.com – Tanaman mint atau  daun mint (Mentha cordifolia) merupakan tanaman yang tergolong ke dalam family Lamiaceae. Mint asal-usulnya dari Mediterania dan Eropa. Orang Romawi mempergunakan mint untuk menjamu tamu-tamu mereka dan dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Menanam daun mint bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara menyemai daun mint harus Anda ketahui jika ingin membudidayakannya melalui biji.

Daun mint menghasilkan aroma wangi dan menyegarkan yang disebabkan oleh terdapatnya kandungan minyak atsiri, yakni minyak menthol. Kegunaan daun mint diantaranya digunakan untuk mengurangi sakit kepala, gangguan percernan, mengurangi nyeri haid, permen karet, dan dalam pembuatan pasta gigi. Tetapi terlalu banyak dan sering menggunakan daun mint dapat mengakibatkan efek samping, seperti mulas, iritasi selaput lendir, sakit kepala, kulit kemerahan, dan iritasi kulit.

Cara Menyemai Daun Mint 2

Daunt mint adalah salah satu jenis pohon herbal yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dari sejak dulu. Disamping memiliki minyak atsiri dan beragam bentuk dari turunan menthol, tanaman atau daun mint inipun memiliki kandungan beragam macam vitamin serta mineral, diantaranya zat besi, mangan, potasium, magnesium, folat,serat, lemak, protein, karbohidrat, vitamin A dan vitamin C yang berguna untuk kesehatan tubuh.

Menanam daun mint itu lebih mudah jika dilakukan dengan cara stek, terutama untuk varietas peppermint. Sementara itu untuk jenis spearmint akan lebih mudah jika ditanam melalui biji setelah sebelumnya dilakukan persemaian.

Berikut ini cara menyemai daun mint hingga masa panen tiba.

Bahan Dan Alat :

  • Pot/polybag
  • Air
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Sekam bakar
  • Biji mints, dapat dibeli di toko-toko pertanian atau toko tanaman hias
  • Tanah

Langkah-langkah Persemaian, Penanaman, Perawatan Hingga Panen:

  • Kita buat terlebih dulu media tanamnya berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan rasio 2:1, kemudian masukkanlah kedalam pot atau polibag. Atau sediakan media tanam berupa paduan pupuk kompos dan sekam bakar dengan rasio 1:1. Kukuslah media tanam itu atau jika perlu berikan nematisida dengan takaran 1 jumput jari atau 5 butir. Letakkan di permukaan media sesudah media tanam dimasukan ke pot semai guna menjaga benih dari serangan serangga di awal penyemaian. Siramilah dengan sedikit air supaya tidak lembab dan biarkanlah selama 1 malam.
  • Telitilah saat menyiram benih/bibit mint yang baru mulai tumbuh sebab tunasnya kecil sekali dan amat peka dengan tetesan air. Bila sembrono maka benih akan berubah cokelat dan jadi busuk.
  • Taburkan benih mint tersebut di atas permukaan sebab biji mint amat kecil.
  • Tutupi biji mint tipis-tipis dengan sedikit media kemudian sirami dengan sprayer (cukup hingga terlihat basah permukaannya) untuk membasahi biji yang sudah kita taburkan.
  • Letakkan di luar ruangan, lahan yang teduh, tidak boleh terkena langsung sinar matahari langsung.
  • Kontrol tiap-tiap pagi, bila telah tumbuh kecambah baru diletakkan di lahan yang terang dan tidak usah ditutupi lagi. Umumnya 3-5 hari akan mulai timbul kecambah.
  • Mint suka dengan sinar matahari dan cukup air. Bila airnya berlebihan akan mengakibatkan batangnya busuk.
  • Daun mint dapat dipindahkan ke polibag/pot yang berukuran lebih besar ketika tanaman mulai terlihat besar dan tahan untuk dipindahkan.
  • Penyiraman tetap dilakukan secara rutin samapi daun mint siap dipanen.

 

 

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Urbanina.com – Budidaya ikan nila di kolam beton kini menjadi salah satu usaha yang amat berprospek tinggi. Pasalnya sekarang ini kebutuhan terhadap ikan nila semakin banyak. Apalagi saat ini ikan nila pun merupakan salah satu komoditas ekspor yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebenarnya cara budidaya ikan nila yang dilakukan di kolam beton cukup mudah dan tidak pakai ribet. Tetapi untuk melakukannya Anda dituntut untuk teliti dan sabar.

Sebelum Anda melakukan budidaya ikan nila di kolam beton ada berbagai hal yang mesti Anda perhatikan. Anda mesti mengetahui ukuran kolam ikan yang akan dibuat karena ukuran kolam ikan harus disesuaikan dengan banyaknya ikan yang ada pada kolam tersebut. Bila jumlah ikannya melebihi dari aturan yang ideal maka hal ini dapat menyebabkan beberapa ikan tidak bisa tumbuh maksimal, bahkan dapat menimbulkan kematian karena tidak mendapatkan makanan.

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Sesudah kolam dibuat berilah pupuk kandang pada dasar kolamnya. Lalu tebarkan daun-daun kering atau jerami kering di atas pupuk kandang tersebut. Kemudian taburkan garam secukupnya pada kolam supaya airnya terasa asin. Biarkan selama 2 hari dan baru setelah itu tambahkan air ke dalam kolam.

Tahap selanjutnya adalah memilih bibit ikan nila yang dapat Anda beli di penjual bibit ikan atau pasar terdekat. Pastikan bibit ikan nila yang ditebar itu memiliki kualitas baik dan sehat. Sebaiknya ukuran bibitnya diseragamkan, yakni memiliki ukuran 8-12 cm dengan kepadatan tebarnya kira-kira 10-15 ekor per meter persegi. Adapun beberapa ciri yang menunjukkan bibit ikan nila itu bagus, diantaranya lincah berenang, tidak ada cacat fisik, kondisinya sehat dan ukuran tubuh ikannya sama (seragam).

Cara budidaya ikan nila di kolam beton yang selanjutnya mesti dilakukan ialah merawat ikan. Merawat ikan nila mesti dilakukan secara rutin, teliti dan baik. Anda harus selalu memberikan pakan untuk ikan pada setiap pagi hari dan sore hari. Berilah ikan dengan pakan yang mengandung banyak nutrisi baik. Bahkan bila perlu dalam waktu satu bulan sekali Anda dapat  memberinya pakan bervitamin.

Jangan sampai lupa untuk memperhatikan kebersihan kolam supaya ikan tidak gampang sakit. Anda dapat mempergunakan pompa untuk membuat air terus mengalir supaya pembesaran ikan nila bisa berjalan optimal. Pasalnya ikan nila merupakan ikan sungai, maka dengan mengalirkan air pada kolam tersebut akan menyebabkan ikan merasa berada dalam lingkungan habitat aslinya.

Disamping itu, Anda mesti memperhatikan penyakit yang mungkin akan menyerang ikan. Ada hal-hal yang dapat menyebabkan ikan sakit, seperti bakteri, jamur dan stres. Namun ikan pun dapat mengalami sakit dikarenakan kalah ketika memperebutkan makanan dengan ikan-ikan yang lainnya sehingga ikan menjadi kekurangan makan dan mati kelaparan.

Nah, untuk itulah Anda mesti benar-benar memperhatikan tanda penyakit pada ikan dan bila ikan sudah benar-benar terkena penyakit sebaik segera pisahkan ikan sakit tersebut pada kolam khusus (kolam karantina). Hal terakhir yang selalu ditunggu-tunggu para pembudidaya ikan atau peternak ikan adalah masa panen. Dalam cara budidaya ikan nila di kolam beton ini masa panen baru bisa dilakukan setelah proses pembesaran ikan berlangsung selama maksimal 6 bulan.

Cara Budidaya Lengkeng Itoh Dengan Hasil Optimal

Cara Budidaya Lengkeng Itoh Dengan Hasil Optimal

Urbanina.com  – Lengkeng atau kelengkeng dan dalam bahasa ilmiah disebut Dimocarpus longan adalah tanaman buah-buahan yang asalnya dari kawasan Asia Tenggara. Tinggi pohon kelengkeng ini bisa mencapai hingga kira-kira 40 meter dan batangnya berdiameter kira-kira 1 meter. Pohon ini memiliki daun majemuk dengan buahnya berbentuk bulat. Saat ini lengkeng Itoh tengah populer di kalangan masyarakat dan cara budidaya lengkeng Itoh cukup mudah sehingga Anda layak mencobanya.

Lengkeng Itoh merupakan kelengkeng varietas baru yang dikembangkan oleh Bapak Isto, yaitu seorang petani lengkeng yang berasal dari Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Berikut ini cara budidaya lengkeng Itoh kami sajikan untuk Anda.

Budidaya Lengkeng Itoh

Penanaman

Bersihkan lahan yang akan digunakan dari sisa akar tanaman dan rumput-rumputan. Lalu buatlah lubang tanam dan sesuaikan terhadap jarak tanamnya, yaitu 6 x 6 meter. Adapun ukuran lubang tanam yang ideal untuk bibit yang tingginya 1 meter adalah 1 x 1 x 1 meter. Sebelum lubang ditutup dengan tanah lakukan penaburan menggunakan pupuk kompos sebanyak 6o kg setiap lubang. Aduklah tanah dan pupuk tersebut setelah 5-6 hari. Diamkan sampai esok hari. Setelah itu lubang bisa ditanami dengan bibit. Bibitnya dapat dibeli di Bapak Isto.

Pemeliharaan

Setelah penanaman dilakukan penyiraman. Selanjutnya penyiraman dilakukan bila lahan kelihatan sudah kering. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kompos padat dan cair. Pemberian pupuk padat dilakukan tiap tiga bulan sekali dengan dosis 25-35 kg  per pohon pada tahun kedua pasca penamanan atau masa sebelum berbunga. Dengan ukuran sama pada masa berbunga dan berbuah lakukan pemupukan setiap satu bulan sekali. Sedangkan pupuk cair diberikan pada masa vegetatif setiap 2 minggu sekali dengan dosis 1-2 liter. Pada masa generatif lakukan pemupukan setiap seminggu sekali dengan dosis yang sama.

Hama dan penyakit yang kerap mengganggu pohon ini adalah serangga, jamur, kupu putih dan ulat. Gunakan pestisida organik untuk membasminya. Kecuali itu lakukan penyemprotan rutin dengan 1 liter pestisida organik di sekitar akar dan daun setiap dua minggu sekali. Lakukan 3-4 kali penyiraman tiap-tiap 2 hari sekali bila gangguan semakin parah.  Sementara itu untuk merangsang buah bisa menggunakan booster alami yang diracik sendiri dari berbagai bahan alami yang ditumbuk hingga halus menjadi larutan.

Saat pohon akan berbuah dan sesudah panen dilakukan pemangkasan cabang. Pada lima tahun pertama pemangkasan rutin dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam satu tahun. Hal ini membuat tanaman menjadi pendek terus setinggi kira-kira 3 meter sehingga akan mempermudah pemanenan dan mempercepat timbulnya banyak percabangan.

Panen

Pada budidaya lengkeng Itoh dengan cara organik memungkinkan pohon dapat menghasilkan buah bagus maksimal hingga berumur 20 tahun, sedang pada teknik anorganik daya produksi tanaman cuma hingga berumur 5 tahun dan kemudian mati. Sesudah itu perlu penggantian dengan bibit yang baru (regenerasi).

Biar masa panen tidak terputus saat menjelang regenerasi (sekitar umur 14 tahun) sebaiknya melakukan potong eskrim. Yaitu menanam bibit Lengkeng Itoh yang baru di tengah-tengah jarak tanam Lengkeng Itoh lama sesudah umurnya mencapai 10 tahun supaya pas umur 14 tahun lengkeng itoh lama dapat diganti langsung dengan pohon baru yang sudah siap berbuah.

Ciri-ciri buah lengkeng yang siap dipanen diantaranya kulitnya licin berwarna kekuning-kuningan dan buahnya empuk. Pemanenan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi agar buah tetap segar dan beratnya maksimal.