Media tanam aquaponik yang bisa anda gunakan

Urbanina.com – Memanen tanaman sekaligus ikan adalah salah satu keunggulan dari sistem tanam aquaponik. Aquaponik yang dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu oleh para peneliti maupun para petani. Sama seperti metode tanam hidroponik dalam sistem tanam aquaponik dibutuhkan media yang digunakan untuk menahan batang tanaman sekaligus melewatkan air dan nutrisi hingga mencapai akar tanaman beberapa media tanam yang dapat digunakan dalam metode aquaponik adalah sebagai berikut

media tanam aquaponikMedia tanam yang digunakan dalam sistem akuaponik sebaiknya memiliki porus atau pori-pori yang dapat melewatkan air dan nutrisi atau zat hara yang berasal dari kotoran ikan dan sisa makanannya. Media tersebut dipilih yang memiliki poros besar juga untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada media tersebut. Apabila air tersumbat di dalam media ini maka hal tersebut dapat menyebabkan akar membusuk dan proses nitrifikasi atau perubahan amonia menjadi senyawa nitrit dan nitrat tidak dapat berjalan dengan lancer. Hal ini tentu akan berakibat buruk pada pertumbuhan ikan yang ada dalam kolam. Seperti halnya media untuk menanam hidroponik sistem tanam aquaponik tidak menggunakan tanah akan tetapi menggunakan media berikut ini

Kerikil

Kerikil adalah salah satu media yang dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kita. Media tanam kerikil cocok digunakan untuk sistem akuaponik karena memiliki pori-pori yang cukup besar dan memudahkan air untuk lewat di sela-selanya. Kerikil dapat digunakan dalam berbagai metode aquaponik seperti sistem ntf maupun sistem pasang surut namun tidak begitu cocok untuk digunakan dalam sistem akuaponik Deep water culture  atau sistem aquaponik rakit apung.

Gravel

Selain kerikil media lain yang dapat dengan mudah di ditemukan di sekitar kita adalah Gravel atau pecahan genting maupun bebatuan. Sama seperti kerikil travel juga memungkinkan air lewat dengan mudah karena memiliki pori-pori yang besar.

Rockwool

Rockwool adalah salah satu media tanam hidroponik juga dapat digunakan dalam sistem tanam aquaponik. Media ini berasal dari batuan basal yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi. Cara menggunakan rockwool adalah dengan memotongnya dengan ukuran tertentu dan kemudian meletakkannya pada pada tanaman yang telah disiapkan sebelumnya. Rockwool juga dianggap lebih praktis digunakan karena media ini dapat digunakan sebagai media semai sekaligus media tanam sehingga pada saat pemindahan bibit tanaman atau transplantasi tanaman tidak harus dicabut perakarannya akan tetapi dapat langsung ditetapkan pada wadah media untuk menanam ini dan dibiarkan tumbuh hingga menjadi besar.

Hydroton

Hidroton adalah media tanam yang berbentuk bulatan dengan diameter sekitar 1 hingga 2 cm. Media tanam ini terbuat dari tanah liat yang dipanaskan dan dibentuk sedemikian rupa. Hidroton dapat digunakan dalam sistem akuaponik karena memiliki porous yang cukup besar dan dapat dialiri dengan air tanpa menahan nya lebih lama.

Sekam

Berbeda dengan media tanam sebelumnya sekam atau kulit padi yang sudah dibakar adalah salah satu media tanam aquaponik organik. Beratnya yang ringan dan kemampuannya menahan air lebih lama membuat media ini cocok digunakan untuk sistem akuaponik floating Raft atau rakit apung.

Pasir malang 

merupakan jenis pasir yang terbuat dari magma atau lahar gunung berapi dan melalui proses pendinginan secara cepat. Dijuluki pasir malang sebab banyak dihasilkan dan dijumpai di gunung berapi sekitar Kota Malang.

Beberapa media tanam anorganik seperti rockwool, gravel atau krikil memang mampu mendukung sirkulasi air dengan baik tetapi media ini kurang cocok untuk mendukung pertumbuhan akar dan mikroorganisme di dalam air. Meskipun demikian pemilihan media tanam aquaponik harus berdasarkan pada sistem atau model yang digunakan serta dari segi ekonomisnya. Pilihlah media tanam dengan berbagai macam pertimbangan atau kemudahan mendapatkannya. Pelajari terlebih dahulu karakteristik dari setiap media tanam dan pengaruhnya terhadap tanaman maupun ikan yang dibudidayakan. selamat menanam 

Sistem akuaponik dan manfaatnya yang wajib anda tahu

Urbanina.com – Mungkin anda pernah mendengar istilah akuaponik yang digunakan dalam pertanian atau cara menanam tanaman. Sistem aquapionik yang sering anda dengar adalah suatu kombinasi yang menggabungkan sistem budidaya ikan atau Akuakultur dengan sistem tanam Hidroponik yang menggunakan air dan mampu mendaur ulang nutrisi sehingga dalam sistem ini anda dapat membudidayakan ikan dan tanaman sekaligus. Sistim ini juga dikenal dengan sebutan sistem tumpang sari yang sudah banyak digunakan oleh para petani di Indonesia khususnya petani di pulau jawa sejak tahun 1990an. Bahkan beberapa petani menanam padi sekaligus membudidayakan ikan di sawah mereka. Meskipun demikian tanaman yang ditanam dalam sistem akuaponik ini tidak tumbuh diatas atau atau pada media tanah melainkan pada media tanam lain seperti media tanam hidroponik pada umumnya yang bisa berupa grows bed yang dipenuhi kerikil dan lain sebagainya.

sistem akuaponik
mau paket sistem akuaponik tinggal pake? order ke 081215773352 atau 082300015354

Prinsip Dasar Akuaponik

Prinsip dasar dalam sistem tanam akuaponik adalah sistem resirkulasi atau pemanfaatan lembali aliran air yang sebelumnya digunakan dalam pemeliharaan ikan dan tanaman yang dibudidayakan di bagian atasnya berperan sebagai filter atau penyaring air. Tanaman tersebut akan menggunakan zat sisa yang dihasilkan oleh ikan sebagai nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkannya sehingga penggunaan nutrisi dalam media ini sangat minim dan tanaman tidak memerlukan pupuk kimia lagi. Air yang kotor dan tercampur kotoran ikan tidak baik bagi pertumbuhan ikan sehingga kotoran tersebut dialirkan pada tanaman. Sebenarnya kotoran tersebut meskipun mengandung racun bagi ikan, ternyata sangat bermanfaat bagi tanaman dan dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhannya.

Manfaat sistem Akuaponik

Sistem tanam sekaligus budidaya ikan akuaponik memeliki beberapa manfaat bagi petani, masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Adapun manfaat dari sistem tanam akuaponik ini antara lain

  • Mampu menghasilkan sayuran, buah atau ikan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersil yang menghasilkan keuntungan. Sistem akuaponik dinilai efisien untuk menghasilkan sumber protein yang berasal dari ikan dan sumber vitamin serta mineral yang terkandung dalam sayuran.
  • Sayuran dan ikan yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan bebas dari bahan kimia atau residu pupuk anorganik maupun pestisida kimia. Sehingga media tanam atau budidaya akuaponik ini dapat disebut sebagai media tanam organik.
  • Sangat cocok diaplikasikan pada daerah yang minim lahan atau daerah dengan lahan sempit seperti perkotaan. Sistem ini dapat menghemat lahan secara efisien dan tidak memerlukan banyak tempat karena sayuran dan ikan yang dibudidaya dapat disatukan pada satu tempat atau lokasi.
  • Sistem akuaponik juga bermanfaat dalam mengenalkan sistem tanam organik pada masyarakat yang tentunya lebih ramah lingkungan. Sistem ini mensirkulasi kotoran ikan dan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat mencemari tanah atau lingkungan sekitar.
  • Dapat menghemat air yang digunakan dalam menanam sayur dan membudidayakan ikan. Sistem akuaponik diklaim lebih hemat air dan ramah lingkungan daripada sistem tanam lainnya karena sistem ini hanya menggunakan 1/10 air yang digunakan pada metode tanam konvensional.

Setelah mengetahui manfaat sistem akuaponik tersebut, jika anda ingin memulai budidaya suatu tanaman atau ikan sekaligus maka tidak ada salahnya anda mempelajari lebih lanjut tentang metode atau sistem akuaponik ini. Beberapa jenis tanaman seperti kangkung air, bayam, sawi dan sayuran lainnya dapat ditanam diatas kolam ikan yang dibudidayakan seperti lele, nila dan lain sebagainya. Memang sedikit lebih rumit tapi sistem ini menjanjikan hasil yang optimal dan efisisien.

jika bermanfaat silahkan bantu share yah..

Akuaponik sistem Kelebihan dan kelemahan

Akuaponik Kelebihan dan kelemahan yang sebaiknya anda tahu sebelum anda mulai menanam dengan sistem akuaponik.

Urbanina.com – Sistem akuaponik yang banyak diadaptasi oleh para petani saat ini memang memiliki keunggulan atau kelebihan dari sistem tanam lainnya.  Pada sistem akuaponik, aliran air yang kaya akan zat atau unsur hara yang berasal dari media pemeliharan ikan digunakan untuk mengaliri dan memberikan nutrisi pada tanaman hidroponik. Hal ini berdampak baik bagi kedua aspek yakni ikan dan tanaman arena tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan sementara air yang nantinya mengalir kembali ke wadah penampungan ikan menjadi lebih bersih. Kotoran yang berasal dari feses, urin dan sisa pakan ikan  merupakan zat sisa yang dapat meracuni ikan dan dapat mengakibatkan kontaminasi jika tidak dihilangkan.

Jadi pada dasarnya, sistem akuaponik menyediakan pupuk cair yang berasal dari kotoran ikan untuk tumbuh kembang tanaman secara hidroponik dan sebaliknya tanaman serta media hidroponik yang diletakkan pada area kolam juga berfungsi sebagai penyaring alami atau biofilter  yang dapat membersihkan air dari kotoran Peran biofiltrasi atau penyaringan secara alami air kotoran tersebut dilakukan oleh bakteri nitrifikasi yang terdapat pada akar tanaman dan media hidroponik yang digunakan. Tanpa adanya bakteri tersebut maka nitrogen dan ammonia yang bersifat racun bagi ikan tidak dapat tersaring dan akibatnya tidak baik bagi pertumbuhan ikan.

akuaponik

Adapun kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik ini dapat diketahui dari penjelasan berikut :

Kelebihan sistem akuaponik

  1. Dapat menghemat lahan dan memaksimalkan hasil yang didapat meskipun dilakukan pada lahan yang sempit. Sistem ini dapat dilakukan melalui perencanaan yang matang terlebih dahulu dan menentukan luas lahan yang digunakan.
  2. Pembudidaya dapat menghasilkan dua produk sekaligus yakni ikan yang merupakan sumber protein dan sayuran atau buahan-buahan yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Waktu yang digunakan serta lahan pada media aquaponik membuat sistem ini layak untuk diaplikasikan dan dipertimbangkan bagi para petani.
  3. Mengenalkan produk hasil pertanian organik pada masyarakat yang tentunya lebih sehat dan berkualitas karena sistem ini tidak menggunakan bahan kimia sehingga hasil yang diperoleh aman untuk dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kualitas dan sisa residu kimia yang sering terkandung dalam tanaman maupun ikan, karena sistem aquaponik sangat aman untuk digunakan dan tidak tercemar pestisida, pupuk, dan herbisida buatan.
  4. Sistem ini lebih hemat air dibandingkan jenis metode tanam lainnya yakni hanya 30% dari 100% air yang digunakan pada metode tanam konvensional.
  5. Mudah diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan serta luas lahan yang dimiliki. Semua itu dapat dirancang dan diatur dengan baik bagi produksi skala rumah tangga maupun skala besar.

Sedangkan kelemahan sistem akuaponik ini antara lain :

  1. Biaya yang digunakan untuk membangun sistem dan perangkat pada awalnya memang cukup besar dan tidak ekonomis namun hasil yang didapat mungkin akan dapat membayar modal tersebut di lain hari. Biaya yang dikeluarkan biasanya digunakan untuk membeli segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem aquaponik tersebut.
  2. Membutuhkan listrik dan perawatan yang lebih optimal. Jenis metode ini kurang cocok digunakan pada daerah yang sering mengalami pemadaman listrik terutama jika menggunakan sistem Hidroponik NFT. Semakin sering atau lama daya listrik yang dipakai biaya yang dikeluarkan juga akan semakin besar.
  3. Instalasi yang dibangun bergantung pada energi atau kontrol dari manusia. pH dan kadar oksigen harus selalu dijaga dan aerator harus selalu menyala karena jika dalam 30 menit ikan tidak mendapatkan oksigen maka ikan bisa mati dan tentunya hal ini akan merugikan petani.

Itulah kelebihan dan kekurangan sistem akuaponik yang dapat diketahui. Sebaiknya kenali dan timbang dulu segala kelebihan dan kekurangan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.