10 Alasan Kenapa Harus Menanam Tanaman Pangan Anda Sendiri di rumah

” menanam tanaman untuk masa depan cerah ”

Urbanina.com – Selama ini mungkin kita tidak begitu memusingkan darimana tanaman atau sayuran yang kita konsumsi sehari-hari berasal? Atau bagaimana menanam tanaman sayuran itu dan dengan menggunakan bahan apa saja? Jika anda tidak pernah menanyakan atau memikirkan hal tersebut sepertinya saat ini ada harus mengubah pola berpikir anda. Di zaman modern dimana segala aspek kehidupan termasuk teknlogi berkembang juga mempengaruhi cara menaman atau menbudidayakan tanaman termasuk sayur dan buah-buahan. Tentunya anda tidak ingin jika sayuran dan buah-buahan yang anda konsumsi mengandung bagan kimia berbahaya bukan?

Biasanya untuk menghindari penggunaan bahan kimia pada tanaman tersebut, masyarakat lebih memilih membeli tanaman organic dipasaran yang tentu saja harganya lebih mahal dari tanaman yang ditanam dengan metode konvensional. Oelh sebab itu untuk menghemat pengeluaran dan mendapatkan sayuran organik segar setiap hari, banyak orang mulai menanam tanaman pangan mereka sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah Grow Your Own Food. Berikut ini adalah alasan-alasan yang bisa jadi membuat anda berpikir untuk mulai menanam tanaman anda sendiri, ya kenapa tidak?

Jika anda menanam tanaman anda sendiri, anda bisa :

  1. Membantu mengurangi penggunaan air secara global, memang langkah yang diambil setiap orang untuk mengurangi jumlah pemakaian dan menghemat air berbeda-beda namun menanam tanaman sendiri dengan metode hidroponik yang lebih hemat air tentunya akan sangat berdampak pada kebutuhan dan siklus air secara global.
  2. Mengurangi polusi, beberapa jenis pertanian menggunakan pupuk kimia dan zat yang berbahaya bagi lingkungan. Dengan menanam tanaman sendiri anda bisa meminimalisir hal tersebut.
  3. Menghemat pengeluaran, bayangkan jika anda bisa menanam tanaman konsumsi anda sehari-hari anda tidak perlu pusing lagi membelinya dipasar dan tentu saja tidak perlu pusing jika harga cabai atau bawang naik.
  4. Makan makanan lebih sehat dan segar, hasil tanaman budidaya anda sendiri tentu dapat dijamin kesehatan dan kesegarannya karena anda sendiri yang mengontrol segala faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  5. Membuat rumah lebih hijau, rumah dengan tanaman hijau akan membuat lingkungan lebih terlihat asri dan menyejukkan.
  6. Mengurangi sampah, dengan menaman tanaman sayur sendiri dirumah anda bisa mnegurangi penggunaan sampah plastic yang biasa digunakan untuk membungkus sayur dan buah-buahan. Selain itu dengan menggunakan bahan-bahan atau alat bekas untuk membudidayakan tanaman secara tidak langsung bisa membantu proses pengolahan dan daur ulang sampah terutama sampah plastik. Ingatlah bahwa botol minuman kemasan bisa digunakan untuk wadah media tanam.
  7. Bersenag-senang dengan eksperimen, melakukan eksperimen dengan metode hidroponik untuk menaman tanaman sendiri dirumah tentunya bisa jadi hiburan yang menyenangkan dan sekaligus menguntungkan.
  8. Membantu lebah dan organisme lain yang membutuhkan sumber makanan sekaligus membantu tanaman dalam proses penyerbukannya.
  9. Mengurangi kerusakan lahan, saat ini banyak hutan yang dibuka untuk areal pertanian dan tentu saja hal ini tidak baik untuk ekosistem. Oleh sebab itu menanam tanaman sendiri diarea halaman yang kosong bisa membantu mengurangi kerusakan lahan yang digunakan untuk memproduksi makanan.
  10. Mendapatkan keuntungan, jika tanaman dibudidayakan dengan skala yang cukup besar anda bisa menjualnya kepada tetangga atau lingkungan sekitar dan bisa menjadi bisnis yang potensial jika terus dikembangkan.

Demikian 10 hal yang semoga bisa membuat anda bergerak untuk mulai menanam sayuran di rumah anda sendiri. Ada banyak metode yang bisa kita pilih untuk menanam sayuran atau pangan yang akan kita konsumsi sendiri.

NB :

jika anda mau menanam sayuran secara organik menggunakan metode hidroponik anda bisa menggunakan sistem Akuaponik. Nah kabar baiknya anda bisa order paket AKUAPONIK ditempat kami. Untuk pemesanan anda bisa kontak 085226237928 atau 082300015354

Akuaponik sistem Kelebihan dan kelemahan

Akuaponik Kelebihan dan kelemahan yang sebaiknya anda tahu sebelum anda mulai menanam dengan sistem akuaponik.

Urbanina.com – Sistem akuaponik yang banyak diadaptasi oleh para petani saat ini memang memiliki keunggulan atau kelebihan dari sistem tanam lainnya.  Pada sistem akuaponik, aliran air yang kaya akan zat atau unsur hara yang berasal dari media pemeliharan ikan digunakan untuk mengaliri dan memberikan nutrisi pada tanaman hidroponik. Hal ini berdampak baik bagi kedua aspek yakni ikan dan tanaman arena tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan sementara air yang nantinya mengalir kembali ke wadah penampungan ikan menjadi lebih bersih. Kotoran yang berasal dari feses, urin dan sisa pakan ikan  merupakan zat sisa yang dapat meracuni ikan dan dapat mengakibatkan kontaminasi jika tidak dihilangkan.

Jadi pada dasarnya, sistem akuaponik menyediakan pupuk cair yang berasal dari kotoran ikan untuk tumbuh kembang tanaman secara hidroponik dan sebaliknya tanaman serta media hidroponik yang diletakkan pada area kolam juga berfungsi sebagai penyaring alami atau biofilter  yang dapat membersihkan air dari kotoran Peran biofiltrasi atau penyaringan secara alami air kotoran tersebut dilakukan oleh bakteri nitrifikasi yang terdapat pada akar tanaman dan media hidroponik yang digunakan. Tanpa adanya bakteri tersebut maka nitrogen dan ammonia yang bersifat racun bagi ikan tidak dapat tersaring dan akibatnya tidak baik bagi pertumbuhan ikan.

akuaponik

Adapun kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik ini dapat diketahui dari penjelasan berikut :

Kelebihan sistem akuaponik

  1. Dapat menghemat lahan dan memaksimalkan hasil yang didapat meskipun dilakukan pada lahan yang sempit. Sistem ini dapat dilakukan melalui perencanaan yang matang terlebih dahulu dan menentukan luas lahan yang digunakan.
  2. Pembudidaya dapat menghasilkan dua produk sekaligus yakni ikan yang merupakan sumber protein dan sayuran atau buahan-buahan yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Waktu yang digunakan serta lahan pada media aquaponik membuat sistem ini layak untuk diaplikasikan dan dipertimbangkan bagi para petani.
  3. Mengenalkan produk hasil pertanian organik pada masyarakat yang tentunya lebih sehat dan berkualitas karena sistem ini tidak menggunakan bahan kimia sehingga hasil yang diperoleh aman untuk dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kualitas dan sisa residu kimia yang sering terkandung dalam tanaman maupun ikan, karena sistem aquaponik sangat aman untuk digunakan dan tidak tercemar pestisida, pupuk, dan herbisida buatan.
  4. Sistem ini lebih hemat air dibandingkan jenis metode tanam lainnya yakni hanya 30% dari 100% air yang digunakan pada metode tanam konvensional.
  5. Mudah diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan serta luas lahan yang dimiliki. Semua itu dapat dirancang dan diatur dengan baik bagi produksi skala rumah tangga maupun skala besar.

Sedangkan kelemahan sistem akuaponik ini antara lain :

  1. Biaya yang digunakan untuk membangun sistem dan perangkat pada awalnya memang cukup besar dan tidak ekonomis namun hasil yang didapat mungkin akan dapat membayar modal tersebut di lain hari. Biaya yang dikeluarkan biasanya digunakan untuk membeli segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem aquaponik tersebut.
  2. Membutuhkan listrik dan perawatan yang lebih optimal. Jenis metode ini kurang cocok digunakan pada daerah yang sering mengalami pemadaman listrik terutama jika menggunakan sistem Hidroponik NFT. Semakin sering atau lama daya listrik yang dipakai biaya yang dikeluarkan juga akan semakin besar.
  3. Instalasi yang dibangun bergantung pada energi atau kontrol dari manusia. pH dan kadar oksigen harus selalu dijaga dan aerator harus selalu menyala karena jika dalam 30 menit ikan tidak mendapatkan oksigen maka ikan bisa mati dan tentunya hal ini akan merugikan petani.

Itulah kelebihan dan kekurangan sistem akuaponik yang dapat diketahui. Sebaiknya kenali dan timbang dulu segala kelebihan dan kekurangan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Sistem Aquaponik | akuaponik sejarah perkembangannya

Sistem aquaponik sudah banyak dipraktekkan oleh para petani dan orang-orang mengetahuinya sebagai sistem tanam yang menggabungkan budidaya ikan dengan budi daya tanaman secara hidroponik. Meskipun demikian hanya sedikit orang yang tahu bagaimana sistem ini ditemukan dan bagaimana sistem ini digunakan dimasa lalu.

Sejarah akuaponik dimulai dari benua Asia dan Amerika Selatan. Diketahui bahwa sistem ini dimulai sejak peradaban suku Aztec kuno yang berdiam di Amerika Selatan. Pada saat itu mereka memiliki gagasan untuk membuat pulau dari tanah lumpur yang dialiri oleh air kanal dimana ikan hidup. Air dan nutrisi yang ada pada air kanal digunakan untuk mengairi tanaman yang ditanam pada pulau buatan tersebut. Tidak hanya di Amerika Selatan, masyarakat China kuno sudah terbiasa dengan sistem akuaponik sederhana meskipun pada saat itu istilah ini belum ditemukan. Mereka berternak bebek diatas kolam ikan dan air kolam ikan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk mengaliri sawah dan kebun sayuran yang mereka tanam.

sistem aquaponik

Dari sistem aquaponik sederhana tersebut selanjutnya para peneliti dibidang pertanian dan imu pengetahuan mulai meneliti tentang sistem tanam ini. Beberapa penelitian yang tercatat antara lain sebagai berikut :

  • Pada tahun 1969, ilmuwan Amerika yakni John todd dan nancy mendirikan sebuah institut yang kemudian memprakarsai pembangunan sebuah sistem tanam yang disebut dengan sistem Ark. Institut yang mereka dirikan yakni Alchemy institut selanjutnya terus melakukan penelitian yang menyangkut budidaya ikan dan sayuran terutama yang membutuhkan tenaga atau pasokan listrik secara kontinyu. Mereka juga membangun sistem panel listrik yang digunakan penerangan dan kebutuhan budidaya ikan serta tanaman.
  • Pada tahun 1971 seorang peneliti dari Universitas Virgin island Menemukan kesulitan dalam menanam sayuran dan membudidayakan ikan di sebuah pulau yakni pulau Semiarid yang ada di negara Australia dan selanjutnya ia mengembangkan suatu penelitian tentang teknik menanam keduanya secara sekaligus. Penelitian ini lah yang menjadi dasar sistem akuaponik komersil yang saat ini banyak digunakan oleh petani yang membudidayakan ikan sekaligus sayuran. Meskipun upaya peneliti dalam mengembangkan sistem ini masih banyak menemui kendala, peneliti menemukan bahwa unsur organik yang ditemukan dalam pertanian ini ramah lingkungan dan lebih hemat energi. Karena hal tersebut maka sistem akuaponik cocok disebut sebagai pertanian organik yang menggunakan green technology.
  • Pada tahun 1980, seorang mahasiswa dari Universitas North Carolina, mark Mc Murtry dan gurunya Profesor Doug sanders memulai pembangunan sistem akuaponik mereka yang dikenal dengan sistem akuaponik loop. Mereka menanam tanaman seperti tomat dan mentimun kemudian membudidayakan ikan dalam kolam. Air dalam tangki yang digunakan untuk menampung ikan selanjutnya digunakan untuk mengairi tanaman yang ditanam pada media pasir. Media tanam pasir ini bertindak sebagai media penyaring atau biofilter air yang selanjutnya akan dikembalikan pada tangki ikan. Prinsip sirkulasi inilah yang kemudian menjadi dasar pertanian akuaponik saat ini.
  • Pada tahun 1990an, dua orang petani yakni Paula Speraneo dan rekannya Missouri Tom berhasil membangun sistem akuaponik yang lebih efektif dan yang digunakan untuk skala rumah tangga atau skala akuaponik kecil saat ini. Mereka menggunakan media tanam berupa kerikil dan dibawah tanaman yang mereka tanam, ada tangki yang berisi ikan nila yang airnya dialirkan untuk mengairi tanaman tersebut.

Itulah sejarah singkat pertanian dengan menggunakan metode akuaponik. Setelah penelitian-penelitian tersebut, muncul berbagai penelitian yang menyangkut metode akuaponik dan tidak hanya para peneliti, banyak petani yang saat ini mengembangkan sistem ini dan memodifikasinya.