Menanam Sawi Dengan Cara Hidroponik

Urbanina.com – Menanam sawi merupakan salah satu kegiatan yang sangat menguntungkan. Pasalnya tanaman sawi adalah sejenis tanaman yang tidak manja, tidak membutuhkan banyak perawatan. Tanaman sayuran ini sanggup hidup dimana saja dan tahan terhadap cuaca selama suplai air cukup. Maka dari itu menanam sawi dapat menjadi salah satu aktivitas yang amat baik dan bermanfaat, apalagi tidak sedikit orang yang senang mengkonsumsi sayuran ini.

Menanam sawi dapat menjadi salah satu hal yang mengasyikkan, apalagi Anda pun dapat menanam tanaman ini pada halaman rumah atau pekarangan rumah sendiri dengan cara hidroponik. Bercocok tanam sawi secara hidroponik memang menyenangkan terlebih sesudah kita bisa memanen hasilnya dari halaman rumah kita sendiri. Timbul rasa bangga tersendiri bila dapat menikmati hasil dari buah karya kita sendiri.

Menanam Sawi Dengan Cara Hidroponik []

Bertanam sawi secara hidroponik bisa dilakukan dengan beberapa metode hidroponik dasar yang telah digunakan banyak orang. Pada dasarnya yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya sawi secara hidroponik antara lain: sprayer, pinset, tray/baki semai, larutan nutrisi, air, media tanam, benih, dan sistem/kit hidroponik (opsional).

Bila Anda sudah mempersiapkan seluruh peralatan tersebut langkah berikutnya yakni melakukan persemaian. Sementara itu untuk model hidroponiknya Anda bisa menggunakan sistem rakit apung, DFT, NFT maupun wick. Alangkah baiknya untuk tahap pemula menggunakan teknik hidroponik sistem wick. Pasalnya caranya lebih sederhana dan tidak memerlukan biaya banyak dalam pembuatan sistem kerjanya.

Bahkan jika Anda menggunakan sistem wick maka Anda bisa membuat sendiri kit hidroponiknya dari benda-benda yang ada di sekitar rumah. Guna membuat kit seperti yang dijual di pasaran Anda perlu menyediakan stereofoam untuk menopang netpot dan tanaman, rockwool untuk media tanam, kain flanel untu sumbunya, netpot, dan bak/ember untuk menampung nutrisi.

Berikut ini langkah menanam sawi dengan cara hidroponik yang mudah diaplikasikan:

  • Alat dan bahan-bahan seperti yang disebutkan tadi siapkan terlebih dulu.
  • Ambillah baki/tray semai, potonglah rockwool. Potongan rockwool tersebut ditaruh di baki/tray semai.
  • Taruhlah 1-2 benih sawi ke rockwool, namun sebelum benih sawi tadi ditaruh ke rockwool sebaiknya dibasahi terlebih dulu rockwoolnya dengan air sampai basah.
  • Setelah semua benih sawi tersebut ditaruh pada rockwool di tray semai lalu tutuplah tray semai dengan menggunakan plastik hitam, kemudian simpan di tempat teduh.
  • Periksa secara teratur. Umumnya benih semai akan mulai bertumbuh sekitar 1-2 hari.
  • Setelah itu benih semaian diletakkan di tempat yang bisa mendapatkan cukup sinar matahari.
  • Rockwool disemprot pagi dan sore hari supaya tidak mengalami kekeringan.
  • Benih sawi bisa Anda pindahkan ke sistem/alat hidroponik setelah benih sawi memiliki daun sebanyak 2-4 helai atau kira-kira 2 minggu setelah masa tanam di persemaian.
  • Rawatlah tanaman sawi dengan baik. Periksa keadaan nutrisinya, pH-nya disesuaikan dan kepekatannya juga harus diperhatikan dengan baik.

Menanam sawi merupakan salah satu aktivitas yang cukup menyenangkan dan menguntungkan. Dengan modal yang tidak demikian banyak dikeluarkan dan perawatannya yang mudah membuat tanaman sayuran ini sangat tepat untuk Anda budidayakan. Jadi segera mulai menanam sawi sebab dapat menunjang perekonomian keluarga Anda menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *