Cara Budidaya Selada Dibotol Bekas Secara Hidroponik

Cara Budidaya Selada Dibotol Bekas Secara Hidroponik

Urbanina.com – Selada merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang sering ditanam dengan cara hidroponik selain kangkung, kembang kol, dan sawi. Disamping waktu panennya yang terbilang cepat, yaitu 3-4 bulan, selada juga tergolong mudah perawatannya. Tanaman sayur yang bahsa Latinnya disebut Lactuca sativa ini memang amat disukai, baik untuk isian burger, bahan komposisi salad ataupun menu lalapan. Tidak ayal lagi jika permintaan pasar terhadap sayuran ini cukup tinggi. Menanam selada dibotol bekas dengan sistem hidroponik adalah salah satu teknik budidaya sayuran sendiri dengan langkah yang sangat mudah dan murah sebab cuma berbekal botol bekas yang telah tidak dipakai lagi.

Selada adalah tanaman yang tumbuh baik di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Apabila Anda ingin menanam selada dibotol bekas dengan cara hidroponik, di bawah ini akan urbanina uraikan cara budidaya selada dibotol bekas secara hidroponik yang tepaty dan mempunyai tingkat kesuksesan tanam yang relatif tinggi.

Cara Budidaya Selada dibotol Bekas []

Langkah awal yang mesti Anda lakukan dalam cara budidaya selada dibotol bekas ialah mempersiapkan alat-alat hidroponik. Pada bahasan kali ini kita memanfaatkan botol bekas selaku bahan utamanya. Disamping botol bekas, yang harus Anda persiapkan ialah paku (solder), gunting, sumbu, air, dan tanah.

Potong botol bekas air mineral atau yang lainnya menjadi 2 bagian. Botol bekas air mineral itu dipotong dengan gunting di bagian bahu botol. Pada bagian tutup botol tersebut dilubangi dengan menggunakan paku (solder). Lubang yang sudah dibuat pada tutup botol tersebut diupayakan memiliki ukuran diameter sekitar 1 cm. Ke depannya lubang ini akan dibuat jadi lubang sumbu.

Pada bagian bahu botol bekas air mineral tersebut buatlah lubang dengan menggunakan paku (solder). Tetapi lubang yang ini upayakan berukuran kecil saja, sama ukurannya dengan paku. Setelah itu, sumbu dimasukkan ke lubang yang terletak di tutup botol.

Air diisikan di bagian bawah botol, kemudian bagian atas botol diletakkan di atasnya dengan cara yang terbalik, seperti corong. Pastikanlah sumbu di bagian bawah mengenai air.

Langkah berikutnya ialah mencampurkan tanah dan pupuk hingga merata, lantas dimasukkan ke bagian atas botol bekas air mineral.

Bibit selada yang sudah Anda persiapkan ditanam di media tanam. Proses budidaya (menanam) selada secara hidroponik dengan memanfaatkan botol bekas air mineral akhirnya sudah selesai.

Tanaman diletakkan di area yang terkena sinar matahari, namun tidak terguyur hujan. Ketika tanaman selada telah mulai membesar, pastinya kebutuhan terhadap nutrisinya semakin bertambah akibatnya butuh pemupukan ulang.

Terdapat satu hal yang harus Anda cermati ketika menanam tanaman dengan cara hidroponik, yakni nyamuk. Hidroponik memanfaatkan air selaku salah satu elemen utamanya, tidak jarang nyamuk akan tumbuh di sana. Untuk menanganinya, air/larutan nutrisi diganti secara berkala supaya jentik-jentik nyamuk tidak dapat berkembang di dalamnya.

Demikian cara budidaya selada dibotol bekas secara hidroponik. Semoga berguna dan Anda dapat menyalurkan kegemaran bertanam tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *