Cara Budidaya Sawi Hijau Dengan Mudah

Urbanina.com - Cara budidaya sawi hijau cukup mudah dan dapat dilakukan, baik pada vertikultur, hidroponik, lahan sawah, pekarangan rumah maupun polibag. Sawi hijau (Brassica sinensis L) atau dikenal juga caisim merupakan sayuran hijau yang bisa ditanam sepanjang musim, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Meskipun tanaman sawi tergolong tanaman sayuran yang tahan pada cuaca, namun tetap mesti dilakukan penyiraman dengan cara teratur. Cara budidaya sawi hijau melalui proses yang nyaris sama dengan cara budidaya jenis tanaman sayuran yang lainnya. Cara Budidaya Sawi Hijau [ ] Berikut ini cara budidaya sawi hijau yang mudah dan simpel: Benih Pilih benih sawi dari varietas unggul yang populer ditanam, seperti Romeo, LV 145, Dora, Shinta, Tosakan, dll supaya pertumbuhannya bagus. Anda membutuhkan benih sawi hijau sebanyak 750 gram untuk tiap-tiap hektar lahan tanam. Pengolahan Tanah Tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul atau traktor dengan kedalaman tanah sekitar 20-40 cm. Jika tanah terlampau asam segera lakukan pengapuran dengan dolomit atau kapur kalsit. Media tanam untuk menanam sayur sawi di polibag memakai campuran pupuk kandang/kompos dan tanah dengan komposisi 1:1 atau pasir, pupuk kandang/kompos dan tanah dengan proporsi 1:1:1. Pembibitan Pembibitan dilakukan dengan menabur benih sawi di bedengan secara merata. Ukuran bedengan persemaian disesuaikan dengan luas lahan yang akan dibudidayakan dan dibuat dengan jalan menggemburkan serta meratakan tanah. Kemudian sirami benih yang telah disebar di atas bedengan. Boleh juga dilakukan pada nampan plastik dengan media semainya berupa campuran kompos dan tanah gembur. Tanaman sawi siap untuk dipindahkan ke polibag atau bedengan setelah memiliki 2-3 helain daun. Penanaman Menanam sawi mesti dilakukan secara hati-hati. Bibit sawi yang telah siap tanam dicabut dengan pelan-pelan supaya akarnya tidak rusak (putus). Selanjutnya tanamkan di polibag (pot) atau bedengan yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam sekitar 20 x 20 cm atau 30 x 30 cm. Penyiraman Penyiraman dilakukan 1 kali sehari, yaitu pada sore atau pagi hari saja, kecuali terlampau kering jadi 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan saat musim hujan. Penyulaman Tujuannya untuk menggantikan tanaman lama yang terkena hama dan penyakit atau sudah mati dengan tanaman baru. Penyiangan Dalam 1 musim tanam dapat dilakukan penyiangan sebanyak 2-4 kali, tergantung  kondisi gulmanya dengan cara mencabut gulma/rumput. Pemupukan Tanaman sawi adalah sayuran daun yang membutuhkan banyak unsur Nitrogen. Pemupukan bisa dilakukan setelah berumur 3 minggu sejak ditanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea sebanyak 50 kg per hektar lahan. Pemupukan dilakukan dengan cara melarutkan kira-kira 25 gram (segenggam) urea ke dalam air sebanyak 25 liter. Larutan itu lalu disiramkan secara merata  di atas tanaman sawi. Hama dan Penyakit Hama dan penyakit yang umumnya mengganggu tanaman sawi yaitu penyakit busuk akar, ulat daun dan kumbang daun. Penanganan bisa dilakukan dengan langsung mengambil hama pakai tangan dan mencabut tanaman yang terserang penyakit. Jika memakai pestisida, penggunaan terakhirnya mesti 2 minggu sebelum dilakukan pemanenan. Pemanenan Tanaman sawi bisa dipanen setelah berumur 40-50 hari sejak disemai. Bila melakukan budidaya secara baik dan benar maka dalam 1 hektar  lahan bisa menghasilkan 1- 2 ton sawi hijau. Sawi dipanen dengan beberapa cara, yaitu memetik daunnya satu demi satu, mencabut seluruh tanaman atau memotong pangkal batang. Sawi yang telah dipanen baiknya langsung dibawa ke tempat yang terlindung. Setelah itu bersihkan sayur sawi dari tanah yang melekat. Percikkan air pada daun supaya sawi tidak mudah layu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *