Cara Budidaya Brokoli Di Pekarangan Rumah

Urbanina.com - Budidaya brokoli sebetulnya relatif mudah sebab tanaman sayur ini sesuai dengan iklim di Indonesia. Disamping untuk kebutuhan konsumsi, budidaya brokoli jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat memajukan pekarangan rumah menjadi lahan bisnis. Namun cara budidaya brokoli di pekarangan rumah masih belum semua orang mengetahuinya. Brokoli atau yang dalam bahasa ilmiah disebut Brassica oleracea ini kaya akan vitamin. Tanaman sayur yang mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1970 ini sangat populer di kalangan vegetarian dan para ibu rumah tangga. Jika Anda ingin membudidayakannya sebaiknya Anda mengetahui cara budidaya brokoli di pekarangan rumah terlebih dahulu. Cara Budidaya Brokoli di Pekarangan Rumah [] Cara budidaya brokoli di pekarangan rumah dilakukan dengan beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut. Persemaian Persemaian harus disiapkan sebaik-baiknya supaya mendapatkan bibit brokoli yang unggul. Caranya antara lain:
  • Sterilisasi benih, benih direndam dengan larutan fungisida sesuai dosis anjuran. Atau benih direndam ke dalam air panas dengan suhu kira-kira 55oC selama sekitar 15-30 menit.
  • Seleksi benih, ciri benih yang baik adalah bila direndam di dalam air benih itu akan tenggelam.
  • Benih direndam selama sekitar 12 jam atau hingga benih kelihatan pecah supaya benih mudah tumbuh kecambah.
  • Benih ditaruh di tray (polibag kecil) pada kedalaman 0,2-1,0 cm.
  • Media semai, berupa campuran tanah halusa dan pupuk kandang matang dengan komposisi 2:1 atau perbandingan 1:1.
Pembibitan Media tanam menggunakan campuran berisi tanah, kompos, dan pupuk kandang. Boleh juga menambahkan pupuk kimia untuk pupuk dasarnya. Sesudah bibit berusia 1 bulan atau mempunyai daun 3-4 helai, maka bibit tersebut dipindahkan ke dalam pot, polibag atau lahan yang telah dipersiapkan. Perawatan Perawatan yang mesti dilakukan untuk budidaya brokoli adalah pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit serta perompesan.
  • Lakukan pemupukan pada 1 minggu sesudah ditanam, 3 minggu sesudah ditanam dan 5 minggu sesudah ditanam. Gunakan pupuk dari larutan NPK kira-kira 1 sendokk teh ke dalam 1 ember air, lalu disiramkan ke atas tanah di sekitar tanaman.
  • Lakukan penyiraman pada waktu pagi atau sore hari. Jika musim kemarau penyiraman dilakukan sebanyak 1-2 kali sehari, khususnya ketika baru dipindahtanamkan dan ketika pembuatan bunga.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik (dengan tangan) atau dengan penyemprotan pestisida.
  • Perompesan dilakukan dengan memotong tunas-tunas yang timbul di ketiak daun saat tanaman telah mulai berbunga. Hal ini dilakukan supaya pertumbuhan terpusat ke bakal bunga dan nantinya akan mendapatkan satu datu dua bunga brokoli yang besar.
  • Tunas-tunas tersebut boleh dibiarkan tumbuh bila ingin banyak bunganya, namun kecil-kecil.
  • Sesudah mulai mengeluarkan bunga sebaiknya daun-daun tua brokoli diikat ke atas guna melindungi bunga yang tengah tumbuh dari paparan sinar matahari sehingga bunga brokoli akan memiliki warna hijau terang.
Pemanenan Setelah tanaman brokoli berumur 55-100 hari atau ketika masa berbunga mencapai ukuran yang maksimal, maka brokoli siap dilakukan pemanenan. Brokoli yang telah dipanen tadi lalu disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari sebelum dilakukannya proses penyortiran. Nah, demikianlah cara budidaya brokoli di pekarangan rumah, cukup mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *