Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe

Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe

Urbanina.com – Keriting daun pada cabe merupakan salah satu kondisi pada daun cabe yang mengalami rontok, kurus, kuning dan keriting. Dengan kondisi daun seperti ini mengakibatkan nutrisi tidak dapat diproses dengan sempurna, tanaman tidak bisa tumbuh lebat, menurunnya produktivitas tanaman dan panen bisa mengalami kegagalan.

Persoalan keriting daun pada cabe dikarenakan serangan hama atau OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), bukan bakteri, jamur atau virus. Terdapat 3 jenis hama yang mengakibatkan keriting daun pada cabe yakni  aphids, tungau, dan thrips, ketiganya termasuk ke dalam hama jenis kutu-kutuan.

Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe [ ]

Berikut 3 jenis hama penyebab keriting daun pada cabe serta cara mengatasinya.

Aphids

Aphid merupakan ham kutu yang berukuran sangat kecil, dengan panjang kira-kira 1/32-1/8 inci. Aphid umumnya menyerang  batang yang lunak dan daun muda dengan jalan mengisap cairan daun yang merupakan nutrisi tanaman sehingga menjadi belang-belang, melengkung ke atas, dan keriting.

Adapun cara mengatasi dan mengurangi intensitas serangannya adalah:

  • Daun tanaman diperiksa secara rutin.
  • Temukan adanya tanda-tanda aphids di balik daun muda dan pucuk tanaman.
  • Bunuh dengan menggunakan tangan bila serangan belum demikian banyak.
  • Gunakanlah binatang jenis serangga yang suka memangsa aphids.
  • Bersihkan gulma dari lahan.
  • Semprotkan nutrisi tanaman untuk menggantikan cairan nutrisi yang sudah diisap aphids.
  • Semprotkan instektisida organik.

Tungau

Tungau merupakan hewan kecil tergolong laba-laba bertungkai delapan. Tungau betina bisa bertahan hidup selama 2-4 minggu dan tingkat perkembangbiakkannya cepat sekali, khususnya pada musim kemarau.

Tungau menyerang daun dengan jalan menusuk bagian permukaan daun dan mengisap cairannya sehingga merusak klorofil daun yang berakibat  terganggunya jalannya fotosintesis tanaman. Daun yang terserang tungau akan menjadi keriting, tebal, dan menggulung ke arah bawah mirip sendok yang terbalik.

Untuk menangani hama tungau dapat diatasi dengan cara:

  • Pada waktu sore hari semprotkan insektisida yang memiliki kandungan diafenthiuron atau fipronil pada tanaman yang terserang.
  • Petik dan bakar daun yang terkena hama.
  • Jangan menanam cabe berdekatan dengan tanaman melon, kacang panjang, dan semangka.
  • Gunakan mulsa plastik warna hitam perak.

Thrips

Thrips (Thrips tabaci) yang berumur dewasa mempunyai ukuran tubuh yang amat kecil dengan panjang kira-kira 1,5 mm, sayapnya halus dan warna dasarnya putih kekuningan bergaris-garis coklat di bagian perutnya. Seekor thrips betina mampu bertahan hidup selama kira-kira 1 bulan. Sesudah berusia 5-10 hari telur yang diletakkannya akan menetas.

Hama ini gampang terbang ketika ada mengganggu. Makanan hama ini yaitu daun dengan cara mengisap cairan daunnya. Bagian daun yang sudah dihisap akan berganti warna jadi coklat perak, lalu daunnya mengeriting dan akhirnya melengkung mengarah ke atas.

Cara yang dapat dilakukan unutk mengatasinya antara lain:

  • Jangan menanam cabe pada lahan bekas menanam jeruk, bawang merah, tomat atau tanaman lain yang disenangi hama ini.
  • Jarak tanamnya tidak boleh terlampau rapat.
  • Jangan menanam ketika suhu sedang panas.
  • Gunakan insektisida organik untuk mencegah resistensi hama pada pestisida.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *