Bertanam Kale Organik di Pekarangan Rumah Sendiri

Bertanam Kale Organik di Pekarangan Rumah Sendiri

Urbanina.com – Dalam masyarakat urban saat ini tren pola hidup sehat sedang menjamur. Disamping aktivitas olahraga, tidak sedikit komunitas sehat yang menunjukkan makanan sehat andalannya lewat fotonya di sosial media. Kale merupakan salah satu asupan sehat yang sedang digemari. Mengingat harganya yang terbilang mahal Anda pun dapat mencobanya untuk bertanam kale organik di pekarangan rumah sendiri.

Kale yang dalam bahasa ilmiah disebut Brasicca oleraceae var. Acephala ini adalah sejenis sayuran yang bentuknya merupakan paduan brokoli dengan sawi. Tingginya kandungan nutrisi yang dimiliki tanaman yang berasal dari Mediterania Timur (Asia) ini, seperti antioksidan, betakaroten, kalsium, dan vitamin C, membuat kale sangat digemari banyak orang.

Bertanam Kale Organik Di Pekarangan Rumah Sendiri

Berikut cara bertanam kale organik di pekarangan rumah sendiri.

Persiapan Lahan dan Media Tanam

Bertanam kale organik bisa dilakukan dengan luas lahan 128 m2 yang terdiri dari 2 meja penanaman. Bersihkan terlebih dulu gulma yang ada pada meja penanaman. Demikian pula dengan paralon, bersihkan dengan lap atau karung bekas yang sudah diberi air.

Media tanam yang digunakan adalah rockwoll berukuran 25 cm x 4 cm. Rockwoll disimpan di tray untuk wadah media tanam lalu direndam di dalam air selama beberapa menit. Untuk tempat medianya gunakan tray (nampan plastik) yang tingginya minimal 5 cm supaya bisa diisi media tanam dengan tebal 4 cm. Isilah tray dengan arang sekam untuk media tanam setebal 4 cm.

Penyemaian

Benih ditempatkan ke dalam rockwoll basah yang sudah diberi lubang berukuran 2 x 2 cm. Kemudian benih tersebut disimpan di atas rak-rak bambu. Ada 2 perlakuan pada proses penyimpanan benih yakni N1 dan N2. N1 merupakan prosedur penyimpanan benih sesudah disemai dan disimpan selama 2-4 hari. Benih ditutupi plastik hingga timbul kecambah Benih tersebut dipindahkan ke meja persemaian N2 setelah tumbuh kecambah. Pada tempat penyimpanan N2 benih yang ditutupi plastik dibuka plastiknya dan benih mulai disiram sebanyak 2 kali sehari  hingga berusia 2 minggu.

Penanaman

Benih kale yang sudah berumur 2 minggu dipindahkan dari tempat penyimpanan N2 ke tray. Masukkan kale ke dalam lubang paralon. Setiap lubang hanya diisi/ditanami 1 bibit kale. Lubang tanamnya memiliki diameter 3 cm dengan jarak antar lubangnya 20 x 20 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaannya mencakup:

  • Pengendalian hama dan penyakit, dikerjakan secara manual dengan membuang tanaman yang terserang hama dan memakai pestisida nabati/pestisida organik dengan menyemprotkan bahan-bahan pestisida yang terbuat dari beberapa tumbuhan yang terdapat di sekitarnya. Pengontrolan dilakukan secara periodik.
  • Pembuatan dan pengisian larutan nutrisi AB Mix umumnya berpedoman pada paralon yang sudah terukur sekitar 3 strip air. Tambahkan 1500 ml nutrisi A dan B untuk pengisian nutrisi dengan 1 strip air.
  • Dalam pembuatan pupuk organik biasanya dibuat dalam 2 macam pekatan A dan B. Kedua macam pekatan itu baru bisa dicampurkan ketika akan digunakan saja.
  • Penyiangan gulma dilakukan saat usia 1 minggu dengan membuang rumput-rumput (gulma) di sekitar tanaman memakai arit atau kored.

Panen

Dalam bertanam kale organik panen pertama dilakukan saat kale akan berumur 8 minggu dan tinggi maksimalnya mencapai 45-50 cm. Pemanenan dilakukan secara manual dengan mencabut langsung tanaman pakai tangan di bagian pangkal batangnya. Cabut dengan hati-hati supaya batang sayurannya tidak sobek dan patah lalu letakkan dalam keranjang sebelum diangkut ke tempat penyimpanan permanen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *