Tabulampot Kelengkeng yang Lebat Buahnya

Urbanina.com – Tabulampot kelengkeng telah banyak dibudidayakan sebab buahnya disenangi oleh orang-orang. Jenis kelengkeng yang banyak dibudidayakan tersebut lantaran cepat berbuah, antara lain kelengkeng phuangray, pingpong, diamond river, itoh dan masih banyak lagi. Namun bagaimana caranya membuat tabulampot kelengkeng di pekarangan rumah karena tidak memiliki lahan yang luas?

Tidak sedikit orang yang menyenangi buah kelengkeng ini. Selain rasa buahnya yang memang manis, tanaman ini cocok bila dibudidayakan di dalam pot untuk dikonsumsi buahnya atau hanya sekedar untuk penghias ruangan/halaman rumah saja. Sementara itu banyaknya bibit kelengkeng yang dijual di pasaran menyebabkan masyarakat ingin mencoba menanamnya, apalagi bila melihat buah yang dihasilkannya sangat lebat.

Tabulampot Kelengkeng yang Lebat Buahnya

Cara Budidaya Tabulampot Kelengkeng

Bercocok tanam tanaman yang dalam bahasa Latinnya disebut Dimocarpus longan ini di dalam pot tentunya akan menjadi pemandangan istimewa di halaman atau taman rumah kita. Untuk Anda yang ingin menanam kelengkeng di rumahan sebaiknya Anda memanfaatkan teknik tabulampot kelengkeng.

Berikut ini cara budidaya tabulampot kelengkeng yang lebat buahnya.

Memilih Bibit

Anda bisa mendapatkan bibit kelengkeng dengan membelinya di toko tanaman hias/pertanian terdekat atau tempat pembibitan tanaman yang berada di sekitar kota Anda. Pilihlah bibit kelengkeng dari hasil cangkokan yang cuma memerlukan waktu 1 tahun atau kurang untuk menghasilkan buah.

Pilih bibit kelengkeng dari hasil cangkokan yang ukuran pohonnya tidak terlalu tinggi dan lebih kecil. Pastikan bibit kelengkeng yang Anda pilih itu benar-benar berkualitas, yakni sehat dan subur supaya saat ditanam nanti akan berbuah lebat.

Membuat Media Tanam

Setelah Anda berhasil memperoleh bibit kelengkeng yang berkualitas, maka Anda mesti menyediakan media tanam yang baik. Untuk itu, gunakan bekam, kotoran hewan, tanah berpasir dan tanah gembur. Dengan demikian tanaman yang ditanam menggunakan media tanam tersebut akan cepat tumbuh subur di dalam pot itu.

Pemangkasan atau Pemotongan

Pada waktu masa pertumbuhan harus dilakukan pemangkasan untuk merangsang tumbuhnya bunga dan buah. Dengan dilakukannya pemangkasan membuat tanaman akan membentuk cabang-cabang baru yang akan memproduksi buah nantinya. Kecuali pada masa pertumbuhan, pemangkasan juga perlu dilakukan setelah panen untuk menstimulir kembali tumbuhnya bunga dan buah.

Pemupukan dan Penyiraman

Pemupukan perlu dilakukan supaya tanah tempat dimana tanaman kelengkeng ditanam tetap subur dan gembur sehingga mudah dalam penyerapan air. Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang 2 minggu sekali. Sementara itu untuk irigasi, lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari yakni pagi hari dan sore hari. Saat menyiraminya upayakan agar jangan sampai tergenang karena bisa membuat tanah menjadi padat. Siram dengan intensitas yang cukup.

Panen

Pemanenan kelengkeng umumnya bisa dilakukan sesudah sekitar 1 tahun setelah masa tanam, namun untuk jenis kelengkeng tertentu bisa dilakukan panen lebih awal, seperti kelengkeng itoh 2-3 bulan setelah masa tanam. Ciri-ciri buah kelengkeng siap dipanen diantaranya buahnya terlihat telah padat, warna kulit buah menjadi kuning kecokelatan, tercium harum aroma buahnya, dan buahnya nampak mulai merunduk ke bawah. Bila ingin, setelah panen bisa dilakukan pencangkokan untuk persedian bibit-bibit baru.

Demikianlah cara budidaya tabulampot kelengkeng yang lebat buahnya. Selamat bertanam dan semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *