Penyebab Lengkeng Itoh Sulit Berbuah

Penyebab Lengkeng Itoh Sulit Berbuah

Urbanina.com – Kelengkeng/lengkeng itoh menjadi salah satu jenis kelengkeng/lengkeng yang banyak diminati oleh para petani yang ada di Indonesia. Salah satu alasan mengapa petani menyukai jenis kelengkeng/lengkeng yang baru ini adalah karena kualitas tanaman kelengkeng/lengkeng itoh yang bershabat dengan petani. Terutama jika tanaman kelengkeng/lengkeng itoh tersebut ditanam di dataran rendah, maka petani dapat mengatur jadwal panen kelengkeng/lengkeng yang ia tanam tersebut. Dengan demikian, maka petani akan dapat mengatur juga keuntungan yang akan mereka dapatkan dari bertanam kelengkeng/lengkeng. Kesukaan terhadap tanaman kelengkeng/lengkeng ini juga tidak hanya terjadi pada petani kelengkeng/lengkeng yang sudah lama, tetapi petani pemula pun tertarik untuk menanam kelengkeng/lengkeng itoh ini. Namun, walaupun tanaman sudah dirawat dengan baik, terkadang penyebab lengkeng itoh sulit berbuah menjadi salah satu kendala bagi para petani pemula tersebut untuk dapat membuahkan tanaman kelengkeng/lengkeng yang ia tanam.

penyebab lengkeng itoh sulit berbuah

Petani pemula memang sudah sewajarnya jika harus menghadapi kegagalan dalam upaya bertani yang ia lakukan, karena petani pendahulu pun pernah gagal sebelum akhirnya berhasil menjadi petani sukses. Tanaman kelengkeng/lengkeng yang sulit berbuah, tentu disebabkan oleh faktor tertentu. Penyebab lengkeng itoh sulit berbuah yang dialami oleh petani pemula juga pasti ada. Oleh karena itu, kali ini Urbanina akan sedikit membahas mengenai penyebab lengkeng itoh sulit berbuah.

Sebelumnya, petani pemula harus paham terlebih dahul bahwa tanaman kelengkeng/lengkeng itoh dataran rendah hanya akan dapat berbuah apabila sudah diberikan obat perangsang pembuahan. Dengan perawatan yang baik, tanaman kelengkeng/lengkeng itoh tersebut akan menghasilkan bunga kelengkeng/lengkeng di usia sekitar 40 hari setelah diberi obat perangsang tersebut. Dan di usia sekitar 4-5 bulan, buah kelengkeng/lengkeng baru bisa dipanen oleh petani. Tetapi, apabila sudah di umur 4-5 bulan atau lebih setelah pemberian obat perang sang, dan tanaman kelengkeng/lengkeng masih saja belum berbuah, maka tanaman tersebut bermasalah. Adapun penyebab lengkeng itoh sulit berbuah tersebut biasanya disebabkan oleh perawatan yang kurang baik, misalnya sebagai berikut ini.

  1. Tanaman kekurangan sinar matahari

Hal ini wajar terjadi pad petani kelengkeng/lengkeng pemula, yaitu tanaman kelengkeng/lengkeng itoh yang ia tanam kekurangan sinar matahari. Kekurangan sinar matahari memang dapat menyebabkan lengkeng itoh sulit berbuah. Karena, dalam ilmu tanaman, sinar matahari memiliki peran penting untuk proses fotosintesis pada tanaman. Sehingga, apabila sinar matahari tidak cukup didapatkan tanaman, maka bukan tidak mungkin pertumbuhan tanaman akan menurun termasuk tidak dapat berbuah tersebut. Oleh karena itu, petani harus dapat menempatkan tanaman kelengkeng/lengkeng di tempat yang sesuai yang mendapatkan cukup sinar matahari, agar tanamannya tersebut dapat berbuah.

  1. Turun hujan setelah pemberian obat perangsang

Penyebab yang kedua adalah terjadinya hujan sesaat setelah pemberian obat perangsang pada tanaman kelengkeng/lengkeng. Obat perangsang yang sudah dikocorkan ke akar tanaman kelengkeng/lengkeng itoh, akan hilang sia-sia apabila setelahnya terjadi hujan. Mengapa demikian? Karena obat perangsang pembuahan yang lebih dulu meresap ke tanah akan bertemu dengan air hujan yang meresap ke tanah sesaat setelahnya. Air hujan tersebut akan membuat dosis obat perangsang yang telah tepat ketika disiramkan, menjadi berubah setelah terkena tambahan air hujan. Dan akhirnya, dosis tersebut menjadi keliru dan tidak dapat membuahkan tanaman kelengkeng/lengkeng itoh yang ditanam.

  1. Kondisi pucuk daun yang tidak tepat

Kondisi pucuk daun yang dimaksud diatas adalah kondisi pucuk daun ketika diberikan obat perangsang pembuahan. Adapun kondisi yang tepat adalah kondisi pucuk daun ketika setengah tua, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Oleh sebab itu, petani diharapkan mampu mencermati kondisi pucuk daun dengan baik ketika hendak memberikan obat perangsang pembuahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *