Penyebab Kegagalan Dalam Pembosteran Kelengkeng

Urbanina.com - Pembosteran kelengkeng/lengkeng adalah proses perawatan tanaman kelengkeng/lengkeng yang bertujuan agar tanaman kelengkeng/lengkeng tersebut dapat dengan cepat berbuah. Pemboosteran kelengkeng/lengkeng tersebut dapat dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan langkah penyiraman, yaitu dengan cara mengocorkan cairan pemboosteran. Dengan upaya pemboosteran pada tanaman kelengkeng/lengkeng, tanaman tersebut dapat dikatakan pasti berbuah di beberapa bulan berikutnya setelah pemboosteran. Namun, terkadang apa yag diharapkan oleh petani tidak sesuai dengan kenyataan. Bisa saja tanaman kelengkeng/lengkeng yang telah diupayakan pemboosteran tersebut masih saja tidak bisa berbuah. Oleh sebab itu, perlu ditelusuri apa saja penyebab kegagalan dalam pembosteran kelengkeng tersebut. Dan kali ini, Urbanina akan membahas seputar penyebab kegagalan dalam pembosteran kelengkeng yang mungkin terjadi. penyebab kegagalan dalam pembosteran kelengkeng Upaya pemboosteran normalnya memang dapat membuat tanaman kelengkeng/lengkeng dapat berbuah apabila telah berumur 4-5 bulan setelah pemboosteran. Tetapi, apabila di usia 2 bulan setelah pemboosteran masih belum tumbuh bunga, dapat dipastikan bahwa pemboosteran tersebut gagal. Berikut ini adalah penyebab kegagalan dalam pembosteran kelengkeng.
  1. Terjadi hujan
Terjadinya hujan menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam pembosteran kelengkeng. Apalagi hujan tersebut terjadi sesaat setelah upaya pemboosteran. Hal ini dikarenakan air hujan yang membasahi tanah disekitar tanaman dapat menyebabkan dosis cairan pemboosteran berkurang. Oleh sebab itu, sebelum tanaman kelengkeng/lengkeng menyerap nutrisi dari cairan pembosteran dengan baik, cairan tersebut sudah terlebih dahulu berkurang dosisnya sehingga penyerapan nutrisi tidak maksimal. Adapun hujan yang birakibat menggagalkan pembosteran kalengkeng ini adalah hujan yang terjadi dalam waktu kurang dari 4 jam setelah pemboosteran tanaman. Apabila hujan terjadi diatas 4 jam setelah pemboosteran, biasanya tanaman kelengkeng/lengkeng masih dapat menghasilkan dompolan buah yang lezat.
  1. Tidak cukup pancaran sinar matahari
Apabila setelah upaya pemboosteran tidak terjadi hujan tetapi tanaman kelengkeng/lengkeng tetap tidak dapat berbuah, bisa jadi penyebabnya adalah kekurangan pancaran sinar matahari. Sinar matahari memang dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Dan kegagalan pemboosteran ini dapat disebabkan oleh proses fotosintesis yang kurang baik dikarenakan oleh kurangnya asupan pancaran sinar matahari. Sehingga, pemasakan nutrisi yang berasal cairan pemboosteran terjadi dengan tidak sempurna yang dikarenakan kurangnya bahan yang lain berupa sinar matahari tersebut. Kekurangan pancaran sinar matahari ini dapat disebabkan oleh tanaman lain yang lebih tinggi yang menutupi tanaman kelengkeng/lengkeng dari pancaran sinar matahari. Selain karena tanaman lain yang lebih tinggi, bangunan tinggi disekitar tanaman bisa juga menghalangi pancaran sinar matahari dai tanaman kelengkeng/lengkeng tersebut.
  1. Kondisi pucuk daun yang tidak pas
Pemboosteran bisa juga mengalami kegagalan apabila kondisi pucuk daun yang tidak diperhatikan dengan baik. Kondisi pucuk daun yang kurang baik tersebut bisa saja karena terlalu tua ataupun terlalu tua. Banyaknya daun muda menjadi indikator bahwa pucuk daun tanaman tersebut adalah yang berumur muda. Tetapi banyaknya daun tua menjadi indikator bahwa pucuk daun tanaman tersebut adalah berumur tua. Apabila pemboosteran dilakukan dimasa-masa tersebut, maka tanaman kelengkeng/lengkeng memang akan sulit berbuah karena belum siap untuk dibuahkan. Pemboosteran tanaman kelengkeng/lengkeng sebaiknya dilakukan ketika pucuk daun yang berusia setengah tua. Usia pucuk daun yang setenga tua dapat diindikasikan dengan tumbuhnya daun tua yang hanya sedikit lebih banyak (kira-kira 10%) dari banyaknya daun tua. Dengan perawatan yang baik terhadap tanaman kelengkeng/lengkeng, biasanya tanaman akan dapat tumbuh dengan baik dan akan lebih cepat untuk memiliki umur yang siap dibuahkan. Tentu pembuahan dengan pemboosteran tersebut harus memperhatikan usia pucuk daun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *