Kelengkeng Untuk Dataran Rendah Ini Cepat Berbuah

Urbanina.com – Pada awalnya dataran tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah penghasil lengkeng di Indonesia, namun belkangan ini beberapa pembudidaya tanaman sudah berhasil mengembangkan kelengkeng untuk dataran rendah seperti di daerah Semarang dan Demak (Jawa Tengah), Pontianak dan Singkawang (Kalimantan Barat), dan Selarong (Yogyakarta) menghasilkan beberapan varietas baru unggulan, diantaranya kelengkeng itoh, pingpong, dan diamond river.

Ketiga varietas tersebut mendapatkan animo besar sebab mempunyai kelebihan ketimbang jenis kelengkeng yang telah ada, seperti umurnya lebih genjah dan rajin berbuah, ukuran buahnya lebih besar, daging buahnya lebih tebal, rasanya lebih manis, dan pemeliharaannya relatif lebih gampang. Adaptasi yang baik dari varietas kelengkeng untuk dataran rendah tersebut yang bibitnya diimpor dari Thailand (Bie Kiew, Ido, dan Sichompu), Malaysia (Itoh) dan Vietnam (Ping Pong, Diamond River) adalah salah satu petunjuk jika kelengkeng mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya pada dataran rendah.

Kelengkeng untuk dataran rendah

Tidak sedikit orang yang belum tahu bila tanaman kelengkeng yang dalam bahasa Mandarin disebut ong ya guo (long yan) yang artinya mata naga ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Khasiat dan manfaat tersebut diantaranya untuk menghaluskan kulit, penglihatan kabur, asma, batuk, diare, pusing, kurang nafsu makan, mudah berkeringat, mudah marah, depresi, cemas, insomnia, dan meningkatkan vitalitas.

Disamping buahnya, daun kelengkeng berisi quercetin yaitu sejenis antioksidan dan antiviral yang dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker, dan alergi. Bahkan bubuk biji kelengkeng yang mengandung busa bisa dimanfaatkan untuk keramas (sampo). Sementara itu di Cina dan Vietnam, buah kelengkeng pun dimanfaatkan untuk menangkal racun.

Menanam kelengkeng genjah dengan buahnya yang lebat dan manis memang telah menjadi sebuah tren yang marak dilakukan masyarakat Indonesia. Dimocarpus longan yang dibudidayakan adalah kelengkeng untuk dataran rendah yang mudah berbuah. Pada usia sekitar 8-18 bulan tanaman kelengkeng tersebut sudah mulai belajar mengeluarkan buah. Dewasa ini ada tiga varietas kelengkeng dataran rendah yang sering dianjurkan untuk ditanam, yaitu kelengkeng itoh, kelengkeng pingpong, dan kelengkeng diamond river. Ketiga-tiganya cocok ditanam di halaman rumah.

Dari ketiga varietas di atas, kelengkeng pingpong dan kelengkeng  diamond river adalah kelengkeng untuk dataran rendah sejati. Berikut ini untuk lebih jelasnya.

Kelengkeng Diamond River

Kelebihan kelengkeng ini berada pada sosok tanamannya yang memiliki banyak percabangan dan produktivitas buahnya tinggi. Varietas ini dapat menghasilkan buah sepanjang tahun. Rasa buahnya manis, namun kualitasnya rendah. Daging buahnya tipis, transparan, dan mengandung air.

Kelengkeng Pingpong

Walau buahnya jumbo sebesar bola pingpong, tetapi besar juga ukuran bijinya. Pucuk yang dimilikinya relatif tumbuh secara memanjang dengan percabangan yang jarang sehingga walaupun dompolannya cukup lebat tetapi keseluruhan buah pada setiap pohon kelihatan sedikit. Biasanya kelengkeng pingpong yangg berusia 2 tahun kebanyakan memiliki 4-5 cabang/dompol dimana tiap-tiap dompolnya berisi sekitar 20-25 buah.

Kelengkeng Itoh

Berdasarkan kualitas kelengkeng itoh sangat bagus sehingga dapat disejajarkan dengan kelengkeng impor yang kerap dijajakan di supermarket-supermarket. Daging buahnya tebal dan kering, rasanya manis dan renyah.

Dari ketiga jenis kelengkeng dataran rendah tersebut salah satunya layak untuk Anda budidayakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *