Cara Menanam Lengkeng Itoh Dari Benih

Urbanina.com - Cara menanam lengkeng itoh setidaknya terdapat dua cara, yaitu dengan cara menanam dari bibit yang dibeli, atau dengan cara menanam dari benih kelengkeng/lengkeng itoh itu sendiri. Bagi orang yang tempat tinggalnya tidak dapat menjangkau penjual bibit kelengkeng/lengkeng itoh, dia dapat menanam kelengkeng/lengkeng  itoh tersebut dengan cara menanamnya dari biji kelengkeng/lengkeng itoh sisa konsumsi. Secara garis besar, biji atau yang juga disebut benih kelengkeng/lengkeng itoh dapat ditanam sehingga dapat tumbuh menjadi tanaman kalengkeng itoh. Namun, proses penanaman benih tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan. Karena terdapat aturan tertentu agar benih tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman yang produktif. Untuk mengetahui cara menanam lengkeng itoh dari benih yang benar, simak penjelasan dari Urbanina berikut ini. cara menanam lengkeng itoh Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa langkah prosedur didalam cara menanam lengkeng itoh dari benih atau biji lengkeng. Tanpa basa-basi, berikut adalah penjelasan singkat cara menanam lengkeng itoh dari benih.
  1. Mempersiapkan media yang mudah didapat
Media adalah perantara atau tempat yang dapat digunakan untuk menanam biji kelengkeng/lengkeng(benih kelengkeng/lengkeng). Kami menyarankan untuk menggunakan tanah topsoil pegunungan yang memiliki sifat bertekstur pasir yang juga biasa disebut dengan pasir ladekan. Bila sulit ditemukan, media tersebut bisa diganti dengan tanah yang dicampur pasir dan pupuk organik. Setelah mempersiapkan media tersebut, tempatkan media tersebut di bak berkuran 1 x 1 meter yang terbuat dari kayu. Namun, jika sulit ditemukan, tempat tersebut dapat diganti dengan menggunakan beberapa polybag jika jumlah benihnya cukup banyak. Tempat yang dipilih untuk meletakkan atau menampung media ini kami sebut dengan nama tempat penyemaian.
  1. Mempersiapkan biji dengan benar
Setelah media disiapkan di tempat penyemaian tersebut, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan biji kelengkeng/lengkeng itoh. Biji kelengkeng/lengkeng itoh inilah yang menjadi benih yang akan ditanam nantinya. Namun, ada satu hal yang perlu dipahami agar dapat memperoleh benih dengan benar. Yaitu, perlu diketahui bahwa biji kelengkeng/lengkeng digolongkan sebagai biji rekalsitran, yaitu tidak boleh disimpan terlalu lama jika ingin ditanam. Oleh karena itu, untuk mempersiapan biji dengan benar, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini. Pertama, beberapa buah kelengkeng/lengkeng itoh dikupas dan diambil bijinya. Lalu, biji-biji tersebut perlu dibersihkan, kemudian dianginkan agar kering. setelah itu, seragamkan biji-biji tersebut yang disesuaikan dengan ukurannya. Langkah selanjutnya adalah mensterilkan biji kelengkeng/lengkeng itoh tersebut dengan direndam selama 10-15 menit menggunakan larutan klorox 5%. Dengan biji yang sudah disterilkan, diharapkan biji atau benih tersebut akan terbebas dari bakteri dan jamur.
  1. Melakukan penyemaian
Langkah selanjutnya adalah melakukan penyemaian. Pertama-tama, lubangi terlebih dahulu media di tempat penyemaian dengan kedalaman 2-3 cm. Lalu, letakkan benih di lubang tersebut dengan jarak antar biji sekitar 2-3 cm. Benih kemudian ditutup kembali dengan media tersebut. Kemudian, tempat penyemaian ditutup menggunakan plastik agar udara menjadi lembab sehingga benih cepat berkecambah. Biasanya pada usia 5-7 hari, benih sudah berkecambah. Bila sudah berkecambah, plastik penutup tempat penyemaian dapat dibuka.
  1. Melakukan pindah tanam
Di usia tiga sampai empat bulan, benih yang tumbuh di media penyemaian sudah siap dipindah ke polybag. Prosedur untuk pemindahan ini yang pertama adalah dengan mencabut tanaman sampai ke akarnya, lalu akarnya direndam didalam lumpur selama 15 menit. Baru kemudian ditanam di polybag. Di polybag tersebut, dapat dilakukan pemeliharaan dengan diberikan pemupukan setiap 2 minggu sekali. Pupuk yang digunakan bisa selang-seling antara pupuk urea dan NPK dengan dosis 2 gram per liter. Untuk mengatasi serangan hama, dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Dan juga jangan lupa untuk mengendalikan gulma yang dapat dilakukan secara manual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *