Cara Memilih Bibit Kelengkeng/lengkeng Yang Baik

Urbanina.com - Petani kelengkeng/lengkeng akan disibukkan dengan memilih bibit kelengkeng/lengkeng yang baik sebelum memulai menanamnya di kebun miliknya. Petani tentu tidak dapat sembarangan dalam memilih bibit kelengkeng/lengkeng yang akan ditanamnya. Pemilihan bibit yang tidak baik dapat berakibat pada panen yang tidak baik pula. Bila terlanjur memilih bibit yang buruk, bisa jadi pohon kelengkeng/lengkeng yang sudah ditanam lebih dari 5 tahun tidak akan menghasilkan buah dan tentu akan sia-sia. Kasus semacam ini biasanya karena pemilihan bibit yang berasal dari biji kelengkeng/lengkeng yang ditanam. Maka dari itu, petani harus benar-benar paham dalam memilih bibit kelengkeng/lengkeng tersebut. memilih bibit kelengkeng Kali ini, Urbanina akan membahas tentang cara memilih bibit kelengkeng/lengkeng yang baik. petani tentu tahu bahwa ada berbagai macam cara pembibitan pada tanaman. Seperti yang disebutkan diatas, pembibitan dengan cara menanam biji adalah salah satu cara yang kurang baik apabila pohon kelengkeng/lengkeng akan dijadikan pohon yang produktif menghasilkan buah. Sehingga, petani harus teliti ketika memilih mana bibit kelengkeng/lengkeng yang akan dibeli. Berikut ini adalah tips dari kami mengenai hal ini.
  1. Membeli dari penjual yang terpercaya
Ini adalah salah satu tips atau cara yang termudah yang dapat dilakukan oleh petani, yaitu dengan membeli dari penjual yang terpercaya. Terdapat beberapa penjual bibit yang memiliki standard kualitas bibit yang berbeda. Petani dapat menanyakan kredibilitas penjual bibit tersebut ke petani lain yang pernah membeli bibit di tempatnya. Apalagi dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, petani dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang penjual yang terpercaya misalnya dengan media sosial di internet.
  1. Berasal dari pembibitan okulasi atau cangkok
Seperti yang diketahui, bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam membibitkan pohon kelengkeng/lengkeng ini. Dan cara yang terbaik untuk menghasilkan bibit unggul adalah dengan menggunakan pemibibitan secara okulasi atau cangkok. Karena, dengan menggunakan kedua cara pembibitan diatas, dapat menghasilkan bibit baru dengan kualitas yang baik untuk dapat menghasilkan panen yang baik pula.
  1. Memiliki batang yang kuat dan daun yang segar
Ciri-ciri fisik bibit pohon kelengkeng/lengkeng yang baik adalah yang memiliki batang yang kuat dan daun yang segar. Dengan cara memijat batangnya, petani dapat mengetahui batang tersebut kuat jika batang memiliki tekstur yang kuat. Namun, jika batang tersebut lunak, lebih baik membeli bibit di tempat lain. Sedangkan untuk mengecek kesegaran daun, dapat dilihat dari ciri fisiknya. Daun yang segar tidak akan terlihat lembek serta tidak akan rontok ketika batangnya digoyangkan sedikit.
  1. Memiliki akar yang tidak kering
Selain batang yang kuat dan daun yang segar, bibit yang baik juga harus memiliki akar yang tidak kering. Biasanya bibit dijual di polybag dan akarnya akan kelihatan apakah basah atau kering. Dengan kondisi akar yang basah, berarti akar bibit tersebut berfungsi dengan baik untuk menyerap air.
  1. Berasal dari pohon kelengkeng/lengkeng yang berkualitas
Untuk dapat memastikan hal ini, petani dapat langsung bertanya kepada penjual bibit kelengkeng/lengkeng. Bibit kelengkeng/lengkeng yang berasal dari pohon kelengkeng/lengkeng yang berkualitas, maka kemungkinan bibit dapt tumbuh dan dapat dipanen akan semakin besar. Patokan pohon kelengkeng/lengkeng yang berkualitas adalah pohon yang telah berbuah selama 3 musim berturut-turut. Demikianlah 5 tips yang dapat dipraktekan ketika memilih bibit kelengkeng/lengkeng yang baik agar dapat menghasilkan panen yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *