Budidaya Kelengkeng Dataran Rendah

Urbanina.com – Kelengkeng dataran rendah dijuluki sebagai buah fenomenal. Keberadaannya beberapa tahun lalu mematahkan anggapan bahwa kelengkeng hanya dapat memproduksi buah di daerah berdataran tinggi dengan udara sejuk. Para pembudidaya tanaman pun mulai melakukan budidaya kelengkeng dataran rendah di seluruh penjuru tanah air.

Keunggulan dari budidaya kelengkeng dataran rendah adalah sifat tanamannya yang genjah(cepat berbuah). Pada usia 16-20 bulan bibit kelengkeng dataran rendah ini sudah mulai belajar mengeluarkan buah. Lalu, bagaimana cara budidaya kelengkeng dataran rendah?

Budidaya Kelengkeng Dataran Rendah [ ]

Berikut ini akan urbanina paparkan cara budidaya kelengkeng dataran rendah dengan mudah.

Persiapan dan Penanaman Bibit

Kelengkeng diperbanyak dengan cara okulasi dan cangkok. Pembibitan melalui biji tidak disarankan sebab cukup lama umur berbuahnya, bisa lebih dari 7 tahun). Disamping itu, bibit dari perbanyakan dengan biji seringkali tumbuh jadi lengkeng jantan yang tak dapat menghasilkan buah. Sementara itu, bibit cangkokan/okulasi mulai mengeluarkan buah pada usia 4 tahun.

Budidaya kelengkeng dataran rendah ditanam dengan jarak tanam 8 x 10 m atau 10 x 10 m dan lubang tanamnya memiliki ukuran 60 x 60 x 50 cm. Tiap-tiap lubang diisi dengan 20 kg pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk buatan yang dapat Anda berikan diantaranya KCl (100-300), SP-36 (400-1000 kg), TSP (300-800 gr), urea (l00-300 gr) untuk tiap-tiap tanaman. Pemberian pupuk dilakukan 3 kali dalam jarak waktu 3 bulan. Pasca panen, pemupukan cukup 1 kali dengan dosis KCl (300 gr), TSP (800 g), dan urea (300 gr) setiap pohon.

Pemeliharaan

Pemeliharaan penting dalam budidaya kelengkeng dataran rendah ialah pemangkasan pada cabang-cabang yang tak produktif dan ranting-ranting yang menaungi kanopi. Dengan begitu, cahaya matahari bisa masuk merata ke semua bagian cabang. Tanaman parasit (benalu) mesti segera dibuang. Tanaman lengkeng tergolong cepat tumbuh, namun sulit menghasilkan bunga. Maka dari itu dibutuhkan perangsangan dengan cara mengikat kencang batang yang terletak 1 meter di atas permukaan tanah. Tanaman mulai mengeluarkan bunga pada usia 4-6 tahun. Pada umumnya, tanaman ini mengeluarkan bunga pada bulan Juli hingga Oktober. Buah matang sekitar 5 bulan sesudah bunganya mekar.

Hama dan Penyakit

Hama yang umumnya menyerang kelengkeng ialah Tessaratoma javanica (serangga penghisap buah). Kelelawar adalah binatang hama yang kerap merusak buah yang matang. Penyakit yang kerap menyerang ketika musim hujan ialah mildu yang juga menyerang pohon rambutan. Guna menghindari serangan kelelawar sebaiknya pentil buah diberi brongsong yang dibuat tersendiri.

Panen dan Pasca Panen

Dalam budidaya kelengkeng dataran rendah, musim panen biasanya terjadi pada bulan Januari-Februari yang memproduksi 300–600 kg setiap pohon. Kelengkeng tergolong buah nonklimakterik sehingga mesti dipanen matang di pohonnya sebab tidak bisa diperam. Panen dilakukan dengan menggunakan alat yang bisa memangkas rangkaian tangkai buah. Ciri-ciri buah sudah matang ialah warna kulit buahnya menjadi cokelat gelap, licin, dan menghasilkan aroma. Rasa buahnya manis harum, sementara itu buah yang belum matang terasa belum manis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *