Antisipasi Gagal Panen Dengan Pupuk Perangsang Buah Kelengkeng

Urbanina.com - Pertanian kelengkeng/lengkeng di Indonesia terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Salah satu faktor penyebab kemajuan pertanian kelengkeng/lengkeng tersebut adalah berawal dari kemauan yang kuat dari petani Indonesia itu sendiri untuk memajukan pertanian kelengkeng/lengkeng di Indonesia. Berkat kemauan yang kuat dan usaha yang optimal dari para petani di Indonesia, kini Indonesia dapat memproduksi sendiri buah kelengkeng/lengkeng dari tanah sendiri. Namun, petani harus tetap memiliki tindakan antisipasif tersendiri agar tanaman kelengkeng/lengkeng yang ia tanam dapat berbuah dengan baik dan terhindar dari gagal panen. Salah satu langkahnya adalah langkah antisipasi gagal panen dengan pupuk perangsang buah kelengkeng. Langkah antisipasi tersebut memang sebenarnya diperlukan demi kebaikan petani itu sendiri. antisipasi gagal panen dengan pupuk perangsang buah kelengkeng Langkah antisipasi gagal panen dengan pupuk perangsang buah kelengkeng tersebut sebenarnya dapat dilakukan dengan konsep yang mudah dan sederhana. Hanya saja ketika dipraktekan, langkah tersebut memerlukan kecermatan yang baik dari petani itu sendiri. Pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng sendiri memang difungsikan sebagai obat atau formula nutrisi yang diperlukan tanaman agar dapat menghasilkan buah kelengkeng/lengkeng yang dapat dipanen di kemudian hari. Adapun langkah antisipasi gagal panen dengan pupuk perangsang buah kelengkeng tersebut memiliki konsep yang sederhana seperti yang akan kami tulis dibawah ini.
  1. Tanaman kelengkeng/lengkeng membutuhkan pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng
Petani kelengkeng/lengkeng yang ingin mengantisipasi kegagalan dalam bertani tanaman kelengkeng/lengkeng dataran rendah, harus memahami konsep sederhana yang satu ini. Konsep tersebut ialah bahwa tanaman kelengkeng/lengkeng membutuhkan pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng, karena digunakannya pupuk tersebut sebagai nutrisi atau obat yang dapat memicu pembuahan pada tanaman kelengkeng/lengkeng. Untuk lebih menekankan lagi, jenis tanaman kelengkeng/lengkeng dataran rendah lah yang membutuhkan pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng tersebut. Dengan memahami konsep sederhana diatas, maka petani dapat memposisikan pupuk perangsang sebagai komponen penting untuk mengantisipasi gagal panen pada usaha pertanian kelengkeng/lengkeng yang ia geluti.
  1. Pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng membutuhkan petani
Konsep yang kedua ini terkesan ringan namun sebenarnya mengandung makna yang dalam. Seharusnya petani yang membutuhkan pupuk peangsang pembuahan, namun pada konsep diatas justru dibalik. Pada konsep yang kedua ini justru pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkenglah yang membutuhkan petani. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya. Konsep yang kedua ini sebenarnya adalah lanjutan dari konsep yang pertama. Dan kedua konsep tersebut adalah satu rangkain yang saling menyambung yang dapat dilakukan dalam langkah antisipasi gagal panen dengan pupuk perangsang buah kelengkeng. Yang dimaksud bahwa pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng membutuhkan petani adalah berkaitan dengan bagaimana pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng tersebut diaplikasikan ke tanaman. Tanpa petani yang memiliki ketrampilan yang baik dibidang ini, tidak mungkin pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng tersebut dapat diberikan ke tanaman dengan baik sehingga tanaman tersebut dapat membuahkan buah yang lebat. Secara garis besar, pemberian pupuk perngsang buah kelengkeng/lengkeng tersebut harus diberikan ke tanaman kelengkeng/lengkeng dengan prosedur yang benar. Nah, prosedur yang benar tersebut harus dikuasai oleh petani sehingga dapat memberikan pupuk perangsang pembuahan yang sesuai dengan prosedur yang benar. Itulah dua konsep sederhana yang mendasari tentang langkah antisipasi gagal panen dengan memanfaatkan pupuk perangsang buah kelengkeng/lengkeng. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa petani tidak boleh ketergantungan pada pupuk perangsang pembuahan ketika mengantisipasi gagal panen. Tetapi, dirinya sendiri dibutuhkan untuk belajar dan menguasai ilmu tentang seluk-beluk pupuk perangsang pembuahan. Karena tanpa ilmu yang benar dari petani, pupuk perangsang buah tersebut bisa saja diberikan dengan prosedur yang salah sehingga menyebabkan kegagalan panen yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *