Cara Budidaya Lengkeng Itoh Dengan Hasil Optimal

Urbanina.com  – Lengkeng atau kelengkeng dan dalam bahasa ilmiah disebut Dimocarpus longan adalah tanaman buah-buahan yang asalnya dari kawasan Asia Tenggara. Tinggi pohon kelengkeng ini bisa mencapai hingga kira-kira 40 meter dan batangnya berdiameter kira-kira 1 meter. Pohon ini memiliki daun majemuk dengan buahnya berbentuk bulat. Saat ini lengkeng Itoh tengah populer di kalangan masyarakat dan cara budidaya lengkeng Itoh cukup mudah sehingga Anda layak mencobanya.

Lengkeng Itoh merupakan kelengkeng varietas baru yang dikembangkan oleh Bapak Isto, yaitu seorang petani lengkeng yang berasal dari Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Berikut ini cara budidaya lengkeng Itoh kami sajikan untuk Anda.

Budidaya Lengkeng Itoh

Penanaman

Bersihkan lahan yang akan digunakan dari sisa akar tanaman dan rumput-rumputan. Lalu buatlah lubang tanam dan sesuaikan terhadap jarak tanamnya, yaitu 6 x 6 meter. Adapun ukuran lubang tanam yang ideal untuk bibit yang tingginya 1 meter adalah 1 x 1 x 1 meter. Sebelum lubang ditutup dengan tanah lakukan penaburan menggunakan pupuk kompos sebanyak 6o kg setiap lubang. Aduklah tanah dan pupuk tersebut setelah 5-6 hari. Diamkan sampai esok hari. Setelah itu lubang bisa ditanami dengan bibit. Bibitnya dapat dibeli di Bapak Isto.

Pemeliharaan

Setelah penanaman dilakukan penyiraman. Selanjutnya penyiraman dilakukan bila lahan kelihatan sudah kering. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kompos padat dan cair. Pemberian pupuk padat dilakukan tiap tiga bulan sekali dengan dosis 25-35 kg  per pohon pada tahun kedua pasca penamanan atau masa sebelum berbunga. Dengan ukuran sama pada masa berbunga dan berbuah lakukan pemupukan setiap satu bulan sekali. Sedangkan pupuk cair diberikan pada masa vegetatif setiap 2 minggu sekali dengan dosis 1-2 liter. Pada masa generatif lakukan pemupukan setiap seminggu sekali dengan dosis yang sama.

Hama dan penyakit yang kerap mengganggu pohon ini adalah serangga, jamur, kupu putih dan ulat. Gunakan pestisida organik untuk membasminya. Kecuali itu lakukan penyemprotan rutin dengan 1 liter pestisida organik di sekitar akar dan daun setiap dua minggu sekali. Lakukan 3-4 kali penyiraman tiap-tiap 2 hari sekali bila gangguan semakin parah.  Sementara itu untuk merangsang buah bisa menggunakan booster alami yang diracik sendiri dari berbagai bahan alami yang ditumbuk hingga halus menjadi larutan.

Saat pohon akan berbuah dan sesudah panen dilakukan pemangkasan cabang. Pada lima tahun pertama pemangkasan rutin dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam satu tahun. Hal ini membuat tanaman menjadi pendek terus setinggi kira-kira 3 meter sehingga akan mempermudah pemanenan dan mempercepat timbulnya banyak percabangan.

Panen

Pada budidaya lengkeng Itoh dengan cara organik memungkinkan pohon dapat menghasilkan buah bagus maksimal hingga berumur 20 tahun, sedang pada teknik anorganik daya produksi tanaman cuma hingga berumur 5 tahun dan kemudian mati. Sesudah itu perlu penggantian dengan bibit yang baru (regenerasi).

Biar masa panen tidak terputus saat menjelang regenerasi (sekitar umur 14 tahun) sebaiknya melakukan potong eskrim. Yaitu menanam bibit Lengkeng Itoh yang baru di tengah-tengah jarak tanam Lengkeng Itoh lama sesudah umurnya mencapai 10 tahun supaya pas umur 14 tahun lengkeng itoh lama dapat diganti langsung dengan pohon baru yang sudah siap berbuah.

Ciri-ciri buah lengkeng yang siap dipanen diantaranya kulitnya licin berwarna kekuning-kuningan dan buahnya empuk. Pemanenan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi agar buah tetap segar dan beratnya maksimal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *